Apabila Anda menguapkan seluruh air dari seember air laut, Anda akan memperoleh lumpur lengket berwarna abu-abu dan rasanya pahit. Lumpur ini memiliki kandungan natrium klorida atau garam biasa kira-kira 78 persen. Sembilan puluh sembilan persen dari sisanya yang 22 persen terdiri atas senyawa-senyawa magnesium dan kalsium, komponen-komponen yang paling banyak menyumbang rasa pahit. Sisanya masih terdiri atas setidaknya 75 unsur lain, masing-masing dalam jumlab sangat kecil. Lucunya, kenyataan tersebut belakangan malah dijadikan dasar oleh sebagian orang untuk mengarakan bahwa garam laut "kaya sekali dengan mineral-mineral bergizi."

Di pihak lain, analisis kimia mengatakan sebagai berikut: Mineral-mineral, bahkan dalam lumpur garam yang belum diproses (sea sludge), ternyata hadir dalam jumlah yang secara ilmu gizi patut diabaikan. Sebagai contoh, untuk mendapatkan besi setara dengan yang terdapat dalam sebutir buah anggur, misalnya, Anda harus menelan dua sendok makan lumpur garam. Walaupun penduduk di daerah pantai di beberapa negara memakai endapan garam asli ini sebagai bumbu masak, FDA di Amerika mempersyaratkan agar garam untuk memasak seridaknya mengandung 97,5 persen natrium klorida murni. Dalam praktik, ada yang lebih murni dari itu.

ltu baru awal dari penyingkapan informasi sesat soal "garam kaya mineral". Garam laut yang dipajang di toko-toko mengandung kira-kira hanya satu per sepuluh mineral yang terdapat dalam lumpur garam. Penyebabnya adalah karena dalam produksi garam laut untuk bumbu makanan, matahari dibiarkan menguapkan sebagian besar air dalam tambak, tetapi jelas tidak semuanya-maka itulah perbedaan yang paling penting.

Sewaktu air laut menguap, air yang tersisa menjadi semakin pekat dengan natrium klorida. Ketika konsentrasi garam dalam tambak menjadi sekitar sembilan kali di laut bebas, garam itu mulai membentuk kristal-kristal, sebab air yang ada tidak cukup untuk mengikat garam dalam wujud terlarut. Kristal-kristal itu selanjutnya diikumpulkan untuk dicuci, dikeringkan dan dikemas. (Bagaimana Anda mencuci garam tanpa melarutkannya? Anda mencucinya dengan sebuah larutan yang sudah mengikat garam sebanyak mungkin dan tidak sanggup melarutkan lagi. Dalam bahasa ilmiah disebut larutan jenuh).

Yang paling penting di sini adalah bahwa proses kristalisasi "alami" itu sendiri merupakan tahap pemurnian yang efektif sekali. Penguapan dan kristalisasi yang dibantu matahari menghasilkan natrium klorida yang sekitar 10 kali lebih murni -lebih bebas dari mineral-mineral lain- dibanding natrium klorida di lautan.

Berikut penyebabnya

Ketika Anda mempunyai sebuah larutan air mengandung sejenis bahan kimia dalam jumlah yg banyak sekali (dalam hal ini, natrium klorida) bersama bermacam-macam bahan kimia lain yang masing-masing jauh lebih sedikit (dalam hal ini, mineral-mineral lain), waktu air menguap, bahan yang dominan akan mengkristal dalam wujud yang relatif murni, terpisah dari yang lain. Ini proses pemurnian yang sudah lama digunakan oleh orang kimia. Madame Curie menerapkannya berulang-ulang untuk mengisolasi radium murni dari bijih uranium.

Garam yang dipanen lewat penguapan air laut oleh matahari, dikenal dengan sebutan garam marahari (Solar salt), dengan demikian langsung menjadi natrium klorida yang sekitar 99 persen murni, tanpa proses lebih lanjut. Satu persen sisanya hampir seluruhnya terdiri atas senyawa-senyawa magnesium dan kalsium. Sekitar 75 macam "mineral bergizi" lain boleh dikatakan hilang. Maka guna mendapatkan besi setara dalam sebutir buah anggur, Anda harus menelan lebih dari 100 gram garam. (Ingat bahwa menelan satu kilogram garam sekaligus bisa fatal).

Pandangan bahwa garam laut secara alami telah mengandung iodium sebetulnya hanya sebuah dongeng. Hanya karena ganggang tertentu kaya dengan iodium, sebagian orang mengira bahwa lautan sama artinya dengan sup iodium. Ketika air laut dianalisis, boron, misalnya, malahan 100 kali lebih banyak daripada iodium, tapi saya tak pernah mendengar orang mengambil boron dari air laut. Garam laut komersial yang tidak ditambahi iodium mengandung kurang dari 2 persen iodium yang terdapat dalam garam beriodium.

#kalau einstein jadi koki

loading...