Telah lama suplemen kalsium dianjurkan oleh dokter dan ahli gizi untuk dikonsumsi oleh para lanjut usia, untuk menjaga kesehatan tulang. Rekomendasi ini memang masuk akal, karena 99% kalsium disimpan dalam tulang dan gigi. Tetapi harus diingat bahwa asupan suplemen kalsium yang terlalu tinggi dapat berakibat buruk pada kesehatan, yaitu meningkatkan resiko penyakit jantung dan pembentukan batu ginjal.

Jangan salah: Kalsium adalah mineral yang tetap diperlukan tubuh. Kalsium membantu membangun tulang dan mempertahankan kekuatan tulang. Kalsium juga diperlukan untuk kontraksi pembuluh darah dan vasodilatasi, fungsi otot, transmisi saraf, dan sinyal intraseluler dan hormonal. Karena peran penting dalam kesehatan manusia, Recommended Dietary Allowance (RDA) untuk kalsium adalah 1.000 mg / hari untuk wanita hingga usia 50 tahun dan laki-laki sampai usia 70 tahun, dan 1.200 mg untuk para lanjut usia. Cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah melalui sumber makanan.

Resiko Penyakit Kardiovaskular

Penelitian telah menunjukkan terdapat hubungan antara suplemen kalsium dan peningkatan risiko CVD (cardiovascular disease), meskipun masih merupakan kontroversi. Beberapa penelitian terakhir, bagaimanapun, masih akan meningkatkan kekhawatiran. Sebuah penelitian di Swedia yang melibatkan lebih dari 61.000 wanita menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi 1.400 mg kalsium per hari dari makanan dan suplemen memiliki tingkat kematian lebih tinggi, termasuk kematian akibat CVD, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi antara 600 dan 1.000 mg kalsium per hari. Wanita yang mendapat asupan kalsium melebihi 1.400 mg per hari dan juga mendapat suplemen kalsum tambahan mengalami tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang mengkonsumsi asupan kalsium yang sama tinggi tanpa suplemen.

Dalam National Institutes of Health-AARP Diet and Health Study, peneliti telah meneliti lebih dari 388.000 orang selama 12 tahun. Pria yang mendapat asupan lebih dari 1.000 mg suplemen kalsium per hari memiliki risiko 20% lebih besar meninggal akibat CVD. Peneliti tidak melihat risiko tersebut pada wanita yang diteliti, dan mereka menemukan bahwa asupan kalsium yang bersumber dari makanan tidak berhubungan dengan kematian CVD pada laki-laki dan perempuan.

"Satu teori menjelaskan alasan kerusakan kardiovaskular adalah bahwa suplemen kalsium dapat menyebabkan kadar kalsium darah meningkat secara mendadak daripada asupan makanan yang kaya kalsium, dan peningkatan ini mungkin merupakan efek merugikan dari kalsium pada risiko kardiovaskular," kata Ian Reid, MD, seorang profesor kedokteran di University of Auckland di Selandia Baru. "Dalam studi observasional, kadar kalsium yang normal tinggi telah dikaitkan dengan perubahan pada dinding arteri dan pembekuan darah."

Resiko Pembentukan Batu Ginjal

Data dari studi WHI secara konsisten menunjukkan peningkatan resiko batu ginjal terkait dengan suplemen kalsium. Para peneliti melihat resiko 17% lebih tinggi dari pembentukan batu ginjal pada wanita yang mengambil lebih dari RDA untuk kalsium, terutama dari suplemen, dibandingkan dengan yang mengkonsumsi kalsium dalam batas sesuai RDA. Para peneliti juga menemukan bahwa peningkatan resiko ini tidak berbeda di antara berbagai kelompok demografis atau faktor resiko seperti BMI, aktivitas fisik, penggunaan alkohol, dan vitamin C, sodium, asam oksalat, dan asupan protein, sehingga peneliti menduga bahwa suplemen kalsium adalah kemungkinan penyebabnya.

The US Preventive Services Task Force juga mengakui ada hubungan antara suplemen kalsium dengan resiko batu ginjal dalam pernyataan rekomendasinya. "Ini sedikit peningkatan resiko, tetapi tidak bisa diabaikan," kata Moyer.

Tidak seperti suplemen, asupan kalsium dari sumber makanan tampaknya berperan melindungi terhadap pembentukan batu ginjal. Diet kalsium dan oksalat akan mencegah kalsium mengkristal menjadi batu. Studi WHI mendukung temuan ini. Para wanita yang mendapat asupan makanan kaya kalsium lebih tahan terhadap pembentukan batu ginjal.

loading...