Obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskuler telah menjadi kondisi darurat medis dengan prevalensi meningkat di seluruh dunia. Pola makan secara umum merupakan salah satu faktor risiko yang dapat diubah, dan potensial cost effective dan mudah.

Komposisi karbohidrat suatu pola makan diketahui memiliki dampak terhadap kejadian dan terapi penyakit diabetes dan kardiovaskuler. Setiap jenis karbohidrat memiliki efek peningkatan kadar gula darah setelah makan yang berbeda-beda. Efek peningkatan kadar gula darah dinilai dengan indeks glikemik yang dibandingkan dengan standar glukosa atau white bread.

Fungsi endotel berhubungan erat dengan risiko kardiovaskuler, regulasi glukosa dan pola makan. Gangguan fungsi endotel merupakan patogenesis aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler, yang ditandai penurunan bioavailabilitas nitric oxide (NO), suatu vasodilator poten dan pencegah (inhibitor) agregasi dan adhesi platelet dengan efek anti inflamasi dan anti proliferatif. Fungsi endotel secara in vivo dapat dinilai dengan FMD (flow-mediated dilatation) pada arteri brakialis. FMD merupakan salah satu prediktor kuat kejadian kardiovaskuler. Beberapa faktor seperti resistensi insulin, diabetes, obat-obatan dan pola makan dapat mempengaruhi FMD.

Variabilitas kadar glukosa, bahkan pada individu dengan kadar glukosa normal, adalah faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko kejadian kardiovaskuler. Variabilitas glikemik yang dinilai dalam nilai CV% (coefficient of variability) subcutaneous glucose monitoring secara kontinu (CSGM – continous subcutaneous glucose monitoring) selama 48 jam menunjukkan bahwa nilai CV% tinggi pada individu non diabetes dengan sindrom metabolik. CSGM secara independen berkorelasi dengan fungsi endotel yang dinilai berdasarkan FMD arteri brakialis, meskipun pada individu nondiabetes. Pada penelitian terbaru, indeks glikemik suatu pola makan juga merupakan prediktor independen kadar gula darah dan variabilitas glikemik yang dinilai berdasarkan CSGM. Oleh karena itu, terbentuk hipotesis pola makan rendah indeks glikemik memiliki efek menguntungkan fungsi endotel pada pasien nondiabetes dengan peningkatan risiko kardiovaskuler (obesitas), akibat penurunan kadar gula darah dan juga variabilitas glikemik.

Sebuah penelitian terbaru dilakukan untuk menilai efek pola makan hipokalori indeks glikemik tinggi vs indeks glikemik rendah terhadap fungsi endotel. Sejumlah 40 pasien nondiabetes dengan risiko kardiovaskuler (obesitas) diikutkan dalam studi ini. Kriteri inklusi adalah pasien obesitas dengan BMI 25- 49,9 tanpa komplikasi diabetes. Pasien secara acak dibagi menjadi 2 kelompok dan diberi pola makan hipokalori yang berbeda. Kelompok 1 diberi pola makan hipokalori dengan jenis karbohidrat indeks glikemik tinggi, kelompok 2 diberi pola makan hipokalori dengan jenis karbohidrat indeks glikemik rendah. Pasien diberi asupan kalori 20 Kkal/kgBB/hari dengan maksimum kalori harian 2000 Kkal/hari. Terapi hipokalori diberikan selama 3 bulan.

Berikut hasil studi tersebut:
1. Perbaikan keadaan obesitas (penurunan berat badan, total lemak tubuh, BMI) terjadi pada kedua kelompok pasca terapi (p<0,05).
2. Parameter darah (kadar glukosa, kolesterol, insulin, trigliserida) pascaterapi lebih baik dibandingkan dengan basal pada kedua kelompok (p<0,05).
3. Tekanan darah sistolik secara bermakna lebih rendah setelah terapi dibandingkan dengan basal pada kedua kelompok (p<0,05).
4. FMD lebih baik secara bermakna pada kelompok pola makan indeks glikemik rendah dibandingkan pola makan indeks glikemik tinggi (p<0,05).
5. Nilai CV% secara bermakna lebih baik pada kelompok pola makan indeks glikemik rendah dibandingkan dengan kelompok pola makan indeks glikemik tinggi (p<0,05).

Simpulannya, pasien nondiabetes dengan sindrom metabolik (obesitas) yang memiliki disfungsi endotel dan CV% buruk dapat diperbaiki dengan pola makan hipokalori dengan kandungan karbohidrat indeks glikemik rendah.

REFERENSI:
1. Buscemi S, Cosentino L, Rosafio G, Morgana M, Mattina A, Sprini D, et al. Effects of hypocaloric diets with different glycemic indexes on endothelial function and glycemic variability in
overweight and in obese adult patients at increased cardiovascular risk. Clin Nutr. 2013;32(3):346-52.
2. Gopinath B, Flood VM, Rochtchina E, Baur LA, Smith W, Mitchell P. Influence of high glycemic index and glycemic load diets on blood pressure during adolescence. Hypertension
2012;59(6):1272-7.
3. Yeboah J, Crouse JR, Hsu FC, Burke GL, Herrington DM. Brachial flow-mediated dilation predicts incident cardiovascular events in older adults: the Cardiovascular Health Study. Circulation 2007;115(18):2390-7.

CDK-214 / vol. 41 no. 3, th. 2014

loading...