Akhir-akhir ini, ditemukan modus operandi baru yang dilakukan oleh pelaku usaha secara tidak bertanggung jawab, yaitu memproduksi dan mengedarkan produk kopi dalam kemasan yang dicampur bahan kimia obat (BKO) berupa sildenafil dan/atau tadalafil. Badan POM RI tidak pernah memberikan persetujuan izin edar untuk produk kopi tersebut. Pada prinsipnya penambahan BKO dalam pangan adalah dilarang.

Bahan kimia obat ini dapat menyebabkan sakit kepala, muka merah, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, infark myocard, nyeri dada, denyut cepat (palpitasi) , kehilangan potensi seks secara permanen dan kematian.

Dari hasil sampling dan pengujian selama 2 (dua) hari terhadap 56 produk kopi dalam kemasan, ditemukan 2 2 produk yang positip mengandung sildenafil dan/atau tadalafil (terlampir). Ke 22 produk tersebut tidak terdaftar di Badan POM.

Sebagai tindak lanjut dari hasil temuan tersebut Badan POM dengan ini menyampaikan peringatan kepada public (public warning), dengan tujuan agar masyarakat tidak mengonsumsi kopi yang mengandung bahan kimia obat karena dapat membahayakan kesehatan.

Terhadap produk kopi mengandung BKO telah dilakukan penarikan dari peredaran untuk dimusnahkan. Badan POM juga telah menyampaikan surat rekomendasi kepada Dinas Kesehatan untuk mencabut ijin edar produk kopi mengandung BKO tersebut.

Kepada produsen dan pelaku usaha lainnya diperingatkan untuk tidak memproduksi dan/atau mengedarkan kopi yang mengandung bahan kimia obat karena hal tersebut melanggar hukum.

Terhadap pelanggaran tersebut, menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, Pasal 55, pelaku dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupiah).

Untuk mencegah peredaran produk pangan yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu dan manfaat, Badan POM terus menerus melakukan pengawasan secara komprehensif sebelum dan sesudah produk beredar, termasuk koordinasi lintas sektor utamanya dengan Pemda Kab/Kota (Dinas Kesehatan/ Dinas Perindustrian/ Dinas Perdagangan), sedangkan bagi UMKM produsen industri rumah tangga pangan dilakukan pembinaan/ a dvokasi agar dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Kepada masyarakat diminta untuk tidak membeli dan mengonsumsi produk kopi seperti tercantum dalam lampiran.

Dihimbau kepada masyarakat bila menemukan produksi dan/atau peredaran kopi mengandung bahan kimia obat tersebut agar melaporkan kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI di Jakarta, nomor telepon: 021-4263333 dan 021-32199000 atau email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau melalui Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Demikian peringatan ini disampaikan untuk diketahui dan disebarluaskan.

# Badan POM RI

Daftar 22 produk kopi yang berbahaya karena dicampur dengan bahan kimia obat dapat dilihat pada di sini:

loading...