Bagi kebanyakan orang, asupan 15 kalori dalam satu sendok gula bukanlah ancaman serius bagi kesehatannya, sehingga tidak perlu menggantikan gula dengan pemanis buatan. Akan tetapi pemanis buatan (artificial sweetener) sangat berjasa bagi penderita diabetes dan siapa pun yang ingin membatasi masukan gula asli.

Pemanis buatan, juga disebut pengganti gula, harus memperoleh izin dari FDA agar boleh dipasarkan di Amerika Serikat. Empat jenis pemanis buatan yang saat ini memperoleh izin untuk dipakai dalam berbagai makanan olahan adalah aspartam, sakarin, asesulfam kalium, dan sukralosa. Jenis lain sedang dalam evaluasi. Aspartam adalah pemanis nutritif, artinya bahan ini memasok tubuh dengan energi dalam bentuk kalori, sedangkan yang lain pemanis non-nutritif, yakni, tanpa kalori.

Aspartam, yang 100 hingga 200 kali lebih manis dibanding sukrosa, merupakan bahan pokok dalam NutraSweet dan Equal. Bahan ini terdiri atas kombinasi dua protein, asam aspartat dan fenilalanin, dan karena itu mengandung empat kalori per gram yang sama seperti protein mana pun dan, karena itu, sama-sama empat kalori per gram seperti gula. Akan tetapi karena jauh lebih manis daripada sukrosa, pemakaian sedikit pun sudah terasa manis.

Sakarin, yang telah dikenal lebih dari 120 tahun dan sekitar 300 kali lebih manis daripada sukrosa, adalah pemanis buatan yang dipakai dalam Sweet'n Low.

Dalam riwayatnya, sakarin telah berulang kali dilarang atau diizinkan oleh pemerintah Amerika. Kejadian terakhir dimulai dalam tahun 1977, ketika FDA mengusulkan pelarangan sakarin karena sebuah studi di Kanada menunjukkan bahwa bahan ini menyebabkan kanker kelenjar pada tikus. Akan tetapi karena sakarin tidak pernah terbukti menyebabkan kanker pada manusia, kelompok masyarakat yang menentang membuat Kongres AS meluluskan sebuah moratorium (penundaan) untuk penarikannya dari pasar. Moratorium ini telah diperbarui beberapa kali, tetapi produk mengandung sakarin masih harus mencantumkan label peringatan berbunyi, "Pemakaian produk ini mungkin berbahaya bagi kesehatan Anda. Produk ini mengandung sakarin, yang telah terbukti menyebabkan kanker pada hewan percobaan."

Kemudian, sekitar awal 2001, sesudah penelitian ekstensif yang dijalankan oleh U.S. Department of Health and Human Services, yang menemukan tidak cukupnya bukti bahwa sakarin adalah karsinogen pada manusia, pemerintah Amerika mencabut keharusan pemasangan label itu.

Asesulfam kalium (acesulfame potassium), kadang-kadang ditulis asesulfam K, 130 hingga 200 kali lebih manis daripada sukrosa, merupakan bahan pemanis pada produk Sunett dan Sweet One. Pemanis ini dipadukan dengan pemanis lain dalam ribuan produk di seluruh dunia. Meskipun mengantongi izin dari FDA sejak rahun 1988, pihak lembaga konsumen menyerangnya karena secara kimia bahan ini serupa dengan sakarin.

Sukralosa, juga dikenal dengan nama dagangnya Splenda, 600 kali lebih manis daripada sukrosa dan memperoleh izin dari FDA dalam tahun 1999 sebagai pemanis serbaguna untuk semua makanan. Bahan ini merupakan turunan sukrosa melalui proses klorinasi (dalam bahasa ilmiah: Tiga gugus hidroksil dalam molekul sukrosa telah digantikan dengan tiga atom klorin), namun karena tidak mengurai dalam jumlah yang signifikan dalam tubuh, bahan tersebut bukan sumber kalori. Karena dalam jumlah sedikit saja sudah manis sekali, sukralosa biasanya dicampur dengan maltodekstrin, sejenis tepung pati.

Semua bahan pemanis tiruan ini dapat berakibat buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam takaran besar sekali. Akan tetapi kendati pada hakikatnya pernyataan ini bisa berlaku untuk apa pun yang ada di bumi, termasuk semua yang disebut makanan biasa (misalnya makan popcorn sebanyak lima kilogram sekaligus ... ), selalu ada saja orang yang menentang bahan kimia manis ini dengan bersemangat.

Sebelum mengakhiri pembicaraan tentang pengganti gula, Anda mungkin sempat membaca (kalau Anda terbiasa membaca label seperti saya) bahan disebut sorbitol dalam permen dan penganan lain yang bebas gula. Sesungguhnya ini bukan gula atau pemanis tiruan, melainkan alkohol manis yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan tertentu, misalnya berry. Rasa manisnya kira-kira separuh rasa manis sukrosa.

Sorbitol mem punyai kecenderungan mengikat air, maka lazim digunakan untuk menjaga agar makanan olahan, kosmetik, dan pasta gigi tetap lembab, stabil, dan bertekstur lembut. Akan terapi karena sifat ini pula, kebanyakan sorbitol bisa membuatnya berfungsi sebagai laksatif (pencahar) karena menahan air di poros usus. Orang yang ketagihan permen bebas gula biasanya direpotkan dengan seringnya mereka minta izin untuk mengurus "tabungan yang kelewat cair."

ebooks

loading...