Memiliki jerawat di wajah merupakan hal yang banyak ditakuti wanita, terutama di usia remaja. Kebanyakan dari remaja merasa kepercayaan dirinya menurun ketika wajah dipenuhi jerawat. Kondisi tersebut secara langsung juga dapat mempengaruhi keadaan emosional seseorang. Bahkan jangan heran, jika hanya karena jerawat, tidak sedikit remaja memiliki keinginan bunuh diri.

Saat memasuki masa pubertas kemunculan jerawat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang bisa merangsang kelenjar minyak menghasilkan minyak secara berlebihan. Hal ini akan menyebabkan jerawat lebih sulit diatasi dan diperlukan waktu lama untuk mengatasinya sehingga bisa membuat penderitanya frustrasi yang berujung pada depresi.

Menyoal masalah ini, para ahli menyoroti peningkatan kasus depresi dan percobaan bunuh diri di kalangan remaja yang memiliki jerawat cukup parah. Pada awalnya diduga obat-obatan jerawat yang dipakai menyebabkan efek samping ketidakstabilan mental dan memicu bunuh diri.

Namun, sebuah survey melibatkan 3775 remaja yang dilakukan Institut Kesehatan Publik Norwegia dan dimuat dalam Journal of Investigative Dermatology, menemukan keinginan bunuh diri itu bukan karena efek samping obat jerawat, tetapi karena para remaja merasa tidak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat.

Kondisi tersebut terutama terjadi pada remaja yang kondisi jerawatnya cukup parah. Hasil survei menunjukkan, hampir 25 persen dari responden yang mengalami masalah jerawat parah mengaku sering merasa depresi dan punya keinginan untuk bunuh diri.

Kesimpulannya, remaja dalam kelompok yang punya masalah jerawat parah memiliki pikiran untuk bunuh diri dua atau tiga kali lebih sering dibandingkan remaja yang masalah jerawatnya tergolong ringan.

Maka itu, isu ini penting dicermati oleh orangtua dan pihak sekolah, "Sistem perawatan kesehatan dan sekolah harus menyadari masalah ini, dan perlu ditangani secara serius. Remaja yang menderita jerawat sekecil apapun harus didorong untuk segera mencari pengobatan," kata peneliti Jon Halvorsen, Profesor Dermatologi di Universitas Oslo.

Lima Obat Alami Pembasmi Jerawat

Jerawat yang tak kunjung hilang memang sangat menjengkelkan. Sebelum memutuskan menggunakan obat kimia, coba dulu bahan alami pembasmi jerawat. Tidak hanya lebih irit, tetapi juga lebih aman bagi kulit.

Berikut bahan alami yang bisa Anda jadikan obat jerawat.

Bawang putih

Meskipun baunya sangat menyengat tetapi bawang putih sangat bagus untuk kulit berjerawat. Anda bisa mengusapkan bawang putih yang telah dipotong pada jerawat setiap hari. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air. Hal ini bisa agar jerawat tidak semakin besar.

Tomat

Tomat mengandung antioksidan yang tinggi dan bisa membuat jerawat lebih cepat kempes. Anda bisa membuat masker jerawat sendiri, caranya hancurkan saja tomat segar dengan blender. Tempelkan tomat yang sudah berbentuk seperti bubur pada wajah. Diamkan selama 30 menit kemudian bilas dengan air.

Putih telur

Putih telur merupakan masker super. Fungsinya sekaligus mengencangkan kulit dan mengurangi jerawat karena kandungan zincnya cukup tinggi. Gunakan kuas untuk mengoleskan putih telur pada wajah yang telah dibersihkan. Diamkan selama 20 menit atau hingga kering lalu bilas dengan air.

Lidah buaya

Gel pada lidah buaya mengandung bahan antibakteri. Anda bisa langsung menempelkannya pada jerawat agar terhindar dari infeksi yang semakain parah. Dalam lidah buaya juga mengandung zat pelekat yang bisa mengencangkan pori-pori. Usapkan cairan lidah buaya pada kulit wajah dan diamkan selama 20 menit kemudian bilas.

Jeruk

Anda bisa melakukan peeling menggunakan jeruk pada kulit wajah yang telah dibersihkan. Pijat saja seluruh wajah dengan jeruk segar dan diamkan selama 20 menit kemudian bersihkan dengan air hangat. Anda juga bisa menjadikan perasan jeruk sebagai masker. Tempelkan pada wajah dan diamkan selama 10 menit kemudian bilas dengan air. Kandungan vitamin C dan antioksidannya bisa membuat kulit tampak segar dan mencegah timbulnya jerawat baru.

Vivanews

loading...