Konsumsi minuman beralkohol merupakan kebiasaan yang lebih banyak menimbulkan keburukan daripada manfaatnya. Meski ada laporan bahwa minuman beralkohol dapat menyehatkan jika dikonsumsi dalam jumlah yang moderat, namun anda tidak direkomendasikan untuk memulai konsumsi minuman beralkohol untuk meningkatkan kesehatan anda.

Berikut adalah beberapa mitos dan fakta seputar minuman beralkohol:

  • Mitos: Minuman keras keras seperti rum, vodka, dan tequila lebih berbahaya dari pada anggur dan bir.
  • Fakta: Kerusakan yang disebabkan oleh alkohol tergantung pada jumlah yang dikonsumsi. Dibandingkan dengan minuman keras, bir dan anggur memiliki persentase alkohol yang relatif rendah, tetapi bir dan anggur juga sering dikonsumsi dalam jumlah yang lebih besar.

 

  • Mitos: Alkohol merangsang nafsu makan.
  • Fakta: Bagi beberapa orang, alkohol dapat merangsang nafsu makan, tetapi hal ini nampaknya memiliki efek sebaliknya pada peminum berat. Peminum berat cenderung memiliki kebiasaan makan yang buruk dan juga menderita gizi buruk. Konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan resiko kekurangan energi protein; rendah asupan protein, kalsium, besi, vitamin A, vitamin C, thiamin, vitamin B6, dan riboflavin.

 

  • Mitos: Minum minuman beralkohol menyehatkan
  • Fakta: Konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang sedang dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit jantung. Konsumsi yang lebih tinggi, bagaimanapun juga akan meningkatkan risiko untuk tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, beberapa kanker, kecelakaan, kekerasan, bunuh diri, cacat lahir, dan kematian pada umumnya. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan akan merusak hati, pankreas, otak, dan jantung.

 

  • Mitos: Anggur meningkatkan penyerapan mineral dalam tubuh
  • Fakta: Anggur dapat meningkatkan penyerapan tubuh akan mineral kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan seng, tetapi alkohol dalam anggur akan meningkatkan ekskresi mineral-mineral tersebut dari dalam tubuh, sehingga tidak ada manfaat yang diperoleh dalam hal ini.

 

  • Mitos: Minum alkohol dapat menghangatkan badan
  • Fakta: Alkohol mengalihkan aliran darah ke kulit dan membuat anda merasa lebih hangat, tetapi sebenarnya hal ini justru mendinginkan tubuh.

 

  • Mitos: Anggur dan bir ringan tidak menyebabkan alkoholisme.
  • Fakta: Alkoholisme tidak terkait dengan jenis minuman, melainkan untuk kuantitas dan frekuensi konsumsi minuman beralkohol.

 

  • Mitos: Mencampurkan berbagai jenis minuman beralkohol membuat anda mabuk.
  • Fakta: Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol dalam bentuk apapun akan membuat anda mabuk.

 

  • Mitos: Alkohol adalah stimulan
  • Fakta: Orang-orang berpikir bahwa alkohol merupakan stimulan karena dapat menghilangkan inhibitor atau zat yang menghambat laju reaksi kimia, tetapi alkohol melakukan hal tersebut dengan menekan aktivitas otak. Secara medis, alkohol didefinisikan sebagai obat depresan.

 

  • Mitos: Bir merupakan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, dan cairan.
  • Fakta: Bir tidak mengandung karbohidrat, sebagian besar kandungan kalorinya berasal dari alkohol. Vitamin dan mineral yang terdapat pada bir tidak dapat dibandingkan dengan vitamin dan mineral yang bersumber dari makanan. Efek diuretik dari alkohol dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah cairan yang didapat dari bir.

 

  • Mitos: Mengkonsumsi alkohol dengan seafood mentah mengurangi resiko terkena hepatitis.
  • Fakta: Orang-orang memakan tiram yang terkontaminasi sambil minum minuman beralkohol dan tidak menjadi sakit seperti juga mereka yang tidak minum alkohol. Tapi jangan disesatkan: hepatitis merupakan penyakit yang terlalu serius jika hanya mengandalkan alkohol sebagai perlindungan.