Efikasi terapi untuk menurunkan konsentrasi homosistein sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular masih kontroversial. Untuk itu dilakukan meta-analisis uji acak yang relevan untuk menilai efikasi suplementasi asam folat dalam pencegahan stroke. Dikumpulkan data dari delapan uji acak asam folat dengan stroke sebagai titik akhir. Risiko relatif (RR) digunakan sebagai alat ukur pengaruh suplementasi asam folat pada risiko stroke dengan model efek random. Analisis ini lebih lanjut dikelompokkan berdasarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efek terapi.

Suplementasi asam folat secara signifikan mengurangi risiko stroke sebesar 18% (RR 0,82, 95% CI 0,68 -1,00, p=0,045). Dalam analisis bertingkat, efek menguntungkan yang lebih besar terlihat pada uji dengan durasi terapi lebih dari 36 bulan (0,71, 0,57-0,87; p=0,001), penurunan konsentrasi homosistein lebih dari 20% (0,77, 0,63 -0,94, p=0,012), tidak ada fortifikasi atau sebagian difortifikasi (0,75, 0,62-0,91, p=0,003), dan tidak ada riwayat stroke (0,75, 0,62-0,90, p=0,002). Temuan ini menunjukkan bahwa suplementasi asam folat dapat mengurangi risiko stroke pada pencegahan primer.

Selanjutnya dilakukan meta-analisis berdasarkan uji relevan, up-to-date. Risiko relatif (RR) digunakan untuk mengukur efek suplementasi asam folat pada risiko stroke dengan model fixed-efect. Secara keseluruhan, suplementasi asam folat mengurangi risiko stroke sebesar 8% (n=55.764, RR: 0,92, 95% CI: 0,86-1,00, p=0,038). Dalam 10 uji tanpa atau fortifikasi parsial asam folat (n= 43.426), risiko stroke berkurang sebesar 11% (0.89, 0,82-0,97, p=0,010). Analisis meta-regresi juga menunjukkan hubungan dosis-respons positif antara penggunaan statin dan log-RR stroke terkait dengan suplementasi asam folat (p=0.013). Dosis harian 0,4-0.8 mg asam folat tampaknya cukup untuk pencegahan stroke. Dalam lima uji tersisa pada populasi dengan fortifikasi asam folat (n=12.338), suplementasi asam folat tidak berpengaruh pada risiko stroke (1,03; 0,88-1,21, 0,69).

Analisis ini menunjukkan bahwa suplementasi asam folat efektif mencegah stroke pada populasi tanpa atau dengan fortifikasi asam folat parsial. Selain itu, efek menguntungkan yang lebih besar ditemukan pada uji dengan penggunaan statin lebih rendah. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya identifikasi populasi target yang bisa mendapatkan keuntungan dari terapi asam folat.

REFERENSI:
1. Wang X, Qin X, Demirtas H, Li J, Mao G, Huo Y. Effi cacy of folic acid supplementation in stroke prevention: a meta-analysis. The Lancet 2007;369(9576):1876-82.
2. Huo Y, Qin X, Wang J, Sun N, Zeng Q, Xu X, et al. Effi cacy of folic acid supplementation in stroke prevention: new insight from a meta-analysis. Int J Clin Pract. 2012;66(6):544-51.

loading...