Penelitian terakhir menunjukkan ekstrak teh hijau memiliki keuntungan memperbaiki gangguan fungsi kognitif pada manusia. Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi ekstrak teh hijau dapat memperbaiki daya ingat dan perhatian pasien gangguan kognitif ringan. Selain itu, sebuah uji preklinik (pada mencit) menunjukkan konsumsi bahan makanan tinggi flavonoid, seperti teh hijau, dapat menurunkan gangguan kognitif yang disebabkan oleh beta-amyloid pada mencit Alzheimer. Uji preklinik ini menunjukkan potensi terapi demensia.

Sebuah studi lain pada tahun 2006, juga menunjukkan konsumsi teh hijau dosis tinggi dapat menurunkan angka kejadian gangguan kognitif pada pasien lanjut usia, didukung oleh dua penelitian lain pada tahun 2008 dan 2010.

Sebuah penelitian terbaru pada tahun 2012 juga menunjukkan perbaikan fungsi kognitif berdasarkan hasil fMRI (funtional magnetic resonance imaging) pada konsumsi teh hijau. Studi ini menunjukkan peningkatan aktivasi otak bagian fronto-parietal, khususnya korteks kanan pada saat memproses daya ingat (working memoryWM) yang dinilai dengan N-back task setelah pemberian ekstrak teh hijau.

Berdasarkan penelitian ini, dikemukakan hipotesis peningkatan kognitif karena peningkatan konektivitas antara korteks frontal dan parietal yang lebih efektif dengan meningkatkan aktivitas bagian prefrontal.

Sebuah penelitian terbaru acak dan tersamar ganda dilakukan terhadap 12 sukarelawan sehat untuk menilai efek konektivitas korteks frontal dan parietal pada proses WM setelah pemberian ekstrak teh hijau yang dinilai menggunakan fMRI dan N-back task. Sukarelawan secara acak dibagi menjadi 2 kelompok dan menerima 250 mL atau 500 mL minuman berbahan dasar whey dengan kandungan ekstrak teh hijau 13,75 atau 27,5 g, atau minuman berbahan dasar whey tanpa ekstrak teh hijau sebagai kontrol.

Contoh 1 N-back task

Berikut hasil studi tersebut:
1. Terdapat perbaikan performa N-back task yang lebih baik secara bermakna pada kelompok ekstrak teh hijau jika dibandingkan dengan kontrol yang dinilai berdasarkan sensitivity index (p < 0,05).



2. Peningkatan modulasi konektivitas disebabkan oleh WM dari superior parietal lobule (SPL) ke middle frontal gyrus (MFG) pada kelompok ekstrak teh hijau secara bermakna jika dibandingkan kontrol (p = 0,030).

Simpulannya, pemberian minuman berbahan dasar whey dengan kandungan tambahan ekstrak teh hijau meningkatkan konektivitas fungsional antara korteks parietal dan frontal pada sukarelawan sehat. Studi ini juga menunjukkan adanya peningkatan fungsi performa kognitif dengan pemberian ekstrak teh hijau. Perlu studi lanjutan secara spesifik pada kelompok pasien dengan gangguan kognitif, seperti demensia.

Rekomendasi: Dapat dikembangkan nutrisi dengan kandungan lengkap dan seimbang dengan penambahan ekstrak teh hijau untuk membantu meningkatkan performa kognitif di usia lanjut.

REFERENSI:
1. Schmidt A, Hammann F, Wölnerhanssen B, Meyer-Gerspach AC, Drewe J, Beglinger C, et al. Green tea extract enhances parieto-frontal connectivity during working memory processing.
Psychopharmacology 2014. DOI: 10.1007/s00213-014-3526-1.
2. Williams RJ, Spencer JP. Flavonoids, cognition, and dementia: actions, mechanisms, and potential therapeutic utility for Alzheimer disease. Free Radic Biol Med. 2012;52(1):35–45.

CDK 219 / 2014

loading...