Pengayaan roti dengan folic acid dapat mengurangi jumlah bayi yang lahir cacat sebesar 60 persen, demikian hasil beberapa studi di European Health Forum Gastein (EHFG) yang disiarkan Rabu.

Scott Montgomery, Direktur Flour Fortification Initiative (FFI), mengatakan dalam Forum di Salzburg jumlah bayi yang lahir cacat yang berkaitan dengan sistem syaraf pusat seperti spina bifida dapat dikurangi sebanyak 31 persen sampai 58 persen ketika tepung dicampur dengan folic acid, Vitamin-B.

FFI mengatakan Oman adalah negara pertama yang melakukan tindakan itu pada 1996, dan tindakan tersebut sejak itu telah menjadi kewajiban di 57 negara lain serta pilihan bagi negara lain.

"Melalui ini, sedikitnya 22.000 penyimpangan pada bayi per tahun dapat dicegah, yang juga membuat banyak negara bisa menghemat biaya sangat besar," kata Montgomery, yang dikutip di laporan APA.

Namun sebagian ahli memperingatkan mengenai praktek itu, dengan alasan konsumsi folic acid secara berlebihan dapat berpotensi mengakibatkan kanker, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Kamis pagi.

Mereka juga memperingatkan mengenai kenyataan di beberapa negara konsumen tak lagi memiliki pilihan apakah mereka menginginkannya pada roti mereka atau tidak.

Tapi mantan direktur Divisi Gizi di American Center for Disease Control William Dietz mengatakan dalam konferensi tersebut praktek itu memiliki resiko kecil dan manfaat besar bagi kesehatan.

Ia menambahkan zat besi dan yodium juga mesti ditingkatkan buat manfaat kesehatan mereka.

Sumber: antaranews.com

loading...