Pertumbuhan gigi bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya sejak janin berusia 4 minggu sampai bayi lahir. Pertumbuhan ini masih berlangsung di dalam rahang dan tak terlihat dari luar.

Proses munculnya gigi ke permukaan menembus gusi tidak bisa diukur lamanya. Sampai di mana posisinya pun hanya bisa dilihat dengan foto rontgen. Namun biasanya, gigi pertama muncul sejak usia sekitar 6 bulan sampai 12 bulan. Sampai usia 2 tahun anak punya 20 gigi susu.

Mula-mula yang tumbuh adalah mahkota gigi yang berwarna putih dengan lapisan luar emailnya, lalu berikutnya ada dentin, dan berikutnya lagi adalah pulpa yang menjadi tempat saraf dan pembuluh darah. Paling akhir yaitu akar gigi.

Salah satu yang mempengaruhi waktu kemunculan gigi bayi adalah asupan kalsium selagi ibu hamil. Namun, tidak berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang lebih cepat. Bagaimanapun juga, daya serap kalsium setiap janin berbeda-beda. Selain itu, asupan kalsium pun dibutuhkan oleh pembentukan dan pertumbuhan tulang.

Beberapa Hal Ketika Gigi Bayi Tumbuh

Pada setiap anak, gejala yang timbul saat tumbuh gigi berbeda-beda atau individual. Reaksinya tergantung pada daya tahan tubuh dan ketahanan akan rasa sakit. Gejala umum yang ditemui antara lain:

Gatal pada gusi

Ini paling sering dialami. Rasa gatal ini membuat anak sering menggigit benda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya berikan biskuit bayi yang agak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidak membahayakan. Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untuk digigit-gigit yang aman dari zat beracun.

Rewel

Keadaan gatal pada gusi membuat bayi merasa tak nyaman. Akibatnya bayi yang baru tumbuh gigi hampir selalu rewel.

Gusi tampak kemerahan

Tidak nafsu makan

Perasaan tak enak di mulut karena tumbuh gigi bisa membuat anak malas makan atau mengunyah. Meski demikian anak tetap harus makan.

Demam

Biasanya tidak sampai demam tinggi. Bila demamnya cukup tinggi, bawalah anak ke dokter untuk mengecek apakah demamnya memang disebabkan akan tumbuh gigi atau ada penyebab lain.

Perawatan Gigi Bayi dan Balita

Umumnya penyakit dan kelainan gigi pada anak merupakan salah satu gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sejak gigi susu mulai tumbuh, orangtua harus bertanggungjawab membersihkan gigi bayi mereka. Walaupun gigi anak hanya merupakan gigi susu yang keberadaannya hanya sementara, namun kesehatan gigi susu berpengaruh terhadap kesehatan gigi anak di kemudian hari.

Karena itu, sebagai orangtua perlu mengetahui bagaimana merawat gigi anak sejak bayi dengan cara yang benar, agar kesehatan gigi dan mulut anak teratasi. Berikut adalah cara merawat gigi balita anda yang didapat dari berbagai sumber:

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 - 6 bulan:

  • Bersihkan gusi bayi Anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari.
  • Jangan biarkan bayi Anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.
  • Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab.
  • Jangan menambah rasa manis pada botol susu dengan madu atau sesuatu yang manis.


Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7 - 12 bulan:

  • Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi Anda dengan kain lembab (tidak basah sekali), sehabis menyusui.
  • Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.
  • Berikan air putih bila bayi Anda ingin minum diluar jadwal minum susu.
  • Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab.
  • Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.
  • Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, mulai gunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.
  • Jangan gunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.
  • Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.


Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

  • Mulailah perkenalkan pasta gigi berfluoride.
  • Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.
  • Pergunakan pasta gigi seukuran sebutir kacang hijau.
  • Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari, sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari.
  • Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.
  • Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.
  • Jadilah teladan dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
  • Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.
  • Hindari makanan ringan yang mengandung gula.


#dari bbg sumber

loading...