Meningitis tuberkulosa ialah radang selaput otak akibat komplikasi tuberkulosa primer. Meningitis tuberkulosa merupakan akibat komplikasi penyebaran tuberculosis primer, biasanya dari paru. Terjadinya meningitis bukanlah karena terinfeksinya selaput otak langsung oleh penyebaran hematogen, melainkan biasanya sekunder melalui pembentukan tuberkel pada permukaan otak, sumsum tulang belakang atau vertebra yang kemudian pecah ke dalam rongga arakhnoid.

1. Patogenesis dan patologi

Meningitis tuberkulosa merupakan akibat komplikasi penyebaran tuberculosis primer, biasanya dari paru. Terjadinya meningitis bukanlah karena terinfeksinya selaput otak langsung oleh penyebaran hematogen, melainkan biasanya sekunder melalui pembentuklan tuberkel pada permukaan otak, sumsum tulang belakang atau vertebra yang kemudian pecah ke dalam rongga arakhnoid.

Pada pemeriksaan histologis, merupakan meningoensefalitis. Peradangan ditemukan sebagian besarĀ  pada dasar otak, terutama pada batang otak tempat terdapat eksudat dan tuberkel. Eksudat yang serofibrinosa dan gelatinosa dapat menimbulkan obstruksi pada sisterna basalis dan mengakibatkan hidrosefalus serta kelainan pada syaraf otak.

2. Gambaran klinis

Secara klinis kadang-kadang belum terdapat gejala meningitis nyata walaupun selaput otak sudah terkena. Hal demikian juga terdapat pada tuberkulosis milieris, sehingga pada penyebaran milier sebaiknya dilakukan pungsi lumbal walaupun gejala meningitis belum tampak.

Gejala biasanya didahului stadium prodromal berupa iritasi selaput otak. Meningitis biasanya mulai perlahan-lahan tanpa panas atau hanya terdapat kenaikan suhu yang ringan, jarang terjadi akut dengan panas tinggi. Sering dijumpai anak mudah terangsang, menjadi apatis dan tidurnya sering terganggu. Anak besar dapat mengeluh nyeri kepala, anoreksia, mual dan muntah serta obstipasi.

Stadium ini kemudian disusul dengan stadium transisi dan kejang. Gejala di atas mulai berat dengan rangsangan meningeal mulai nyata.

3. Laboratorium

Pungsi lumbal penting sekali untuk pemeriksaan bakteriologik dan laboratorium lainnya. Likuor serebrospinalis berwarna jernih, opalesen atau kekuningan (xantikrom). Tekanan dan jumlah sel meninggi namun umumnya jarang melebihi 1,500/3 mm3 dan terdiri terutama dari limposit. Kadar protein meninggi sedangkan kadar glukosa dan klorida total menurun. Bila cairan otak didiamkan maka akan timbul fibrinou, tempat yang sering ditemukannya basil tuberkulosa.

4. Prognosis

Mortalitas meningitis tuberkulosa hampir 100% sebelum ditemukan obat tuberkulosa. Gejala sisa masih tinggi pada anak yang dapat mengatasi penyakit ini. Terutama bila datang berobat pada stadium yang lanjut.

5. Pengobatan

Dasar pengobatan meningitis tuberkulosa ialah pemberian kombinasi obat anti-tuberkulosis dan ditambah dengan kortikosteroid. Pengobatan simptomatik bila terdapat kejang. Koreksi dehidrasi akibat masukan makanan yang kurang atau muntah-muntah dan fisioterapi. Umumnya dipakai kombinasi streptomisin, PAS dan INH.

loading...