Seorang anak punya kecenderungan memilih makanan yang disukai saja. Oleh karena itu kebiasaan makan yang baik perlu ditanamkan sejak usia dini. Untuk itu peran orang tua untuk mengawasi pola konsumsi anak menjadi sangat penting. Berikut ini beberapa cara yang bisa jadi panduan.

Jangan membiasakan anak mengkonsumsi makanan pembuka atau selingan yang tinggi kandungan kalorinya menjelang waktu makan utama. Akibatnya, anak akan merasa kenyang sebelum waktu makan tiba.

Kendati sedang terjadi krisis ekonomi, usahakan anak Anda mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Atau bisa juga dengan segelas susu, yoghurt, atau seiris keju sebagai pengganti minimal dua kali sehari untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuh bagi pertumbuhan tulang dan gigi.

Biasakan anak selalu makan pagi, hal ini dapat menghindarkan kebiasaan jajan.
Biasakan memberikan bekal makanan anak ke sekolah. Berikan pengertian makanan yang dibawa lebih sehat dan bergizi daripada yang mereka beli di sembarang tempat.
Jangan membiasakan menuruti semua permintaan anak semacam coklat, permen, makanan ringan, jeli, dsb.

Kembangkan sikap tegas, terbuka, dan logis ketika menolak permintaan anak. Lalu cobalah memberikan alternatif pengganti. Katakan bahwa permen dan coklat tidak baik karena dapat merusak gigi dan menawarkan puding buah susu sebagai gantinya.

Beri contoh positif pada anak. Anak-anak cenderung meniru kebiasaan dan tingkah laku orang-orang terdekatnya. Jangan pernah berharap anak mau menghentikan kebiasaan jajan jika setiap sore hari Anda sendiri tak pernah absen mencegat tukang mi pangsit yang lewat di depan rumah.

Kalau memang tidak terpaksa, jangan biasakan anak Anda membeli makanan siap saji. Makanan ini kurang seimbang komposisi kandungan gizinya lantaran terlalu banyak lemak dan kalorinya.

(Trisno Haryanto, tenaga ahli gizi, Puskesmas Kec. Kebonagung, Pacitan)
 
#dari: internet
loading...