Debu merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang umum dijumpai di lingkungan kita, terutama di daerah industri. Debu yang berasal dari industri rata-rata beurkuran kecil 0,5 sampai 3 mikron, makin kecil ukurannya makin aktif secara kimia.

Berdasarkan efeknya, ada dikenal beberapa jenis debu antara lain pullimonory dusts yang berbahaya pada sistemn pernafasan seperti debu silica dan asbestos; debu yang beracun misalnya arsen, uranium, dan merkuri; debu yang dapat meledak (explosive dusts) misalnya debu asal batubara dan debu dari bijih sulphide.

Akumulasi debu yang masuk dan akhirnya mengendap di paru-paru dapat menimbulkan penyakit yang disebut pneumokoniosis. Gejala pneumokoniosis adalah batuk kering, nafas sesak, sering lelah, berat badan menurun dan banyak dahak.

Ada beberapa jenis pneumokoniosis yaitu:

1. Silikosis

Penyakit ini disebabkan oleh penimbunan debu-debu silika dalam paru-paru, biasanya silikosis ini terdapat pada pekerja-pekerja di perusahaan pertambangan timah, tambang granit, dan tambang-tambang lainnya yang daerah operasinya adalah pada batuan asam. Masa inkubasinya tergantung pada banyaknya debu silika yang tertimbun dalam paru-paru, biasanya masa inkubasinya itu 2-4 tahun.

Silikosis tingkat 1 (ringan) gejalamya adalah : nafas sesak dan makin lama makin berat, gangguan pada kemampuan kerja sedikit sekali atau bahkan tidak ada. Silikosis tingkat 2 (sedang) gejalanya : sesak nafas agak berat sehingga mengganggu kemampuan kerja. Silikosis tingkat 3 (berat) gejalanya : sesak nafas berat, sehingga pekerja tidak mampu menjalankan tugasnya lagi.

Pencegahan silikosis :

  • Ventilasi tambang yang baik dan cukup.
  • Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja secara rutin.
  • Bahan - bahan yang digunakan sebagai alat bantu yang biasanya dari bahan-bahan silika diganti dengan bahan lainnya yang tidak membahayakan misalnya dari bahan carburundum.


2. Antrakosis

Penyakit ini disebabkan karena penimbunan debu batubara, terutama batubara jenis antrasit, yang paling banyak menderita penyakit antrakosis ini adalah pekerja­ pekerja tambang batubara. Gejala-gejalanya adalah : batuk-batuk dan pernafasan sesak, dahaknya berwarna kehitam-hitaman, dada penderita menjadi bulat dan ujung jari-jarinya membengkak.

Cara pencegahannya :

  • Ventilasi  dalam tambang harus baik.
  • Pengambilan, penambangan batubara dengan cara basah yaitu dengan jalan permukaan batubara yang akan ditambang disemprot dengan air terlebih dahulu.
  • Pemboran untuk pembuatan lubang ledak blast hole drilling dengan menggunakan jack hammer dengan tenaga air, bukan angin.
  • Pekerja menggunakan masker yang sempurna.
  • Pemeriksaan kesehatan khususnya bagian paru-paru secara rutin.


3. Asbestosis

Penyebabnya adalah penimbunan debu asbes di dalam paru-paru, gejalanya adalah batuk-batuk, banyak dahaknya dan sesak nafas. Dengan pemeriksaan Rontent akan nampak bahwa pada paru-paru penderita asbestosis ini ada noda-nodanya. Penderita asbestosis banyak dijumpai pada pekerja-pekerja tambang asbes dan industry-industri tekstil yang menggunakan asbes.

Pencegahannya :

  • Menggunakan masker
  • Ventilasi tambang yang baik
  • Pemboran dengan metode basah


4. Stanosis

Penyebabnya adalah penimbunan debu timah putih dalam paru-paru. Banyak terdapat pada pekerja -pekerja tambang timah putih, penyakit ini tidak begitu berbahaya, tetapi karena timah putih ada hubungannya dengan batuan asam maka biasanya penderita Stanosis ini disertai dengan silikosis.

Pencegahannya :

  • Menggunakan masker
  • Bila menggunakan pemboransebaiknya dilakukan pemboran basah
  • Pemeriksaan kesehatan secara rutin.


5. Siderosis

Penyebabnya adalah penimbunan debu siderite (besi karbonat) dalam paru-paru, penyakit ini banyak terdapat pada pekerja-pekerja tambang bijih besi. Penyakit siderosis ini tidak begitu berbahaya hanya kadang-kadang penyakit ini disertai silikosis barulah penyakit siderosis ini berbahaya.

Pencegahannya :

  • Menggunakan masker
  • Ventilasi udara yang baik
  • Pemeriksaan kesehatan secara rutin


6. Talkosis

Penyebabnya adalah penimbunan debu talk pada paru-paru, karena talk ini suatu silikat, maka kadang-kadang talkosis disertai pula dengan silikosis. Penyakit ini banyak terdapat pada pekerja-pekerja tambang talk, tidak berbahaya.

Pencegahannya :

  • Gunakan masker
  • Ventilasi udara tambang yang baik
  • Pemeriksaan kesehatan secara rutin.

 

loading...