Tiap tahun umat Islam menjalankan ibadah puasa dan ini sudah menjadi ritual yang dinanti diseluruh dunia. Ada beberapa kondisi medis yang perlu diperhatikan saat berpuasa, di antaranya yang pertama adalah bagi penderita diabetes. Pengaturan pola makan dan obat bagi orang yang terkena diabetes tentunya berbeda saat menjalani puasa dan sebelum berpuasa. Bagi penderita diabetes, puasa tetap dapat dijalankan namun dengan persiapan yang lebih dibandingkan pada orang yang tidak punya diabetes.

Kebanyakan orang yang terserang diabetes tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena penyakit diabetes. Oleh karena itu, diperlukan medical checkup untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes atau tidak. Pada saat berpuasa, penderita diabetes akan mengalami beberapa perubahan pada sistem metabolisme dalam tubuhnya. Hal ini bisa saja akan menjadi kondisi yang sangat berbahaya.

Tanda yang paling sering muncul pada penderita diabetes adalah kencing lebih sering. Hal ini terjadi terutama apabila gula darah dalam tubuh tidak terkontrol dengan baik. Kencing yang lebih sering akan menyebabkan tubuh lebih mudah dehidrasi daripada orang yang tidak terserang diabetes.

Bagi penderita diabetes, pertama-tama tentukan apakah Anda layak dan mampu untuk menjalankan puasa atau tidak. Berikut ini beberapa jenis diabetes yang masih diperbolehkan untuk menjalankan puasa:
1. Penyakit diabetes yang dapat dikontrol dengan makanan.
2. Penyakit diabetes yang tidak menggunakan obat dan pengontrolan gula darahnya bisa diatur dengan pola diet.
3. Penyakit diabetes yang menggunakan obat yang diminum untuk pengobatannya (bukan dengan terapi atau suntikan insulin).

Dan bagi penderita diabetes yang sudah mendapatkan terapi insulin atau yang memiliki riwayat penyakit lain selain diabetes seperti hipertensi dan penyakit jantung tidak disarankan untuk tidak berpuasa. Pada umumnya, insulin diberikan pada diabetes yang gagal terkontrol dengan obat oral. Hal ini juga berarti bawah penderita diabetes yang melakukan terapi insulin memiliki tingkat keparahan yang lebih dibandingkan dengan penderita diabetes lainnya. Namun hal ini bukanlah ukuran yang mutlak. Bagi penderita diabetes dengan terapi masih bisa berpuasa namun dengan syarat untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa karena akan mengubah pola waktu dan jenis penggunaan insulin serta pola makan.

Kondisi medis kedua yang perlu diperhatikan adalah bagi penderita sakit maag. Fakta membuktikan bahwa penderita maag justru akan mengalami perbaikan kondisi maag pada waktu berpuasa. Saat berpuasa, orang yang menderita maag akan makan lebih disiplin dan lebih teratur. Namun, jika Anda memiliki kondisi maag yang parah, Anda tidak disarankan untuk menjalankan puasa.

Berikut ini beberapa tips yang bisa penderita maag lakukan selama berpuasa:
1. Disarankan untuk tidak langsung mengonsumsi makanan berat saat mulai berbuka puasa. Anda bisa berbuka dengan buah kurma. Kurma mengandung karbohidrat dan gula yang bersifat kompleks yang dapat membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dan lancar.
2. Makan berat bisa Anda lakukan setelah sholat Maghrib.
3. Hindari makanan yang berlebihan. Kebanyakan orang yang berpuasa akan makan lebih banyak sebagai kompensasi kosongnya perut selama berpuasa. Hal ini sebaiknya harus dihindari.
4. Kurangi makanan berminyak dan goreng-gorengan. Makanan tersebut tidak disarankan karena selain mudah sekali diserap oleh tubuh, makanan tersebut dapat merangsang munculnya asam lambung.

Pada saat berpuasa, pola dan sistem pencernaan pada tubuh akan mengalami perubahan. Kebanyakan orang akan mengalami kesulitan menghadapi perubahan pola dalam tubuh ini pada minggu pertama bulan puasa.

Oleh karena itu, pada saat sahur Anda harus mengonsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks yang kaya akan serat. Hal ini disarankan karena karbohidrat kompleks akan terserap lebih lama oleh tubuh sehingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Jadikan puasa sebagai sarana untuk memperbaiki kesehatan Anda.

Mencegah Bau Mulut Saat Berpuasa

Sebentar lagi umat Islam dari seluruh dunia akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Namun ada satu hal yang bisa mengurangi kepercayaan diri seorang pada saat berpuasa, yaitu bau mulut. Ingin tahu cara mencegahnya?

Bau mulut secara medis disebut juga halitosis yang disebabkan oleh kebiasaan perawatan gigi yang buruk dan juga merupakan tanda masalah kesehatan lainnya. Bau mulut juga dapat disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan gaya hidup tidak sehat lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis pada saat berbuka puasa dapat menyebabkan nyeri terutama pada gigi berlubang dan berkontribusi pada bau mulut. Untuk menjaga kesegaran napas sepanjang hari dan kesehatan gigi diperlukan langkah-langkah untuk mempersiapkan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Nah, ada 5 hal yang bisa membantu mencegah bau mulut Anda pada saat berpuasa, yaitu :
1. Minum air putih yang cukup pada saat sahur dan berbuka untuk mencegah mulut kering. Salah satu penyebab bau mulut pada saat berpuasa disebabkan oleh mulut mengalami kekeringan akibat kurangnya cairan ludah (saliva).
2. Gosok gigi dan juga lidah secara menyeluruh setelah sahur. Dua sumber utama bau mulut ialah bakteri dan sisa makanan yang membusuk, maka dari itu diperlukan perawatan yang teratur dengan cara menyikat gigi, bisa juga menggunakan dental floss, untuk bisa menjangkau sisa makanan yang terselip di antara gigi.
3. Minum teh hijau tanpa gula saat berbuka puasa karena teh hijau diketahui memiliki kandungan zat polyphenol yang dapat membantu membunuh bakteri penyebab bau mulut.
4. Kurangi makanan yang mengandung banyak gula karena makanan manis bisa menyebabkan nyeri pada gigi berlubang sehingga dapat menimbulkan bau mulut.
5. Hindari makanan yang bisa memicu bau mulut seperti cokelat. Cokelat adalah makanan yang bersifat diuretik (merangsang pengeluaran urin). Akibatnya, mulut akan cepat mengalami kekeringan.

Well fitnes mania, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan jangan lupa tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut ya!

sportindo, June 2015