Banyak penelitian yang pernah dilakukan menekankan bahwa selain bermanfaat dalam ranah kardiovaskuler dan penyakit jantung, statin memiliki banyak efek pleiotropik yang dapat digunakan untuk penyakit-penyakit lain, seperti penyakit yang berhubungan dengan inflamasi dan kondisi saraf yang patologik dan bahkan kanker.

Interaksi antara statin dengan enzim HMGCoA reductase mencegah konversi HMG-CoA mejadi L-mevalonate, yang pada akhirnya akan menghambat biosintesis kolesterol dan berbagai macam metabolit isoprenoid seperti geranylgeranyl pyrophosphate (GGPP1) and farnesyl pyrophosphate (FPP). GPP dan FPP merupakan tempat perlekatan lemak yang berhubungan dengan berbagai cell signaling proteins, termasuk di antaranya adalah kelompok kecil GTPase seperti Ras, Rac, dan Rho. Perlekatan lemak tersebut dinamakan isoprenilasi, yang penting untuk aktivasi dan transpor intraseluler protein-protein yang akan mengendalikan banyak jalur dan fungsi sel, seperti bentuk sel, motilitas sel, sekresi, diferensiasi dan proliferasi. Hal inilah yang membuat statin memiliki manfaat melampaui dari hanya sekedar menurunkan kadar kolesterol darah. Hingga kini banyak penelitian yang memperlihatkan efek statin dalam menghambat kanker, baik pada penelitian hewan dan manusia.

Penelitian terkini oleh Dr. Young Kwang Chae dkk. dari The University of Texas MD Anderson Cancer Center, Houston, Texas; Department of Gastrointestinal Medical Oncology, University of Texas MD Anderson Cancer Center, Houston, Amerika Serikat yang melibatkan 644 pasien kanker hati memperlihatkan bahwa pemberian statin dapat menurunkan risiko kematian sebesar 30% dibandingkan dengan pasien yang tidak diterapi dengan statin pada pasien-pasien kanker hati. (HR = 0,7, 95% CI, 0,5-0,9). Dr. Hashem El-Serag, peneliti masalah penyakit hati dari the Baylor College of Medicine and Michael E. DeBakey VA Medical Center di Houston, Amerika Serikat mengatakan bahwa penelitian observasional memperlihatkan penurunan risiko hepatoma pada pasien-pasien hepatitis C yang diterapi dengan statin.

Dr. Pau-Chung Chen mengatakan bahwa statin mungkin memiliki efek melindungi (proteksi terhadap) kanker, namun hingga kini tidak ada satu penelitian khusus yang fokus meneliti efek pemberian statin pada pasien-pasien dengan infeksi virus hepatitis C (HCV, hepatitis C virus) kronik. Oleh karena itu sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan statin dengan risiko kanker hati pada pasien-pasien yang telah terinfeksi dengan HCV. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan secara online dalam jurnal Jurnal of Clinical Oncology bulan Maret 2013. Penelitian ini menggunakan data dari hampir 261.000 pasien dengan hepatitis C dari tahun 1999 hingga 2010. Selama waktu tersebut, sejumlah 13% pasien diterapi dengan statin.

Hasil penelitian memperlihatkan ada 27.883 kasus kanker hati dalam kohort HCV selama masa follow up. Di antara 35.023 pasien yang diterapi statin (didefinisikan sebagai dosis harian kumulatif >28 hari), 1.378 pasien menderita kanker hati. Di antara 225.841 pasien yang tidak diterapi statin, 26.505 pasien terdiagnosais kanker hati, adjusted hazard ratios adalah 0,66 (95% CI, 0,59–0,74) untuk pasien yang mengonsumsi statin dengan dosis harian kumulatif 28-89 hari, 0,47 (95% CI, 0,40–0,56) untuk pasien yang mengonsumsi statin dengan dosis harian kumulatif 90-180 hari dan 0,33 (95% CI, 0,25–0,42) untuk pasien yang mengonsumsi statin dengan dosis harian kumulatif >180 hari. Perbandingan ini dengan pasien yang tidak menggunakan statin. Bisa dikatakan bahwa pasien yang diterapi statin mengalami penurunan risiko kanker hati hingga setengah kali dibandingkan dengan pasien-pasien hepatitis C yang tidak diterapi statin.

Dalam penelitian ini juga diketahui bahwa statin tidak merusak pasien dengan penyakit hati, malah memberikan manfaat melindungi terhadap kanker hati. Menanggapi hasil penelitian ini, Dr. Hashem El-Serag, peneliti masalah penyakit hati mengatakan bahwa banyak dokter ragu meresepkan statin pada pasien dengan penyakit hati karena kemungkinan komplikasi pada hati karena pemberian statin. Hasil penelitian ini, serta hasil penelitian positif lainnya mengenai manfaat statin terhadap hati ini kiranya dapat membuat para dokter lebih leluasa dalam memberikan terapi statin pada pasien dengan penyakit hati aktif.

Simpulannya, pemberian statin pada pasien penderita hepatitis C menurunkan risiko kanker hati. Hasil penelitian ini juga memperlihatkan bahwa statin, yang diberikan secara hati-hati oleh para dokter selama ini karena khawatir akan komplikasi hati, dapat diberikan dengan lebih leluasa, karena banyaknya penelitian yang justru memperlihatkan manfaat statin terhadap hati.

REFERENSI:
1. Chae YK, Kaseb AO, Mohamed H, Sahin IH, Khalil MF, Li D, et al. The association between statin use and hepatocellular cancer outcome. J Clin Oncol 2013;31S(4):165.
2. Gazzerro P, Proto MC, Gangemi G, Malfi tano AM, Ciaglia E, Pisanti S, et al. Pharmacological Actions of Statins: A Critical Appraisal in the Management of Cancer. Pharmacol Rev. 2012
64:102–46.
3. Tsan YT, Lee CH, Ho WC, Lin MH, Wang JD, Chen PC. Statins and the Risk of Hepatocellular Carcinoma in Patients With Hepatitis C Virus Infection. J Clin Oncol. Published online before print
March 18, 2013, doi: 10.1200/JCO.2012.44.6831

CDK 214

loading...