Penelitian menunjukkan aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan kualitas tidur.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kurang tidur merupakan salah satu epidemi kesehatan masyarakat, dengan statistik yang mencakup sekitar 20% dari orang dewasa Amerika memiliki gangguan tidur, 30% orang dewasa mendapatkan kurang dari enam jam tidur per malam, dan lebih dari 30% dari remaja tidak mendapatkan cukup tidur setiap malam. Konsekuensi dari kurang tidur tidak hanya menghabiskan hari dengan menguap atau membutuhkan tidur siang, kecelakaan industri, kecelakaan kendaraan bermotor, dan kesalahan medis telah dikaitkan dengan kekurangan tidur karena seseorang tertidur sengaja saat mengemudi atau bekerja dan memiliki kesulitan melakukan tugas.

Kurang tidur juga memberikan kontribusi untuk peningkatan risiko penyakit kronis (misalnya, diabetes, hipertensi, obesitas), depresi, kanker, dan kematian. Sementara insufisiensi tidur dapat disebabkan oleh apnea tidur obstruktif dan insomnia dari penyebab medis lainnya, kebanyakan orang Amerika dipengaruhi oleh jadwal sibuk bekerja, kewajiban keluarga, dan akses konstan produk teknologi.

CDC, National Sleep Foundation, dan banyak organisasi kesehatan lainnya telah mengumpulkan tips tidur higienis yang telah dipublikasikan secara luas di outlet berita konsumen dengan harapan bahwa Amerika akan memenuhi kebutuhan untuk tidurnya dengan lebih serius. Menghindari kafein, alkohol, makan berlebihan, dan penggunaan teknologi sebelum tidur yang paling sering direkomendasikan tetapi tidak dapat dengan mudah dipatuhi karena pengaruh gaya hidup dan kendala waktu.

Sebagai contoh, cukup sulit untuk menghindari "makan besar" setelah anda selesai kerja shift malam, misalnya pulang kerja jam 20.00 malam, padahal ini hanya menyisakan beberapa jam sebelum tidur. Dan "keterhubungan" melalui penggunaan teknologi telah menjadi trend sosial dan pekerjaan rutinitas, sehingga memeriksa teks dan e-mail sekarang menjadi ritual setiap malam.

Hubungan Olahraga dan Tidur

Rekomendasi lain yang umum yaitu untuk menghindari olahraga berat di malam hari; sulit tidur telah dikaitkan dengan dengan latihan berat terlalu dekat dengan waktu tidur. Namun, ternyata rekomendasi ini terbukti tidak benar dan telah dibantah oleh beberapa studi, yang merupakan kabar baik bagi mereka yang melakukan senam malam baik dengan preferensi ataupun kebutuhan. Dan, pengaruh olahraga teratur dalam meningkatkan kualitas tidur juga telah terbukti.

Penelitian tentang olahraga dan hubungannya dengan kurang tidur dan kualitas tidur telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah ini terdapat beberapa hasil studi terbaru yang mungkin relevan untuk banda yang memiliki masalah tidur:

  • Sebuah studi elektroensefalografik tahun 2014 dan survei terhadap 52 orang dewasa yang sehat menemukan bahwa latihan berat sebelum tidur dikaitkan dengan tidur lebih pulas, waktu yang lebih pendek untuk memulai tidur, dan terbangun malam hari lebih sedikit. Para penulis menyimpulkan bahwa pada orang dewasa yang sehat, olahraga berat sebelum tidur dapat mengakibatkan pola tidur yang lebih baik.

  • Sebuah penelitian berupa jajak pendapat tahun 2013 terhadap 1.000 orang dewasa yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menemukan bahwa dilaporkan metrik tidur seperti kualitas tidur dan durasi tidak berbeda yang diakibatkan olahraga pagi vs olahraga malam yang moderat sampai berat. Senam pagi lebih mungkin untuk melaporkan kualitas tidur yang baik dan kurang mungkin untuk melaporkan bangun merasa tidak segar.

  • Pada 2014, penelitian secara acak pada 127 manula berkursi roda yang berpartisipasi dalam program olahraga ternyata mendapatkan tidur yang lebih panjang, efisiensi tidur yang lebih baik, dan depresi berkurang pada tiga bulan dan enam bulan.

  • Sebuah studi tahun 2011 terhadap lebih dari 2.600 orang dewasa berusia 18-85 tahun menemukan bahwa setidaknya 150 menit latihan mingguan dapat meningkat kualitas tidur secara signifikan.


Selain olahraga biasa seperti senam aerobik, dll, olahraga "pikiran" seperti tai chi, qi gong, dan yoga juga mulai dipelajari pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas tidur. Terdapat bukti yang menunjukkan bahwa berlatih olahraga "pikiran" seperti ini dapat meningkatkan kualitas tidur pada para lansia, pasien kanker, dan pasien penyakit Parkinson.

Bukti ilmiah bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur adalah hal penting. Jutaan orang Amerika mengabaikan kekurangan tidur atau beralih ke obat-obatan untuk mengatasinya. Obat tidur berhubungan dengan beberapa efek samping, beberapa sangat serius. Menambahkan latihan adalah modifikasi gaya hidup yang mudah dan alternatif nonpharmaceutical yang harus diresepkan lebih sering untuk mengatasi kurang tidur. Dan, tidak seperti obat tidur, yang mungkin kontraindikasi bagi banyak individu karena kondisi medis atau obat-obatan lain, olahraga dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran individu dan kebutuhan medis.