Salah satu kondisi yang sering dialami oleh wanita pada masa menopause adalah hot flashes. Hot flashes adalah sensasi panas pada tubuh bagian atas yang dialami sebagian besar perempuan di masa perimenopause (masa menjelang menopause) atau setelah memasuki masa menopause. Kondisi ini diderita hampir 75% wanita yang melaporkan daftar gejala-gejala perimenopause.

Gejala Hot Flashes

Gejalanya ditandai dengan peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, bahu, dada, dan punggung sehingga menyebabkan peningkatan suhu tubuh yang tiba-tiba dan sangat drastis. Biasanya gejala ini diikuti dengan kulit wajah yang memerah dan disertai keringat yang berlebih yang bisa bertahan selama beberapa detik hingga 30 menit lebih.

Sensasi ini bisa dimulai di puncak kepala, belakang telinga, di data atau bahkan di hidung anda. Sensasi rasa panasnya timbul bukan pada awal kenaikan suhu tubuh, melainkan merupakan reaksi atas keterlambatan tubuh kembali pada kisaran suhu yang normal.

Dalam beberapa  kasus, hot flashes bisa sangat kuat sehingga menaikkan suhu tubuh sebanyak beberapa derajat dalam jangka waktu yang sangat singkat. Suhu ekstrim ini menyebabkan penderitanya mengeluarkan keringat deras. Hot flashes tidak terbatas pada kepala dan bahu saja, sejumlah wanita ada yang melaporkan mengalaminya hingga ke dada, bawah dada, bahkan seluruh  tubuh. Hot flashes bisa ringan atau parah dan bisa terjadi kapan saja, siang maupun malam.

Cara Mengobati Hot Flashes

Meskipun terasa sangat tidak nyaman, hot flashes tidak dianggap berbahaya oleh dokter. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang terlalu parah, kondisi ini bisa diobati dengan obat-obatan yang diresepkan dokter seperti hormon replacement therapy (HRT - terapi hormon pengganti), obat-obatan estrogen yang diperoleh di apotek terdekat atau bisa juga obat-obatan herbal.

Banyak wanita yang lebih memilih mengurangi gejala hot flashes dengan cara-cara seperti memilih pakaian yang ringan dan longgar untuk mengurangi panas, menggunakan kipas angin, minum air es, diam di kamar yang dingin, dan menghindari sejumlah faktor yang bisa memicu terjadinya hot flashes, seperti lingkungan yang panas, makan pedas, alkohol, kafein dan stress.

loading...