Hepatitis C adalah salah satu penyebab infeksi kronik hati yang banyak terjadi dan menjadi penyebab utama kanker hati di dunia. Diperkirakan terdapat 170 juta orang mengidap hepatitis C di dunia dan di Indonesia diperkirakan terdapat 7 juta pengidap hepatitis C. Diperkirakan 5-20 % dari pengidap hepatitis C akan berakhir dengan sirosis serta 1-5% berakhir dengan kanker hati. Hepatitis C ada 6 genotip (Genotip 1,2,3,4,5 dan 6) dimana infeksi genotip 1 adalah yang paling banyak terjadi dan juga respons terapinya paling buruk di antara 6 genotip.1

Menurut panduan AASLD (American Academy for the Study of Liver Disease) sebelumnya yaitu tahun 2011, tujuan utama pengobatan hepatitis C adalah untuk mencapai Sustained Viral Response (HCV RNA tidak terdeteksi 24 minggu setelah pengobatan selesai). Untuk mencapai tujuan ini, maka rekomendasi AASLD tahun 2014 adalah menggunakan kombinasi antara pegylated interferon + ribavirin.

Akan tetapi, kombinasi ini masih ada beberapa kekurangan karena hanya menghasilkan SVR24 sebanyak 46% untuk genotip 1 dan 86% untuk genotip 2 atau 3. Kombinasi baru pegylated interferon + ribavirin + protease inhibitor (boceprevir dan telaprevir) dapat mencapai SVR24 75% dan 92% masing-masing. Selain itu, pengobatan menggunakan pegylated interferon berkaitan dengan beberapa efek samping dan membutuhkan pemberian secara intravena sehingga mengurangi tolerabilitas.2

Pada bulan Februari 2014 AASLD bersama IDSA mengeluarkan update panduan baru cara pengobatan hepatitis C. Ada beberapa perubahan dalam panduan ini. Salah satu perubahannya adalah masuknya sofosbuvir dalam rekomendasi pengobatan genotip 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Sofosbuvir adalah obat oral yang mekanisme kerjanya dengan menghambat NS5B (NS5B Inhibitor). Selain itu perubahan lain yang cukup bermakna adalah telaprevir dan boceprevir tidak lagi direkomendasikan untuk pengobatan hepatitis C genotip 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Pengobatan untuk Pasien Baru yang belum pernah berobat Hepatitis C

Genotip 1

  • Untuk pasien baru yang dapat mentoleransi Pegylated Interferon, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) ditambah pegylated interferon selama 12 minggu, untuk semua subtipe.
  • Untuk pasien baru yang tidak dapat mentoleransi Pegylated Interferon, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah simeprevir 150 mg per hari dengan atau tanpa ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg), untuk semua subtipe.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan untuk menggunakan kombinasi antara pegylated interferon ditambah ribavirin dengan atau tanpa telaprevir atau boceprevir selama 24 atau 48 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan monoterapi pegylated interferon atau monoterapi ribavirin atau monoterapi direct acting antiviral (telaprevir, boceprevir, simeprevir atau sofosbuvir).


Genotip 2

  • Untuk semua pasien baru, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) selama 12 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi pegylated interferon ditambah ribavirin selama 24 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan monoterapi pegylated interferon atau monoterapi ribavirin atau monoterapi direct acting antiviral (telaprevir, boceprevir, simeprevir atau sofosbuvir).
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi telaprevir, boceprevir atau simeprevir.


Genotip 3

  • Untuk semua pasien baru, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) selama 24 minggu.
  • Untuk semua pasien baru, sebagai alternatif dapat menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) ditambah pegylated interferon sekali seminggu selama 12 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi pegylated interferon ditambah ribavirin selama 24 sampai 48 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan monoterapi pegylated interferon atau monoterapi ribavirin atau monoterapi direct acting antiviral (telaprevir, boceprevir, simeprevir atau sofosbuvir).
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi telaprevir, boceprevir atau simeprevir.


Genotip 4

  • Untuk pasien baru yang dapat mentoleransi pegylated interferon, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) ditambah pegylated interferon sekali seminggu selama 12 minggu.
  • Untuk pasien baru yang tidak dapat mentoleransi pegylated interferon, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) selama 24 minggu.


Tabel 1 Panduan pengobatan lini pertama untuk pasien Hepatitis C yang belum pernah mendapat pengobatan sebelumnya

  • Untuk pasien baru yang dapat mentoleransi pegylated interferon, sebagai alternatif dapat menggunakan kombinasi simeprevir 150 mg per hari selama 12 minggu ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) ditambah pegylated interferon sekali seminggu selama 24 sampai 48 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi pegylated interferon ditambah ribavirin selama 24 sampai 48 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan monoterapi pegylated interferon atau monoterapi ribavirin atau monoterapi direct acting antiviral (telaprevir, boceprevir, simeprevir atau sofosbuvir).
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi telaprevir atau boceprevir.


Genotip 5 dan 6

  • Untuk semua pasien baru, direkomendasikan menggunakan kombinasi sofosbuvir 400 mg per hari ditambah ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) ditambah pegylated interferon sekali seminggu selama 12 minggu.
  • Untuk semua pasien baru, sebagai alternatif dapat digunakan kombinasi ribavirin (1000 mg per hari untuk berat badan kurang dari 75 kg dan 1200 mg per hari untuk berat badan lebih dari 75 kg) selama 48 minggu.
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan monoterapi pegylated interferon atau monoterapi ribavirin atau monoterapi direct acting antiviral (telaprevir, boceprevir, simeprevir atau sofosbuvir).
  • Untuk pasien baru, tidak direkomendasikan menggunakan kombinasi telaprevir atau boceprevir.


Rangkuman
1. Sofosbuvir yang baru saja mendapat izin edar FDA pada bulan Desember 2013, saat ini menjadi lini pertama pengobatan hepatitis C genotip 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.
2. Kombinasi pegylated inferferon + ribavirin tidak lagi direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama pada genotip 2.
3. Kombinasi pegylated inferferon + ribavirin masih menjadi pengobatan alternatif pada genotip 3.
4. Kombinasi pegylated inferferon + ribavirin masih menjadi pengobatan lini pertama pada genotip 1, 4, 5 dan 6.
5. Telaprevir dan boceprevir saat ini tidak lagi direkomendasikan untuk semua genotip.

Simpulan

Perubahan paling bermakna dari panduan pengobatan hepatitis C dari AASLD Februari 2014 ini ada 2 yaitu pertama telaprevir dan boceprevir tidak lagi direkomendasikan untuk pengobatan hepatitis C genotip 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Kedua, saat ini kombinasi sofosbuvir direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama pada genotip 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.

Sofosbuvir adalah obat oral yang termasuk golongan NS5B inhibitor. Nama dagangnya adalah Sovaldi (diproduksi oleh Gilead Sciences, USA), baru mendapat izin edar oleh FDA pada Desember 2013 dan saat ini telah menjadi rekomendasi lini pertama untuk semua genotip.

Saat ini Gilead Sciences juga telah mengajukan registrasi FDA untuk kombinasi sofosbuvir + ledipasvir oral fixed dose untuk indikasi pengobatan hepatitis C tanpa pegylated interferon dan tanpa ribavirin. Diperkirakan izin edar FDA untuk kombinasi sofosbuvir + ledipasvir akan keluar pada pertengahan 2014. Ledipasvir adalah obat oral yang termasuk golongan NS5A inhibitor. Bila digunakan secara kombinasi dengan sofosbuvir selama 8 minggu, mampu mencapai mencapai 94 % SVR12 pada Hepatitis C genotip 1, tanpa pegylated interferon dan tanpa ribavirin.4

REFERENSI:
1. Hepatitis C. 2013 Nov 25 [cited 2013 Nov 28]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/177792-overview
2. Swan T, Curry J. Comment on the updated AASLD practice guidelines for the diagnosis, management, and treatment of hepatitis C: treating active drug users. Hepatol Baltim Md. 2009 Jul;50(1):323–324; author reply 324–325.
3. American Association for the Study of Liver Diseases. Recommendations for Testing, Managing, and Treating Hepatitis C [Internet]. 2014 [cited 2014 Feb 24]; Available from: http://www.hcvguidelines.org
4. Press Announcements - FDA approves Sovaldi for chronic hepatitis C [Internet]. [cited 2014 Jan 2]. Available from: http://www.fda.gov/newsevents/newsroom/pressannouncements/ucm377888.htm

Sumber: CDK

loading...