Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang sudah sangat dikenal masyarakat sebagai bumbu masakan. Seluruh bagian tanaman meliputi buah, biji, dan daun, bahkan akarnya dapat dimanfaatkan. Selain bijinya yang sering dijadikan sebagai bumbu masakan, daun ketumbar juga ternyata mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Khasiat daun ketumbar ini dikarenakan karena daun ketumbar mengandung senyawa-senyawa kimia yang dikenal mampu mencegah berbagai macam penyakit, di antaranya senyawa geraniol, myrcene, ocimene, skopoletin, kamfena, felandren, trantridecen, dekanal, p-simena, oktadasenat, sabinene, desilaldehida, a-terpinene, asam petroselinat, asam d-mannite, dan linalool.

Ketumbar merupakan tanaman semusim, dapat tumbuh hingga ketinggian 50 cm, dan daunnya mirip dengan daun seledri. Bunganya kecil berwarna putih atau merah jambu pudar, dan buahnya berbentuk bundar. Buahnya yang kecil dikeringkan dan diperdagangkan, baik digerus maupun tidak. Bentuk yang tidak digerus mirip dengan lada, seperti biji kecil-kecil berdiameter 1-2 mm.

Dalam perdagangan obat, ketumbar dinamakan fructus coriandri. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai coriander dan di Amerika dikenal sebagai cilantro. Tumbuhan ini berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia. Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu berupa biji berbentuk butiran beraroma keras yang dinamakan ketumbar. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih nyata.

Kandungan zat gizi dalam 100gr ketumbar adalah:

  • Energi = 404 kkal
  • Protein = 14,1 gr
  • Lemak = 16,1 gr
  • Karbohidrat = 54,2 gr
  • Kalsium = 630 mg
  • Fosfor = 370 mg
  • Zat Besi = 18 mg
  • Vitamin A = 1570 IU
  • Vitamin B1 = 0,2 mg
  • Bagian yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100%


Pemanfaatan daun ketumbar untuk obat luar dan obat dalam dapat dilakukan dengan cara ditumbuk sampai halus dan direbus. Untuk obat luar, setelah ditumbuk halus daun lalu dicampur dengan bahan ramuan lainnya, seperti bawang merah, kunyit, dan cengkeh. Ramuan tersebut kemudian dicampur dengan menggunakan air dan diletakkan pada bagian yang sakit. Sedangkan untuk obat dalam, daun ketumbar harus direbus terlebih dahulu. Kemudian air hasil rebusan disaring dan diminum secara rutin. Air rebusan tersebut juga dapat ditambahkan berbagai bahan campuran untuk mengurangi rasa pahitnya, contohnya ditambah gula aren, madu, dan kayu manis.

Berikut beberapa khasiat daun ketumbar untuk kesehatan:

Antibiotik alami

Daun ketumbar dapat dijadikan antibiotik alami untuk mengatasi berbagai masalah gangguan pencernaan, seperti diare yang disebabkan oleh bakteri patogen. Hal ini karena daun ketumbar mengandung senyawa kimia terutama jenis borneol dan cilantro yang mampu membunuh bakteri E. coli, yaitu patogen penyebab diare.Khasiat daun ketumbar tidak sebatas itu saja, sebagai antibiotik alami daun ketumbar juga mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti radang lambung, campak, pusing, flu, wasir, tekanan darah tinggi, masuk angin, radang payudara, muntah-muntah, bahkan lemah syahwat.

Antioksidan

Banyak penelitian yang telah mengungkapkan bahwa daun ketumbar memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi daripada bijinya. Hal ini dikarenakan senyawa asam kafeat dan asam klorogonik yang mampu menghambat radikal bebas yang dapat mengakibatkan oksidasi, khususnya terhadap kulit. Oleh sebab itu, jika sering mengkonsumsi daun ketumbar dalam menu diet harian dapat melindungi kulit dari kerutan akibat proses oksidasi radikal bebas yang sangat berbahaya.

Antikolesterol

Khasiat daun ketumbar berikutnya adalah dapat menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL dalam darah. Kandungan terpenting dari daun ketumbar yang berfungsi sebagai antikelosterol ini adalah flavonoid. Flavonoid ini bekerja dengan menghambat penyerapan lemak jenuh dari makanan oleh tubuh, kemudian dalam hati lemak jenuh tersebut di ikat dengan senyawa flavonoid dan dibuang langsung tanpa diserap melalui peredaran darah. Disamping itu, daun ketumbar juga berfungsi sebagai penetral racun-racun yang terdapat dalam darah, sehingga disebut sebagai bahan pencuci darah alami (blood cleanser).

Terapi relaksasi

Seperti halnya dengan coklat, daun ketumbar juga mengandung senyawa kaemferol yang dapat merangsang peningkatan pembentukan senyawa serotonin dan dopamin yang dapat menimbulkan rasa senang. Hal ini sangat berguna untuk mengatasi masalah stres secara alami tanpa menggunakan obat-obatan antidepresi. Selain itu, senyawa tersebut juga dapat mempercepat pembakaran glukosa menjadi energi sehingga tidak banyak sisa karbohidrat yang disimpan oleh tubuh menjadi lemak.

Khasiat ketumbar lainnya

Selain daunnya, biji ketumbar juga telah dimanfaatkan sebagai herbal untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, antara lain:

Mengatasi anemia

Kandungan zat besi dalam ketumbar dapat membantu mengatasi anemia.

Membantu sistem pencernaan

Kandungan minyak esensial ketumbar dapat membantu proses sekresi enzim dan cairan pencernaan di dalam perut, merangsang proses pencernaan dengan meningkatkan gerakan peristaltik di saluran pencernaan, dan mengatasi anoreksia.

Mengatasi bengkak

Cineole, salah satu dari 11 komponen minyak esensial dan asam linoleat yang terdapat dalam ketumbar, memiliki khasiat antirematik dan anti-artriti. Dengan demikian, ketumbar dapat digunakan untuk mengatasi bengkak akibat rematik dan arthritis.

Mengatasi diare

Komponen borneol dan linalool dalam ketumbar membantu proses pencernaan, meningkatkan fungsi hati, dan membantu proses pengikatan massa feses pada usus. Komponen lain seperti cineol, limonene, alpha-pinene dan beta-phelandrene memiliki aktivitas antibakteri sehingga berkhasiat dalam mengatasi diare yang disebabkan oleh bakteri.

Menjaga siklus menstruasi

Ketumbar secara alami dapat merangsang dan membantu keteraturan sekresi hormon dari kelenjar endokrin, sehingga bermanfaat dalam menjaga keteraturan menstruasi serta mengurangi rasa sakit yang mungkin muncul.

Kurangi kadar gula darah

Efek stimulasi cumin pada kelenjar endokrin akan meningkatkan sekresi insulin dari pankreas. Dengan demikian, gula diubah glikogen, sehingga kadar gula darah yang tinggi bisa turun ke level normal.

Melindungi hati

Ketumbar dapat mengatasi inflamasi atau peradangan, kejang, ekspektoran, melindungi hati, anti-karsinogenik, anti-konvulsan, antihistamin, dan hipnotik. Selain itu, ketumbar juga dapat bertindak sebagai afrodisiak alami jika dikombinasikan dengan tanaman herbal lainnya.

Mengatasi jerawat

Jus ketumbar dicampur dengan serbuk kunyit merupakan ramuan untuk masalah jerawat, flek dan kulit kering. Campuran herbal ini dioleskan pada wajah setelah mencuci muka sebelum tidur.

Anti osteoporosis

Kandungan vitamin K yang tinggi dalam ketumbar dikatakan berguna dalam perlindungan terhadap osteoporisis melalui cara pencegahan pengaktifan sel-sel yang dikenal sebagai osteoclasts, yaitu sel yang berfungsi menghancurkan jaringan tulang yang mati.

Menurunkan kadar gula darah

Percobaan pada hewan menunjukkan bahwa ketumbar mampu menurunkan kadar gula dalam tekanan darah.

Anti arthritis

Di India, ketumbar telah digunakan sebagai anti radang untuk arthritis dan penyakit lainnya dalam praktek pengobatan Ayurveda selama bertahun-tahun.

Demikian khasiat daun dan biji ketumbar, dikumpulkan dari berbagai sumber. Selalu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakan pengobatan herbal.