Stroke adalah nama yang diberikan untuk serangan otak. Ini merupakan kehilangan kemampuan secara tiba-tiba sebagai akibat dari kerusakan otak. Kerusakan tersebut menyebabkan matinya jaringan otak (ini disebut dengan infarct).

Apa yang menyebabkan stroke?

Stroke disebabkan oleh gangguan persediaan darah ke otak. Gangguan sangat sering disebabkan karena pembuluh darah tersumbat (ini disebut dengan stroke ischaemic), atau pecahnya pembuluh darah (ini disebut dengan stroke haemorrhagic), Stroke ischaemic lebih sering terjadi.

Darah membawa gizi-gizi penting dan oksigen ke otak. Tanpa adanya persediaan darah, sel-sel otak bisa rusak atau hancur dan tidak dapat berfungsi.

Karena otak yang mengontrol hampir semua yang dilakukan oleh tubuh, kerusakan otak bisa mempengaruhi banyak fungsi-fungsi tubuh. Otak juga mengontrol bagaimana kita berpikir, belajar, merasa dan berbicara, jadi proses-proses ini bisa juga terpengaruhi.

Stroke bisa menyebabkan banyak masalah tergantung pada bagian otak mana yang rusak. Gejala-gejala ini biasanya timbul secara tiba-tiba. Masalah-masalah yang sudah umum adalah:

  • Kelumpuhan atau paralysis - sering terjadi pada sebelah dari bagian tubuh, kaki, lengan dan muka.
  • Kelumpuhan sebelah dari bagian tubuh disebut dengan hemiplegia;
  • Perasaan berubah - kurangnya kemampuan merasa atau mati rasa;
  • Cara berbicara berubah - cara berbicara menjadi kaku, kata-kata tidak jelas atau orang tersebut sama sekali tidak dapat berbicara;
  • Pemahaman berubah - orang tersebut tidak dapat memahami apa yang sedang dikatakan kepada mereka;
  • Kebingungan atau mudah goyah (terombang-ambing);
  • Tidak respon;
  • Pandangan kabur secara tiba-tiba atau tidak dapat melihat;
  • Sakit kepala yang luar biasa (jarang terjadi).


Pengaruh stroke sangat individual (sangat pribadi), tetapi tergantung pada bagian otak yang rusak, tingkat kerusakan dan juga kesehatan orang tersebut pada saat terkena stroke.

Serangan Ischaemic Sementara (SIS)

SIS kadang-kadang disebut juga dengan mini-stroke (stroke ringan). Ini disebabkan ketika persediaan darah ke otak terganggu untuk jangka waktu yang sangat singkat. Gejala-gejalanya sama dengan stroke tapi gejalanya bisa berubah dengan cepat. SIS merupakan suatu peringatan bahwa ada masalah dan resikonya besar dimana orang tersebut bisa mengalami stroke lebih parah. Hal ini harus dicegah dan ditangani dengan serius.

Faktor-faktor yang beresiko

Stroke bisa terjadi terhadap siapa saja, tapi ada beberapa orang yang lebih beresiko. Ada faktor-faktor yang beresiko dapat dikurangi, dan ada yang tidak.

Faktor-faktor resiko yang dapat dikurangi:

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Level lipid darah yang tidak normal
  • Terlalu banyak garam dalam makanan
  • Kegemukan atau gaya hidup sedentary


Faktor-faktor resiko yang tidak dapat dikurangi:

  • Sudah pernah mengalami stroke / SIS
  • Umur – makin bertambah umur makin beresiko
  • Keluarga pernah mengalami stroke
  • Latar belakang etnis – orang Asia, Afrika dan yang berasal dari Afrika-Karibia lebih mudah terkena stroke.


Dapatkah stroke dicegah?

Tidak ada obat untuk stroke, sekali terjadi kerusakan pada otak maka tidak dapat lagi diobati dengan sempurna. Oleh karena itu pencegahan sangat penting. Ditaksirkan bahwa 80% stroke dapat dicegah. Walaupun hal ini sulit untuk dicapai ada beberapa hal penting yang dapat dengan mudah dilakukan untuk mengurangi resiko stroke.

Merokok sangat beresiko terhadap stroke karena hal ini akan menambah lapisan pada arteri (pembuluh darah), yang menambah resiko arteri terhambat. Tidak merokok adalah hal yang sangat penting yang dapat dilakukan untuk menghindari stroke.

Mengkonsumsi makanan yang sehat adalah penting untuk kesehatan jantung dan aliran darah. Garam harus dikurangi karena dapat meningkatkan tekanan darah. Makanan yang banyak mengandung lemak harus dikurangi, termasuk daging dan makanan yang digoreng. Berat badan harus dijaga, untuk menghindari kegemukan. Buah-buahan segar dan sayuran (tapi bukan yang digoreng) hurus dikonsumsi dengan teratur karena itu bagus untuk darah.

Memonitor kondisi kesehatan. Hal ini sangat penting bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, kolesterol tinggi dan diabetes harus diperiksa secara teratur di pusat pelayanan kesehatan / puskesmas.

Para dokter dapat memberikan resep obat untuk membantu mengontrol kondisi tersebut. Pengobatan ini bisa diberikan obat untuk menurunkan tekanan darah dan kolesterol, untuk mengontrol diabetes, untuk menjaga detak jantung normal dan untuk mengencerkan darah.

Orang yang sudah mengalami stroke atau SIS masih mempunyai resiko tinggi akan terkena stroke susulan. Setelah stroke pertama, semua kondisi harus benar-benar dijaga / dimonitor dan pengobatan yang sesuai dan merubah gaya hidup untuk mencegah terjadinya stroke susulan.

Terapi untuk stroke

Terapi sering disebut dengan rehabilitasi. Terapi adalah proses belajar untuk mengatasi kerusakan yang diakibatkan oleh stroke dan ada kemungkinan untuk mencapai tingkat terbaik agar dapat berdiri sendiri.

Rehabilitasi terdiri dari:

  • Kemampuan dan keterampilan belajar kembali.
  • Mempelajari keterampilan-keterampilan baru.
  • Membiasakan terhadap keterbatasan-keterbatasan yang disebabkan oleh stroke.
  • Mendapatkan dukungan social, emosional dan latihan di rumah dan di dalam masyarakat.


Ahli Terapi, seperti ahli pengobatan badan, pengobatan dengan memberi pekerjaan tertentu, pengobatan untuk berbicara adalah spesialis rehabilitasi. Namun demikian, hal-hal yang bisa dilakukan / dilatih oleh penderita stroke dapat di ajarkan kepada anggota keluarga dan penting untuk semua orang terlibat dalam merawat penderita stroke dan mereka bekerja sebagai tim untuk mencapai kesembuhan yang maksimal.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk terapi, seperti:

  • Mengatur posisi – untuk memastikan bahwa tubuh berada pada posisi yang tepat. Mereka juga akan disarankan untuk merubah posisi untuk memastikan bahwa otot-otot dan tulang sendi tidak kaku dan penderita tidak bertambah sakit. Jika otot-otot Sangat lemah, maka butuh bantuan untuk melakukan aktivitas tersebut.
  • Pengawasan dan penguatan otot – ini bisa dimulai dengan gerakan-gerakan kecil dipandu oleh ahli terapi, tetapi bila otot-otot makin kuat dan gerakan-gerakan yang lebih sulit akan ditambah / diberikan.
  • Aktivitas fungsional – apabila otot sudah sangat kuat, gerakan-gerakan akan digabungkan dengan aktivitas-aktivitas seperti duduk, berdiri, berjalan, makan, mencuci, dll.
  • Keseimbangan – agar mampu untuk bergerak dengan mudah dan aman dan melakukan suatu gabungan aktivitas pada waktu yang bersamaan, keseimbangan adalah hal penting. Latihan-latihan yang membutuhkan keseimbangan dan untuk mengembangkan kemampuan penderita untuk membetulkan keseimbangan mereka secara bebas adalah hal umum setelah terkena stroke.
  • Menelan – sebagian orang mempunyai kesulitan untuk menelan setelah terkena stroke. Ini bisa menyebabkan resiko lebih besar terhadap infeksi pernapasan. Pengaturan posisi dan saran untuk mengkonsumsi jenis-jenis makanan dan latihan-latihan khusus juga dapat membantu.
  • Berbicara – banyak tipe masalah-masalah berbicara. Terapi bisa membantu penderita untuk mengenal kata-kata, mengkoordinasikan otot untuk berbicara atau mencari cara komunikasi lain.
  • Adaptasi – untuk menjadikan aktivitas lebih mudah, seperti berjalan dan makan, adaptasi atau bantuan-bantuan bisa digunakan. Kadang-kadang bersifat sementara dan ketika penderita sembuh dapat dipindahkan. Kadang-kadang lebih permanent.


Terapi bukan merupakan prosess yang pasif (tidak ada hasil). Agar otak mempelajari kembali aktivitas-aktivitasnya, otot menambah aktivitas-aktivitasnya dan untuk penderita agar dilatih di rumah dan di dalam masyarakat, mereka dan keluarganya harus aktif dalam proses rehabilitasi.

Rehabilitasi juga merupakan proses yang lama dan setiap orang yang terlibat harus menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut. Satu atau dua sesi mungkin tidak nampak hasil, tapi mereka tidak boleh menyerah. Dengan waktu dan usaha banyak penderita stroke bisa sembuh beberapa tingkat.

Kesimpulannya selalu harus ada pencegahan mengenai stroke. Orang yang cenderung mengalami stroke dapat diketahui dengan adanya factor-faktor resiko. Jadi penting untuk memikirkan tentang faktor-faktor resiko stroke terhadap seseorang bila mereka datang untuk konsultasi sebelum menjelaskan hal-hal yang lain, sebelum mereka mengalami stroke atau SIS. Artinya menjelaskan tentang factor-faktor resiko stroke lainnya kepada pasien yang menderita diabetes, tekanan darah tinggi atau yang merokok atau orang tua. Faktor-faktor resiko yang dapat dikurangi bisa dijelaskan untuk mengurangi peluang menderita stroke.

Pendidikan bagi pasien penting untuk mengontrol faktor-faktor resiko yang dapat dikurangi, jika pasien tidak menyadari pentingnya untuk merubah kebiasaan mereka, mereka bisa kembali pada gaya hidup yang tidak sehat, dan tidak mempunyai parameter seperti untuk mengecek tekanan darah mereka secara teratur.

#Health Messenger

loading...