Sirsak, yang bernama latin Annona muricata ini, telah lama dikenal dan dibudayakan di Afrika, Asia dan Amerika. Annona berasal dari bahasa latin yang berarti panen tahunan, di Indonesia, sirsak juga dikenal sebagai nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun sirsak bukan berasal dari Eropa.

Secara umum tanaman sirsak berupa pohon, ukuran sedang, tinggi pohon dewasa umumnya 5 - 7 meter, kulit kecoklatan sering kasar dan bergelombang. Sirsak tidak sulit untuk tumbuh, dan relatif mudah dalam perawatannya. Pohon sirsak yang sehat memiliki masa produktif untuk sekitar 15 tahun. Daun terkadang mengalami kerontokan.

Selain dimanfaatkan buahnya, saat ini popularitas sirsak sedang meningkat, sebabnya adalah daun sirsak sedang banyak digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Bahkan di pasaran telah banyak dijumpai teh sirsak.

Seperti banyak pohon buah-buahan tropis lainnya, seperti mangga, kelapa dan asam, sirsak adalah tanaman serbaguna dengan nilai gizi yang sudah lama dimanfaatkan sebagai produk makanan. Sirsak juga berfungsi sebagai sumber produk obat dan industri. Oleh karena itu, sirsak berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan, dan memberikan tambahan pendapatan bagi petani.

Kandungan Gizi Sirsak

Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah masak sering dimakan langsung atau digunakan untuk bahan baku jus serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Bijinya beracun, dan dapat digunakan sebagai insektisida alami.

Di dalam buah sirsak terkandung sejumlah vitamin dan serat, komposisi buah sirsak yaitu 67,5 % daging buah yg dapat dimakan, 20 % kulit buah, 8.5% biji, dan 4% hati atau empelur. Selain mengandung vitamin A, B, dan C, buah sirsak juga mengandung sukrosa 2.54%, dekstrosa 5,05 % dan levulosa 0,04%. Kandungan vitamin C dalam buah sirsak segar terdapat dalam jumlah yang cukup tinggi yaitu sekitar 20 mg / 100g daging buah. Daging buah sirsak memiliki aroma dan flavour yg baik sekali, sehingga sering dimanfaatkan sebagai pengharum es krim.

Selain itu, dalam buah sirsak terkandung juga beberapa senyawa seperti caffeine hydrocyanic acid, myricy alcohol, dan sterol. Kandungan senyawa fitokimia lainnya yang terkandung dalam buah sirsak antara lain: acetaldehyde, amyl-caproate, amyloid, annonain, anomuricine, anomuricinine, anomurine, anonol, atherosperminine, beta-sitosterol, campesterol, cellobiose, citrulline, coclaurine, coreximine, dextrose, galactomannan, geranyl-caproate, muricine, muricinine, muricapentocin, muricoreacin, procyanidin, stepharine, stigmasterol, tannin, xylosyl-cellulose.

Berikut adalah kandungan buah sirsak per 100 gram:

  • Kalori 65 kkal
  • Protein 1,0 g
  • Lemak 0.95 g
  • Karbohidrat 16.5 g
  • Serat 3,2 g
  • Ash 58 g
  • Kalsium 10.3 mg
  • Fosfor 26.9 mg
  • Kalium 270 mg
  • Besi 0,64 mg
  • Vitamin A 2 IU
  • Vitamin C 28,5 mg
  • Tiamin 0.10 mg
  • Riboflavin 0,06 mg
  • Niacin 1.3 mg
  • Tryptophan 11 mg
  • Metionin 8 mg
  • Lysine 60 mg


Buah sirsak juga merupakan sumber penting mineral, seperti kalsium, fosfor dan kalium. Ini penting dalam fungsi biologis, seperti membantu melindungi tulang dan gigi, memberikan otot yang kuat dan meningkatkan kesehatan secara umum.

Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Nilai Sosial Ekonomi

Sirsak umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman buah keluarga, karena 1 pohon umumnya berbuah cukup banyak, menanam 1 atau 2 pohon sudah mencukupi untuk kebutuhan buah sekeluarga. Sirsak juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat sirup dan selai dalam industri rumah tangga.

Sirsak secara komersil dibudidayakan dalam skala kecil dan menengah, tanaman ini memiliki masa produktif sekitar 15 tahun, dengan hasil sekitar 8 - 25 ton buah per hektar.

Penggunaan untuk Pengobatan

Telah sejak lama tanaman sirsak telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di Afrika dan saat ini mulai digunakan dalam produksi obat-obatan modern di berbagai negara, misalnya di Asia dan Amerika.

Buah sirsak menawarkan berbagai kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai dari buahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah banyak diketahui bahwa buah sirsak banyak mengandung vitamin C, kandungan serat dan nutrisi penting lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penyebaran tanaman sirsak yang cukup luas di masyarakat, tetapi pemanfaatannya masih terbatas pada buahnya saja, hal ini karena kurangnya pengetahuan tentang manfaat daun sirsak.

Daun sirsak diketahui mengandung banyak manfaat dalam bidang pengobatan, dan untuk menjaga kondisi tubuh. Dibalik manfaatnya tersebut ternyata tak lepas dari kandungannya yang banyak mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, muricapentocin. Kandungan senyawa ini merupakan senyawa yang banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, bisa sebagai obat penyakit atau untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Bagian tanaman sirsak yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat ini mengandung senyawa kimia seperti tanin, alkaloid dan flavonoid, yang sering ditemukan pada bagian akar, daun, kulit batang, buah dan biji.

Senyawa kimia asetogenin, misalnya terkandung dalam biji, akar, kulit kayu, batang dan buah dari tanaman sirsak dewasa, dan nampaknya memiliki potensi besar untuk pengobatan kanker.

Beberapa khasiat tanaman sirsak dalam pengobatan tradisional antara lain untuk mengobati diabetes, parasit kaki, penyakit hati, disentri akut, depresi, memiliki efek relaksasi, mengobati luka dan pembengkakan, teh akar sirsak untuk obat pencahar, dan sebagainya. Meski begitu banyak potensi khasiatnya, melakukan pengobatan sendiri menggunakan tanaman sirsak tidak dianjurkan, anda harus tetap meminta saran dan bimbingan para ahli.

Journal of Natural Product menerbitkan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Catholic of South Korea, dimana dalam penelitian tersebut menyebutkan bahwa salah satu senyawa dalam buah sirsak dapat membunuh sel kanker pada usus besar. Kekuatannya bahkan diyakini 10.000 kali lebih besar dibandingkan obat kemoterapi adriamycin. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa ekstrak sirsak mempunyai sejumlah kemampuan hebat seperti menyerang kanker secara efektif serta aman bagi tubuh. Senyawa tersebut juga dapat memberikan perlindungan terhadap system imun serta menghindari infeksi mematikan pada tubuh.

Situs vine-uk.com melansir sekitar 20 tes laboratorium yg menyatakan bahwa kandungan senyawa dalam buah sirsak efektif dalam membunuh sel-sel kanker yang menyerang usus besar, paru-paru, payudara, prostate, pancreas, dan serviks. Dalam tes disebutkan juga bahwa senyawa dalam buah sirsak tersebut tidak merusak sel-sel sehat, bahkan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta dapat mencegah infeksi.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia ( PDHMI) yaitu Dr. Hardhi menyatakan bahwa dalam buah sirsak terkandung senyawa polifenol, saponin, dan bioflavonoid, dimana senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan. Uniknya, Tidak seperti herbal lainnya, sirsak tidak membahayakan sel-sel yang masih sehat, melainkan senyawa dalam sirsak hanya membunuh sel-sel abnormal yg bersifat sebagai perusak seperti halnya sel kanker.

#dari bbg sumber

loading...