Keadaan kepala penderita DM
 
a. Rambut
Penderita DM yang sudah menahun dan tidak terawat secara baik, biasanya  rambutnya lebih tipis. Bila akar rambut terserang, rambut mudah rontok.

b.Telinga :
Karena urat saraf bagian pendengaran DM mudah rusak, telinga sering mendenging   dan bila tidak diobati dapat terjadi ketulian.

c. Mata :

  • Bila kadar glukosa di dalam darah mendadak tinggi, lensa mata menjadi cembung
  • Penyakit DM dapat menyebabkan lensa mata menjadi keruh (tampak putih), penderita mengeluh penglihatan menjadi kabur (katarak).
  • Komplikasi menahun pada mata yang lain adalah meningkatnya tekanan bola mata yang disebut glaukoma.
  • Gangguan pada retina mata akibat DM disebut retinopati diabetik dimana terjadi penyempitan pembuluh darah kapiler disertai eksudasi dan perdarahan pada retina.


Keadaan rongga mulut penderita DM

a. Lidah :
Lidah penderita DM sering membesar dan terasa tebal sehingga  terjadi gangguan pengecapan pada lidahnya

b. Ludah :
Ludah penderita DM seringkali menjadi lebih kental, sehingga mulutnya terasa kering,  disebut xerostomia diabetic

c. Gigi dan gusi :
Karena jaringan yang mengikat gigi pada rahang yang disebut periodontium  mudah rusak, gigi penderita DM mudah goyah dan mudah lepas, gusi membengkak sehingga gigi tampak keluar ( modot).


Keadaan paru dan jantung penderita DM

a. Paru :
Penderita DM mudah terjadi TBC paru.

b. Jantung :
Penderita DM mudah terkena penyakit  jantung koroner, penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner, mudah terjadi infark miokard dimana otot jantung menjadi lemah karena kekurangan suplai oksigen.

Keadaan organ hati penderita DM

Penderita DM akan mengalami penyakit lever akibat diabetesnya kelainan ini  disebut “Penyakit Hati Diabetik”. Penderita DM lebih mudah mengidap radang hati karena virus Hepatitis B dan hepatitis C dibanding orang yang tidak menderita penyakit DM.
 

Keadaan alat pencernaan penderita DM

a. Lambung :
Pada penderita DM, akhirnya urat saraf pemelihara lambung akan rusak, lambung menggelembung sehingga proses pengosongan lambung terganggu.

b. Usus :
Pada Penderita DM mengeluh sukar BAB yang disebut obstipasi diabetic.

Keadaan ginjal dan kandung kemih

a. Ginjal :
Pada penderita DM mempunyai kecenderungan tujuh belas kali lebih mudah mengalami gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh faktor infeksi berulang yang timbul pada DM dan adanya penyempitan pembuluh darah kapiler yang disebut mikroangiopati diabetic.

b. Kandung kemih
Pada penderita DM sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang, selain itu urat saraf yang memelihara kandung kemih sering rusak sehingga dinding kandung kemih menjadi lemah. Sifat kontrol urat saraf terganggu menyebabkan penderita sering ngompol atau air  kencingnya keluar sendiri tanpa disadari yang disebut inkontinesia urine.

Kemampuan seksual penderita diabetes melitus

Jika kerusakan sarafnya sudah berat dan permanen biasanya penderita DM akan menderita impoten yang menetap. Impoten pada penderita DM dapat dibedakan 2 jenis, impotensi neurogenik dan impotensi psikogenik.
              

Keadaan urat saraf penderita DM

Karena glukosa di dalam darah penderita DM demikian tinggi, akan merusak urat saraf penderita  jika prosesnya berlangsung lama. Kelainan urat saraf akibat penyakit DM disebut neuropati diabetic.

Gejala yang sering muncul:

  • Kesemutan
  • Rasa panas atau rasa tertusuk – tusuk jarum
  • Rasa tebal terjadi di telapak kaki
  • Kram
  • Badan sakit terutama malam hari
  • Bila ada kerusakan urat saraf disebut polineuropati diabetic.

 

Keadaan pembuluh darah pada penderita DM

Jika sumbatan terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai  (makroangiopati diabetik), tungkai akan lebih mudah mengalami gangren diabetic, yaitu luka pada kaki yang merah kehitam – hitaman dan busuk. Bila sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang lebih besar penderita DM akan merasa tungkainya sakit sesudah ia berjalan pada jarak tertentu  karena aliran darah ke tungkai tersebut berkurang dan disebut claudicatio intermitten.

loading...