Bawang putih merupakan herbal yang kompleks yang mengandung lebih dari 200 senyawa berbeda, 100 jenis diantaranya merupakan senyawa sulfur, yang memberikan banyak manfaat bagi pengobatan. Bawang putih telah lama digunakan untuk pengobatan tradisional di masyarakat, terutama di Asia, di China orang rata-rata mengkonsumsi bawang putih sekitar 16 gram per harinya, tanpa efek samping.

Beberapa senyawa yang mengandung sulfur dalam bawang putih adalah E-ajoene, Z-ajoene, allicin, allixin, alil merkaptan, alil metil sulfida, dialil disulfida, dialil sulfida, trisulfide dialil, s-alil sistein dan s-allylmercaptocysteine. Dari semua itu, bahan aktif yang paling utama adalah allicin.

Penelitian telah menunjukan bahwa bawang putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, baik dalam bentuk bawang putih segar, ekstrak bawang putih, minyak bawang putih maupun bentuk lainnya. Manfaat bawang putih bagi kesehatan sangatlah banyak, mulai dari kardiovaskular sampai kandungan anti kankernya.

Berbagai manfaat bawang putih antara lain termasuk mengurangi kolesterol jahat atau LDL, mencegah pembekuan darah dan penggumpalan trombosit, mampu memblokir kimia kanker, sebagai stimulan kekebalan tubuh untuk melawan kanker dan infeksi, serta memberikan perlindungan kepada sel dari proses oksidasi.

Efek terapi dari bawang putih dapat dikelompokan menjadi empat hal utama, yaitu:
1. Kandungan antimikroba,
2. Efek kardiovaskular,
3. Komponen anti kanker,
4. Manfaat lain.

A. Sifat antimikroba

Bawang putih memiliki kandungan antibakteri, antijamur, antivirus dan antiprotozoal. Bawang putih telah lama digunakan antara lain sebagai obat untuk gangguan pencernaan dan diare, untuk menghancurkan mikroorganisme akibat infeksi bakteri, jamur, dan virus, dan untuk mengusir cacing usus dan parasit.

Bawang putih diketahui efektif dalam melawan bakteri Grampositive dan bakteri negatif, termasuk Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, E. coli, dan Listeria monocytogenes. Bawang putih juga dilaporkan mampu menghambat bakteri Aerobacter, Aeromonas, Bacillus, Citrella, Citrobacter, Clostridium, enterobacter, Escherichia, Klebsiella, Lactobacillus, Leuconostoc, Micrococcus, Mycobacterium, Proteus, Providencia, Pseudomonas, Salmonella, Serratia, Shigella, Staphylococcus, Streptococcus and Vibrio.

B. Efek pada kardiovaskular

Bawang putih dapat melindungi pembuluh darah dari efek negatif dari radikal bebas, memiliki pengaruh positif pada lipida darah, meningkatkan aliran pada pembuluh kapiler, dan mengurangi tingkat tekanan darah tinggi jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat memperkuat dan menstimulasi kesehatan jantung. Bawang putih telah digunakan dalam pengobatan tradisional Asia untuk masalah jantung selama bertahun-tahun.

C. Efek sebagai antikanker

Bawang putih diketahui sangat efektif dalam melawan berbagai jenis kanker. Sebuah studi yang dilakukan 60 tahun lalu menyimpulkan bahwa terjadinya kanker lebih rendah di negara-negara dengan konsumsi bawang dan bawang putih yang tinggi.

Kemampuan bawang putih untuk mengaktifkan sekresi lambung membuatnya memiliki kemampuan untuk mencegah kanker gastrointestinal.

Kanker lambung merupakan kanker utama di negara berkembang. Helicobacter pylori adalah bakteri yang terlibat dalam etiologi kanker perut. Insiden kanker perut lebih rendah pada orang dengan konsumsi sayuran bawang-bawangan yang tinggi.

D. Berbagai manfaat lainnya

Banyak sekali manfaat lainnya dari bawang putih dalam menjaga kesehatan, antara lain termasuk:

1. Efek imunomodulator

Dalam studi pada hewan menunjukkan bawang putih dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Studi pada manusia menunjukkan hubungan positif antara bawang putih dan peningkatan immunoreactions dan fagositosis.

Sebuah studi yang dilakukan pada tikus menunjukkan efek antiartritis bawang putih jika digunakan dalam bentuk minyak.

2. Efek hipoglikemik

Studi menunjukkan bahwa konsumsi bawang dan bawang putih dapat menurunkan tingginya konsentrasi glukosa darah.

Minyak bawang putih juga diketahui dapat meningkatkan insulin dan kadar urea dan mengubah aktivitas enzim hati dalam tikus yang diberi asupan etanol.

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat glukosa dalam darah dapat diturunkan oleh bawang putih, sedangkan konsentrasi tingkat glikogen di hati dan insulin dalam darah meningkat. Dalam sebuah penelitian diabetes pada tikus, senyawa allicin menunjukan memberi efek antidiabetes yang signifikan.

3. Efek hormon

Dalam literatur medis kuno, bawang putih disebutkan dapat memberikan efek hormon. Sifat afrodisiak dihubungkan dengan bawang putih karena kepercayaannya yang dapat merangsang hormon seks pada laki-laki dan perempuan. Bawang putih juga diasumsikan merangsang kelenjar hipofisis, yang pada gilirannya mempengaruhi kelenjar lainnya dan memiliki efek pada metabolisme lemak dan karbohidrat.

4. Efek pada gangguan metabolisme

Di masyarakat umum, telah lama bawang putih dikonsumsi dan diyakini dapat memperkuat mekanisme pertahanan tubuh dan mengatasi gangguan metabolisme pada orang-orang yang berusia di atas 40 tahun.

5. Efek Antihepatotoxic

Studi pada tikus menunjukkan bahwa beberapa senyawa dalam bawang putih mampu memberikan perlindungan yang memadai pada hati. Dalam hati dengan jumlah lipid peroksida yang tinggi dan akumulasi trigliserida, kadarnya menurun secara signifikan pada hewan yang dirawat dengan diberi ekstrak bawang putih.

Ekstrak bawang putih tua terbukti efektif dalam mengendalikan hepatopathy dan kerusakan hati yang diinduksi oleh hepatoxins selama hepatitis akut.

6. Dispepsia dan gangguan pencernaan

Bawang putih telah lama digunakan untuk mengatasi masalah perut dan usus. Orang yang memiliki ketahanan terhadap penyakit usus dan perut dihubungkan dengan konsumsi bawang putih yang tinggi.

Minyak bawang putih mengaktifkan sekresi yang lebih tinggi dari asam klorida dan enzim pencernaan dalam perut karena efek stimulasinya terhadap membran mukosa lambung.

Bawang putih kering juga diketahui memiliki efek dalam mengatasi perut kembung, kolik gas, dan mual.

7. Mengobati penyakit pernapasan

Laporan terakhir menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu orang dengan disfungsi pernapasan, termasuk masalah karena tinggi ketinggian. Negara-negara dunia ketiga telah berhasil menggunakan bawang putih selama bertahun-tahun untuk mengobati penyakit pernapasan seperti TBC, bronkiektasis, gangren paru-paru, dan batuk rejan. Di negara-negara eks Uni Soviet dan Bulgaria juga menggunakan bawang putih untuk mengobati flu dan radang tenggorokan.

loading...