Aflatoksin adalah kelompok racun yang dihasilkan oleh strain tertentu jamur Aspergilus flafus dan Aspergilus parasiticus. Jamur ini secara alami terdapat di dalam tanah dan dapat menyerang biji kacang tanah bila suhu dan kelembabannya mendukung (suhu 25°C - 30°C, kelembaban 85%). Selain pada kacang tanah, jamur Aspergillus spp juga dapat menghasilkan aflatoksin pada jagung, beras, singkong, kacang-kacangan, cabai dan rempah-rempah.

Aflatoksin membahayakan kesehatan manusia dan ternak. Mengkonsumsi makanan berkadar aflatoksin tinggi dalam jangka pendek dapat menyebabkan “keracunan akut” dan mengakibatkan kerusakan hati, serta pada kasus serius menimbulkan kematian. Pada konsumsi dosis menengah hingga rendah dalam jangka panjang “keracunan kronis” menyebabkan kanker hati (karsinogenik), menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit, mengganggu metabolisme protein dan mengganggu ketersediaan gizi-mikro. Aflatoksin juga dapat menghambat pertumbuhan anak dan mengganggu janin jika dikonsumsi wanita hamil.

Unggas (seperti ayam, itik) paling rentan terhadap alflatoksin, sehingga pada kadar relatif rendah sudah dapat mengganggu pertumbuhan, menurunkan produksi telur dan menurunkan ketahanan terhadap penyakit. Hewan pemamah biak (seperti domba, dan sapi) agak tahan terhadap kadar aflatoksin yang lebih tinggi, namun kontaminasi aflatoksin secara kronis dapat menurunkan berat badan dan produksi susu, mengurangi kesuburan, menyebabkan aborsi dan mengganggu kesehatan anak sapi yang dilahirkan.

Melihat resiko tersebut, maka menangkal aflatoksin di tingkat usaha tani sangat diperlukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut:

1. Lakukan pengairan secukupnya terutama selama empat minggu menjelang panen

Deraan kekeringan menjelang saat panen meningkatkan resiko terkontaminasi aflatoksin. Tanaman yang tercekam kekeringan akan menghasilkan lebih banyak polong retak, yang memudahkan jamur menginfeksi biji. Bila pengairan tersedia, sebaiknya tanaman setiap 7-10 hari diairi untuk menghindari kekurangan air.

2. Rawat tanaman agar tetap sehat

Tanaman yang sehat lebih tahan terhadap serangan jamur. Oleh karena itu, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan sesuai anjuran. Hindari kerusakan polong akibat serangan hama tanah (misalnya lundi, dan rayap) yang selanjutnya akan mengakibatkan meningkatnya serangan jamur. Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman musim sebelumnya karena merupakan sumber penularan penyakit.

3. Panen tepat waktu

Kacang tanah hendaknya dipanen pada umur masak optimum. Penundaan panen, khususnya pada kondisi kekeringan, akan meningkatkan kontaminasi aflatoksin. Apabila diperkirakan akan terjadi kekeringan dan cuaca yang panas menjelang panen, sebaiknya tanaman dipanen lebih awal (1-2 minggu).