Kebiasaan meminum secangkir kopi setiap pagi mungkin dapat membuat anda memulai hari menjadi lebih fresh. Tetapi kebiasaan ini bisa menjadi berbahaya jika anda minum terlalu banyak kopi, bahkan mungkin dapat menyebabkan kematian, demikian para ahli memperingatkan. Mengapa? Hal ini berkaitan dengan zat yang dikandung di dalam kopi, yaitu kafeine.

Caffeine merupakan stimulan, dan banyak ditemukan pada berbagai produk makanan dan minuman, seperti kopi, coklat dan minuman bersoda.

Minuman berkafein, baru-baru ini menjadi sorotan setelah seorang gadis berusia 14 tahun, Anais Fournier, asal Maryland, USA meninggal dunia setelah meminum dua buah minuman energi merk "Monster Energy Drinks" dalam waktu 24 jam, demikian menurut klaim keluarganya. FDA kemudian mengumumkan sedang menyelidiki 5 kasus kematian dan 1 kasus serangan jantung non fatal yang diakibatkan oleh Monster Energy Drink.

Anais Fournier meninggal setelah mengalami kondisi yang disebut "mitral valve prolapse", yang berarti bahwa salah satu katup hatinya tidak berfungsi. Menurut The National Institutes of Health, biasanya hal tersebut tidaklah membahayakan. Anais Fournier meminum 2 buah minuman Monster Energy Drink, yang jika digabung, mengandung 480 mg caffeine, hal ini setara jika kita meminum 14 kaleng coca cola. Dosis ini juga setara dengan lima kali lipat dari batas rekomendasi asupan caffeine harian.

"Kafein adalah obat perangsang yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia ini memiliki berbagai efek pada sistem saraf pusat dan sistem kardiovaskular, serta efek metabolik lainnya yang terkait dengan jumlah dikonsumsinya," kata Dr Robert Glatter, dari Lenox Hill Hospital di New York.

Konsumsi kafeine dalam jumlah besar dapat mengakibatkan keracunan kafeine, yang mana hal ini dapat memicu irritabilitas, detak jantung abnormal dan serangan jantung.

Dibutuhkan sejumlah besar kafein untuk menjadikannya berbahaya. Kafein mulai dapat menyebabkan masalah setelah anda mengkonsumsi lebih dari 1 gram dan menjadi mematikan pada dosis 10 gram, sehingga dokter merekomendasikan untuk tidak mengkonsumsi kafeine lebih dari 400 sampai 500 miligram per hari. Sebagai perbandingan, secangkir kopi rata-rata mengandung sekitar 75 - 100 mg kafeine, sementara secangkir besar kopi Starbucks mengandung sekitar 260 miligram kafein, dan pada minuman soda kalengan mengandung sekitar 35 mg kafein, minuman energi 80 mg kafein dan coklat batangan 10 mg kafein.

Efek Buruk Lain dari Kafeine

Satu sampai 3 cangkir kopi (80-250 mg) biasanya akan membuat kesadaran dan kewaspadaan anda meningkat serta menurunkan kelelahan, dan juga meningkatkan denyut jantung. Dosis kafeine yang lebih tinggi di kisaran 250-500 mg dapat menyebabkan perasaan gelisah, insomnia, tremor ringan, atau kegelisahan secara umum.

Kafein juga dapat menyebabkan gula darah tinggi, sekresi asam lambung dan diare. Bahkan hasil penelitian di Universitas Nevada membuktikan bahwa kafein berbahaya bagi kesuburan wanita. Konsumsi kafein bisa mengurangi aktivitas otot-otot di saluran telur wanita, terutama dalam membawa ovum menuju indung telur. Kafein menghambat kontraksi otot sehingga telur tidak bisa dibuahi, dan ini artinya, perempuan itu mandul.

Pada dosis yang lebih tinggi, kafein dapat menyebabkan sindrom hyperadrenergic yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi secara signifikan serta aritmia jantung, dan berpotensi mengalami kejang.

Jika anda mengalami gejala sakit kepala, otot tegang, tidak bisa tidur serta rasa panik setelah meminum minuman berkafein bisa jadi anda keracunan kafeine. Gejala tersebut bisa terjadi 12 hingga 24 jam setelah mengonsumsi kafein, bahkan bisa berlanjut hingga 48 jam. Untuk mengatasinya kurangi konsumsi kafein dan akan lebih baik kalau anda menghentikan konsumsi untuk sementara waktu.