Berhati-hatilah bagi ibu hamil untuk tidak merokok atau mengunyah tembakau, karena terdapat sejumlah bahan kimia beracun serta radioaktif polonium yang dapat mengganggu perkembangan janin yang dikandungnya. Bayi yang akan dilahirkan kelak oleh seorang ibu yang merokok sewaktu kehamilannya akan berkurang 10 persen bobotnya. Oleh karena bobot bayi sewaktu lahir merupakan faktor kunci pada mortalitas bayi, pemakaian tembakau sangatlah membahayakan keselamatan si bayi.

Merokok juga dapat mengakibatkan bayi lahir prematur atau abortus spontan. RT Ravenholt, seorang ahli epidemiologi, memperkirakan bahwa rokok mengakibatkan 50.000 keguguran per tahunnya di Amerika. Menurut penelitian, 19 persen bayi pertama yang dilahirkan oleh seorang ibu perokok di Italia merupakan bayi prematur. Angka tersebut 2 kali lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak merokok.

Frekuensi penyakit pernapasan, pneumonia, asma, bronkitis, influenza dan masuk angin lebih banyak dijumpai di antara anak-anak yang orangtuanya merokok. Penelitian di Inggris menunjukkan, anak-anak di bawah umur 1 tahun yang ibunya merokok lebih dari 1 pak setiap harinya memiliki risiko terkena bronkitis dan pneumonia dua kali lebih tinggi.

Perkembangan anak pun akan terhambat apabila orang-tua merokok. Menurut penelitian, kapasitas paru-paru anak laki-laki akan berkurang 7 persen apabila ibunya merokok. Apabila anak laki-laki remaja tersebut juga merokok, kapasitas paru-parunya akan berkurang 25 persen. Anak-anak yang terpaksa menghirup asap rokok dari orang-tuanya akan mengalami hambatan dalam perkembangan fisik dan intelektualnya, serta semakin lama seseorang kontak dengan zat-zat karsinogen seperti asap rokok, misalnya, makin besar kemungkinan untuk terkena penyakit kanker paru-paru.

Suatu penelitian di Italia, menunjukkan, anak-anak yang ibunya merokok kemampuan untuk belajar membacanya lebih lambat dibandingkan anak-anak yang ibunya tidak merokok. Penelitian lain di Amerika, menunjukkan, anak-anak berumur 11 tahun yang ibunya merokok, kemampuan belajarnya terlambat 6 bulan.

#dari bbg sumber

loading...