Anak-anak

Empat Faktor Penyebab Kesulitan Makan pada Anak

Masalah kesulitan makan pada anak merupakan masalah tingkah laku anak yang paling hanyak dijumpai dan sering dikeluhkan oleh para ibu. Sebenarnya kelainan ini mudah sekali dicegah dan dapat diobati hanya dengan merubah lingkungan sekitar anak. Hal yang lumrah tersebut tidak jarang mengundang gelisah para orang tua.

Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan kesulitan makan pada anak, antara lain penyebab itu dapat berasal dari dari dalam tubuh sendiri, dari makanan dan dari lingkungan.

1. Anak

Keadaan yang berasal dari tubuh, misalnya terjadi karena sifat khas pribadi anak tersebut. Seperti diketahui tiap anak mempunyai kesukaan terhadap makanan sendiri-sendiri. Sebagian anak menyukai manis, sebagian lagi lebih menyukai asin, ada anak yang menyenangi daging, tapi anak lain lebih menggemari sayur-sayuran, dan lain-lain.

Namun bagaimana pun tiap anak sebenamya dilahirkan dengan nafsu makan yang cukup. Secara naluriah mereka akan mengambil sesuatu yang diperlukan tubuhnya demi kesinambungan pertumbuhan anak tersebut.

Pertumbuhan ego juga mempengaruhi tingkat selera makan anak. Pada anak usia 2—3 tahun sifat negativitik sudah menjadi sifat yang hampir biasa pada anak. Pada umur seperti ini anak sering menolak makanan yang diberikan kepadanya. Misalnya saja anak yang berusia 6—9 bulan sering menolak susu. Keadaan tersebut terjadi pada anak yang mendapat makanan padat untuk pertama kali atau anak yang mendapat susu melebihi daripada jumlah yang diinginkan anak.

2. Penyakit

Penyakit atau ketika anak sakit biasanya mempengaruhi nafsu makan anak. Penyakit yang mempengaruhi nafsu makan umumnya kelainan pada mulut seperti sariawan, tonsilitis dan rasa sakit akibat tumbuh gigi baru. Tuberkulosis, diare, demam, kekurangan gizi-berat serta beberapa penyakit lainnya, juga dapat menyebabkan penurunan nafsu makan anak.

Perasaan tidak bahagia atau rasa cemburu terhadap adiknya, yang sebenarnya normal pada anak yang berusia sekitar 9 bulan sampai 3 tahun, berperan pula dalam menurunkan nafsu makan anak.

Penyakit atau keadaan yang mendasari kelainan nafsu makan ini harus dihilangkan dahulu, agar anak kembali makan seperti biasa.

3. Makanan

Faktor makanan seperti warna, bau, bentuk dan rasa makanan juga sangat mempengaruhi selera makan anak. Anak-anak misalnya cenderung tertarik pada bentuk makanan yang unik, warna makanan yang mencolok dan rasa makanan yang manis dan asam. Perlu kehati-hatian dari orang tua akan jajanan jaman sekarang yang memang dibuat untuk dapat menarik minat anak tetapi terkadang mengandung bahan tambahan yang berbahaya, seperti pewarna dan pengawet.

Makanan baru yang diperoleh anak akan lebih banyak menimbulkan masalah, misalnya saja pemberian makanan padat pertama pada bayi.

4. Lingkungan

Faktor lain yang menyebabkan kesulitan makan pada anak adalah lingkungan. Misalnya keluarga akan membujuk, memberikan hadiah, memarahi, atau memaksa jika anak tidak mau makan. Kalau hal ini terus menerus berlangsung maka akan menjadi semacam kebiasaan dan dapat mempengaruhi cara makan anak, yang cenderung akan menyulitkan.

Lingkungan sekitar rumah dan sekolah di mana terdapat jajanan yang menarik hati anak-anak, juga dapat mempengaruhi pola makan anak. Seringnya jajan dan jenis jajanan yang mengenyangkan akan menurunkan nafsu makan anak, hal ini dikhawatirkan dapat menurunkan asupan gizi bagi si anak.

2012. smallCrab, just another blogs
Download Joomla Templates