Banyak penyakit berkaitan dengan air terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dimana sistem air dan sanitasi mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak penyakit, kontaminan dan kerusakan yang berkaitan dengan air, hygiene dan sanitasi. Penyakit yang berkaitan dengan air disebabkan oleh organisme yang secara langsung disebarkan melalui air dan diklasifikasikan ke dalam kategori: bakteri, parasit dan virus.

1. Kolera

Kolera merupakan suatu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri Vibrio cholerae.

Penyebab dan cara penularan

Minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera (biasanya ditemukan pada kerang-kerangan mentah). Dalam suatu wabah, sumber kontaminasi biasanya adalah kotoran dari orang yang terinfeksi. Penyakit dapat menyebar dengan cepat di wilayah yang tidak memiliki sistem pembuangan kotoran dan air minum yang memadai. Kontaminasi makanan dapat juga terjadi karena air, tangan dan lalat yang terkontaminasi.

Gejala

Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami penyakit yang parah yang ditandai dengan adanya diare yang sangat banyak, muntah dan kram kaki. Pada orang yang terinfeksi, hilangnya cairan tubuh dengan sangat cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. Tanpa penanganan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam.

Langkah-langkah pencegahan dasar

Sanitasi yang baik, persediaan air yang aman dan higiene secara umum akan membantu mencegah kolera. Minum air yang direbus dan dipurifikasi (diberi klorin dan yodium). Makanlah makanan yang telah dimasak dengan benar dan masih panas atau makan buah yang sudah dikupas, hindari ikan atau kerang-kerangan yang kurang matang atau mentah, cuci sayuran mentah dengan air bersih.

Pengobatan

Kolera dapat ditangani dengan mudah dan berhasil dengan segera mengganti cairan dan garam yang hilang karena diare dengan menggunakan Oralit (suatu campuran gula dan garam dicampur dengan air). Kasus yang parah juga memerlukan penggantian cairan ke dalam pembuluh darah. Dengan rehidrasi yang cepat, kurang dari 1% pasien kolera meninggal. Antibiotik memperpendek proses penyakit dan mengurangi keparahan penyakit.

2. Deman Tipus

Demam tipus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Demam tipus masih merupakan penyakit yang umum ditemukan di negara-negara berkembang di mana penyakit ini menyerang sekitar 21,5 juta orang setiap tahunnya.

Penyebab dan cara penularan

Bakteri S. typhi hanya hidup di tubuh manusia. Orang yang terserang tipus membawa bakteri di dalam aliran darah dan saluran usus mereka. Selanjutnya, sejumlah kecil orang yang disebut carrier sembuh dari tipus namun tetap membawa bakteri tersebut.

Baik orang yang terserang maupun carrier tetap mengandung bakteri tersebut di dalam kotoran mereka. Kotoran atau urin orang yang terserang dapat mengkontaminasi makanan atau air minum. Hal ini dapat terjadi jika mereka mengolah makanan atau jika mereka tidak menggunakan jamban yang benar. Bisa juga terjadi jika suplai air tidak aman atau terkontaminasi dengan kotoran atau minum air yang belum diolah. Lalat juga dapat membawa bakteri dari kotoran ke makanan.

Gejala

Begitu bakteri S. typhi masuk kedalam tubuh manusia, bakteri tersebut langsung berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. Tubuh bereaksi dengan munculnya demam dan tanda serta gejala lainnya.
MINGGU 1: gejala umum (rasa tidak enak badan, sakit kepala, sakit perut, konstipasi, dan demam)
MINGGU 2: keadaan semakin memburuk (diare, muncul sejumlah titik-titik merah)
MINGGU 3: gejala dan tanda menjadi lebih parah. Pasien bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri dan dapat meninggal.Dapat dilihat terjadinya perforasi dan pendarahan di usus kecil.

Langkah-langkah pencegahan dasar

Tiga tindakan dasar dapat melindungi anda dari demam tipus:
1. Pasien dan carrier tidak boleh mengolah makanan untuk orang lain
2. Suplai air masyarakat yang aman, pembuangan kotoran dan urin dengan benar merupakan hal yang sangat penting.
3. Imunisasi menggunakan vaksin tipus dapat direkomendasikan oleh para petugas kesehatan

Menghindari makanan beresiko juga akan membantu melindungi Anda dari penyakit lain termasuk diare, kolera, disentri dan hepatitis A. Setelah mendapat vaksinasi tipus, maka dalam beberapa tahun efektifitasnya akan berkurang; jika anda dulunya sudah pernah divaksin, periksalah ke dokter anda apakah sudah saatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster. Minum antibiotik tidak dapat mencegah demam tipus; itu hanya dapat membantu mengobatinya.

Bahaya demam tipus tidak berakhir walaupun gejalanya sudah hilang

Walaupun gejala telah hilang, pasien masih mungkin membawa bakteri S. typhi. Jadi, penyakit dapat muncul lagi atau ditularkan ke orang lain. Berikan saran-saran berikut kepada pasien: Cuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan jangan mengolah atau menyajikan makanan untuk orang lain untuk mengurangi peluang terjadinya penularan ke orang lain.

Penting untuk melakukan pemeriksaan kotoran secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bakteri S. typhi dalam tubuh anda.

3. Ascariasis

Ascaris adalah cacing yang hidup di usus kecil. Infeksi akibat Ascaris disebut ascariasis. Ini merupakan penyakit cacing yang biasa dialami manusia. Infeksi terjadi di seluruh dunia dan paling biasa terjadi di daerah tropis dan sub tropis di mana sanitasi dan higienenya buruk. Anak-anak lebih sering terserang dibanding orang dewasa.

Cara penularan

Cacing betina dewasa menghasilkan ribuan telur di dalam usus yang dikeluarkan melalui kotoran. Telur menjadi bersifat menular setelah dua minggu masa inkubasi di tanah yang lembab. Begitu berada di usus kecil, cacing akan menetas. Larva dibawa melalui paru-paru dan kemudian ke tenggorokan dimana mereka ditelan. Begitu tertelan, mereka akan tiba di usus dan tumbuh menjadi cacing dewasa.

Cacing betina dewasa bertelur dan dikeluarkan melalui kotoran; siklus ini makan waktu 2-3 bulan. Penularan terjadi ketika tertelan telur cacing yang terkontaminasi dari kotoran, air atau makanan. Anak-anak yang bermain di tanah atau air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi.

Tanda dan gejala

Anak-anak lebih sering terinfeksi dan lebih parah dibanding orang dewasa.Tidak ada tanda dan gejala yang jelas tetapi bila cacingnya banyak, dapat diiringi dengan diare ringan, perut tidak nyaman dan distensi dapat muncul. Dalam sejumlah kecil kasus, penyakit ini dapat menyebabkan obstruksi usus atau pneumonia dan asma jika larva-larva tersebut masuk ke dalam paru-paru.

Langkah-langkah pencegahan dasar

Hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran manusia, jangan buang kotoran sembarangan, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mengolah makanan, cuci, kupas atau masak semua sayuran dan buah mentah sebelum dimakan atau cuci syauran mentah dengan air bersih sebelum dimakan.

4. Malaria

Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan.

Cara penularan

Nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. Setelah berkembang di usus nyamuk, sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. Nyamuk anopheles hidup di hutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau.

Tanda dan gejala

Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala, muntah dan delirium. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika Sub Sahara.

Langkah-langkah pencegahan dasar

Perlindungan dari gigitan nyamuk, menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang, serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk.

Diagnosa

Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Namun demikian, untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti, maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya.

Pengobatan

Sebagian besar obat yang digunakan adalah aktif melawan bentuk-bentuk parasit di dalam darah (bentuk yang menyebabkan penyakit). Pengobatan pasien malaria bergantung pada:

  • Jenis (spesies) parasit yang menginfeksi
  • Daerah tempat terinfeksi dan status resistensi obatnya
  • Status klinis pasien
  • Penyakit atau kondisi yang muncul bersamaan
  • Kehamilan
  • Alergi obat atau pengobatan lain yang telah dilakukan oleh pasien

Penyakit malaria terdiri 4 tipe, 2 tipe diantaranya paling sering ditemukan di Indonesia.

5. Demam Berdarah

Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa.

Transmisi

Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes aegypti). Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadah-wadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan).

Tanda dan gejala

Serangan demam secara mendadak, sakit kepala yang parah, myalgia dan arthralgias, leukopenia, thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian.

Langka-langkah pencegahan dasar

Langkah-langkah pencegahan kurang lebih sama dengan langkah-langkah pencegahan malaria.

loading...