Oksigen terdapat di dalam udara normal dan sangat penting bagi penghidupan dan pembakaran. Manusia dapat bernafas dan bekerja dengan baik kalau udara mengandung kurang lebih 21% oksigen. Di dalam udara yang mengandung 17% oksigen, manusia akan bernafas lebih dalam dan cepat.

Gejala atau akibat menurunnya kadar oksigen pada angka 15% adalah perasaan tidak menentu, kadangkala telinga merasakan seperti terngiang-ngiang, pusing kepala dan jantung berdebar-debar. Gejala tersebut makin terasa berat dengan menurunnya kadar oksigen sampai ke 10%. Pada umumnya manusia tidak sampai jatuh pingsan sampai kadar oksigen 13%. Gejala atau efek negatif akan semakin parah jika kadar oksigen turun sampai angka 7%.

Kadar oksigen di bawah 6%, manusia akan mengalami sangat sesak nafas dan pada beberapa menit dapat memberhentikan denyut jantung. Prosentase oksigen 6% ini disebut fatal point untuk oksigen.

Pada konsentrasi 20% atau 21% tidak ada efek negatif pada manusia, bahkan oksigen murni pun tidak menunjukkan gejala-gejala yang berarti, asalkan tekanannya tidak melebihi yang sudah ditentukan. Sebagai contohnya pada "self contained oxygen breathing apparatus" tidak menunjukkan efek negatif pada waktu dipergunakan.

Tetapi pada tekanan kurang lebih 2 atmosfir, dapat mengakibatkan gejala atau efek negatif yakni rasa nyeri pada paru-paru. Gejala keracunan oksigen pada tekanan tinggi ini selanjutnya ialah kejang-kejang yang tiba-tiba pada kepala, leher, rasa mual sampai kadang-kadang pernafasan berhenti sementara.

Gejala keracunan seseorang bergantung kepada kekuatan fisik masing-masing sehingga batas-batas safety sebaiknya hanya ditentukan oleh waktu saja. Batas waktu manusia yang tidak menunjukkan gejala-gejala akan efek negatif tekanan oksigen adalah:

  • Tekanan oksigen 1 atmosfir: 7-40 jam
  • Tekanan oksigen 2 atmosfir: 0,75 - 3 jam
  • Tekanan oksigen 3 atmosfir: 0,5 - 2 jam
  • Tekanan oksigen 4 atmosfir: 0,2 - 0,7 jam
loading...