Selain kandungan gizi utama berupa karbohidrat, serat pangan, vitamin dan mineral, daging buah mangga pun mengandung sejumlah zat fitokimia yang memiliki peran positif bagi kesehatan tubuh.

Penelitian yang melibatkan hewan (tikus) dilakukan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Edralin Lucas (Profesor asosiasi ilmu-ilmu gizi di College of Human Enviromental Sciences, Oklahoma State University) menemukan bahwa mangga dapat membantu untuk menurunkan persen lemak tubuh dan mengontrol gula darah.

Menurut Lucas, mangga mengandung serat pangan yang tinggi, vitamin A dan C, serta mineral dan senyawa fitokimia lainnya. Selain itu, mangga memiliki pengaruh yang positif terhadap lemak tubuh, lemak darah dan gula darah, dan tidak memiliki pengaruh yang negatif terhadap tulang seperti yang sering terjadi jika menggunakan obat-obatan seperti rosiglitazone (obat penurun kadar gula darah).

Hasil studi menunjukkan bahwa mangga dapat mengurangi tingkat sirkulasi hormon leptin. Hormon leptin adalah hormon yang diproduksi oleh sel lemak dan kandungan dalam darah berbanding lurus dengan kandungan lemak tubuh. Semakin banyak timbunan lemak tubuh maka kadar leptin dalam tubuh pun ikut meningkat.

Leptin juga berpengaruh dalam pengaturan nafsu makan dan energi yang masuk dan keluar. Hewan percobaan tikus yang diberi makan makanan tinggi lemak yang mengandung mangga ternyata memiliki leptin yang lebih sedikit dibandingkan dengan tikus yang diberi makan makanan tinggi lemak saja.

Penelitian lain yang dipimpin oleh Dr. Carol E. O’Neil dari Lousiana State of University’s Agricultural Center juga menunjukkan total asupan gula pada kelompok yang mengonsumsi mangga lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi mangga, akan tetapi jumlah gula yang ditambahkan lebih sedikit.

Pada orang dewasa asupan total lemak, lemak jenuh dan kolesterol lebih sedikit rendah pada kelompok yang mengonsumsi mangga. Kelompok yang mengonsumsi mangga mendapat asupan vitamin A, C, B6, kalsium, kalium, dan magnesium yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi mangga. Asupan karbohidrat dan serat pangan pada kelompok yang mengonsumsi mangga lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi mangga.

Sebaliknya asupan sodium lebih rendah pada kelompok yang mengonsumsi mangga dibandingkan dengan yang tidak. Healthy Eating Index pada kelompok yang mengonsumsi mangga memiliki nilai yang lebih tinggi yang berarti bahwa kelompok tersebut secara keseluruhan memiliki kualitas diet yang lebih baik.

Beberapa parameter fisiologis yang diukur seperti berat badan, tekanan darah, dan lemak darah menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi mangga memiliki berat badan yang lebih rendah, namun tidak terlalu berbeda dari segi tekanan darah dan lemak darah. Salah satu hasil penelitian menunjukkan tingkat CRP (C-Reactive Protein) lebih rendah pada kelompok yang mengonsumsi mangga dibandingkan dengan kelompok yang tidak mengonsumsi mangga.

CRP adalah penanda inflamasi yang dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit inflamasi lainnya. Semakin tinggi tingkat CRP dalam tubuh maka semakin tinggi risiko terkena penyakit kardiovaskular dan indikasi adanya inflamasi atau infeksi aktif.

# sportindo

loading...