Jika anda mengalami luka berdarah, biasanya yang terpikir pasti memberikannya betadin atau obat merah. Tapi jika kotak obat-obatan tidak mudah dijangkau, mungkin saatnya anda menggunakan cara alami untuk menghentikan pendarahan, sebelum ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Orang dewasa biasanya mempunyai darah antara 5-6,5 liter. Kehilangan darah hingga mencapai ukuran 1,7 liter jelas akan menimbulkan bahaya. Anda perlu segera menangani situasi ini dan pergunakan apa saja yang ada di sekitar kejadian yang mungkin dapat membantu. Jika Anda dapat memperkirakan berapa banyak darah telah hilang akibat dari kasus pendarahan itu, beritahukan hal ini kepada dokter. Pemberitahuan ini akan sangat membantu bagai dokter untuk melakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.

Berikut beberapa cara mudah yang dapat dilakukan untuk menghentikan pendarahan akibat luka ringan:

1. Urine

Jika anda terluka dan berdarah, cobalah siram luka tersebut dengan urin. Bagaimana urin menghentikan pendarahan?

Menurut ilmu kedokteran modern Barat, komponen utama urin adalah air. Selain itu, terdapat urea, asam urat, creatine, kreatinin, asam amino, amina, asam hipurat, asam glukuronat, asam laktat, dan asam ß-hydroxybutyric. Sehingga bagi kedokteran Barat, sulit mempercayai bagaimana semua komponen itu dapat menghentikan pendarahan.

Pengobatan tradisional China menggunakan teori Yin dan Yang, serta lima elemen yakni logam, kayu, air, api, dan bumi. Masing-masing organ, baik yang termasuk Yin atau Yang, berkaitan dengan salah satu dari lima elemen dari logam, kayu, air, api, atau bumi.

Urin melewati beberapa organ dalam, sehingga juga diatur oleh karakteristik ini. Mekanisme fungsi berjalan secara otomatis dan memiliki hubungan yang seimbang. Bagi seseorang yang memiliki pengetahuan tentang teori pengobatan China, sangat mudah untuk melihat bagaimana karakteristik urin dapat digunakan menghentikan pendarahan

2. Cabai rawit

Cabai rawit adalah tindakan pertolongan pertama tambahan yang sangat baik untuk setiap indsiden luka perdarahan, khususnya yang sering dialami oleh para backpacker, seseorang yang gemar berkemah, pekerja bangunan, atau bahkan hanya di rumah saja. Dan yang lebih hebatnya lagi adalah, cabai rawit ini ternyata mampu menghentikan perdarahan tersebut hanya dalam waktu kurang lebih 10 detik.

Cabai rawit sangat mudah digunakan untuk luka luar atau eksternal. Bagaimanpun juga, perdarahan harus dihentikan dengan segera, dan dalam kondisi tersebut, terkadang Anda mengalami kesulitan untuk mengambil kotak obat Anda. Apalagi jika Anda ternyata tidak memiliki kotak obat lengkap, pasti hal ini akan menimbulkan kepanikan.

Dan sebagai cara terbaiknya adalah, cukup taburkan bubuk cabai rawit langsung pada bagian luka yang mengalami perdarahan. Jika luka Anda lebih besar daripada hanya sebuah goresan kecil, maka satu sendok teh bubuk cabai rawit yang dicampur dalam segelas air dapat digunakan secara oral untuk membantu memperlambat perdarahan.

Selain menghentikan perdarahan, cabe rawit adalah rempah terbaik untuk mensterilkan luka karena memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah studi tahun 2003 yang berjudul, "A Novel Antifungal Compound from Cayenne Pepper", yang diterbitkan oleh Medical Mycology, Volume 41, edisi 1 Februari 2003.

Jangan takut, cabe rawit yang ditaburi ke area luka tidak menimbulkan rasa pedas seperti yang kita rasakan saat memakannya.

3.  Gunakan air

Air yang mengalir tidak hanya membersihkan luka, tetapi juga membantu untuk menghentikan pendarahan. Alirkan air dingin di sepanjang luka untuk mempersempit pembuluh darah dan menghentikan pendarahan. Hal yang sama dengan air panas akan mengkauterisasi luka, sehingga darah akan menggumpal. Jangan gunakan air panas dan dingin sekaligus – salah satu saja seharusnya bisa.

Anda dapat menggunakan es batu sebagai pengganti air dingin untuk menutup arteri. Pegang potongan es selama beberapa detik sampai luka menutup dan berhenti berdarah. Jika Anda memiliki beberapa luka kecil di tubuh Anda, mandi air panas akan membersihkan semua darah dan mengkauterisasi banyak luka sekaligus.

4. Lendir bekicot

Masyarakat di kampung sering mengoleskan lendir bekicot pada luka yang baru, rasanya dingin. Bahan kimia yang terkandung di dalam lendir bekicot antara lain achatin isolat, heparan sulfat, dan calsium. Achatin isolat bermanfaat sebagai antibakteri dan antinyeri. Sementara heparan sulfat bermanfaat dalam mempercepat proses penyembuhan luka dengan membantu proses pembekuan darah, sedangkan calsium berperan dalam hemostatis.

5. Oleskan Vaseline

Karena vaseline memiliki tekstur seperti lilin, mengoleskannya pada luka kecil akan menghalangi aliran darah di luar kulit sehingga memberikan waktu bagi luka untuk menggumpal. Anda dapat menggunakan pelembap bibir jika Anda tidak memiliki vaseline biasa.

6. Gunakan sedikit tepung maizena

Taburkan sedikit tepung maizena ke luka, berhati-hatilah untuk tidak menggosok atau menimbulkan goresan tambahan. Anda dapat menekan tepung ke atas luka untuk membantu mempercepat proses. Ketika luka telah berhenti berdarah, gunakan air untuk membilas tepung maizenanya.

7. Gunakan sarang laba-laba

Ini adalah pilihan bagus jika Anda terluka saat mendaki atau di alam terbuka. Ambil beberapa sarang laba-laba (yang tidak ada laba-labanya!) dan tempatkan di atas luka, gulungkan jika perlu. Sarang laba-laba akan menyumbat aliran darah dan memberikan waktu bagi luka Anda untuk menggumpal dari dalam.

#dari bbg sumber

loading...