Kekebalan tubuh berperan penting dalam memberikan perlindungan dari serangan infeksi bakteri dan virus pada anak. Apabila kekebalan tubuh melemah maka perlindungan terhadap serangan bakteri dan virus menjadi lemah, dan si anak pun menjadi mudah sakit. Pada anak-anak sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rentan terkena penyakit.

Sistem kekebalan tubuh anak dibangun dengan adanya kontak si anak dengan bakteri, virus dan organisme lainnya. Sistem kekebalan tubuh menjadi kuat atau "terlatih" karena adanya serangan kuman-kuman dari luar.

Jadi apa yang dapat anda lakukan untuk melindungi anak dari serangan kuman setiap harinya? Banyak ahli menganggap 6 - 8 kali serangan pilek, flu, dan infeksi telinga per tahun dalam lima tahun pertama kehidupan si anak adalah hal normal - dan bahkan kejadian sampai 12 atau 15 kali, jika anak berada dalam kontak dekat dengan anak-anak lainnya, seperti saudara atau teman-teman bermain.

Terlepas dari kenyataan bahwa anak Anda terikat untuk mendapatkan sakit kadang-kadang, Anda dapat mengadopsi kebiasaan sehat berikut ini untuk memberikan sistem kekebalan tubuh anak Anda dorongan.

1. Berikan ASI

Pemberian ASI secara ekslusif selama 6 bulan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun pada anak-anak. ASI dapat meningkatkan kemampuan antibodi dan sel-sel darah putih. Hal ini akan menjaga anak dari banyak gangguan kesehatan, termasuk infeksi telinga, alergi, diare, pneumonia, meningitis, infeksi saluran kemih, dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Studi menunjukkan bahwa menyusui juga dapat meningkatkan kemampuan otak bayi dan melindunginya terhadap insulin-dependent diabetes, penyakit Crohn, kolitis, dan bentuk-bentuk tertentu dari kanker di kemudian hari. Kolostrum, pra-susu yang mengalir dari payudara selama beberapa hari pertama setelah melahirkan, kaya akan antibodi untuk melawan penyakit. Untuk manfaat maksimal, para ahli merekomendasikan pemberian ASI selama satu tahun dan secara eksklusif selama 6 bulan pertama.

Banyak ibu menyerah menyusui karena mereka merasa sulit atau menyakitkan. Ketika anda menyusui, hal ini memberikan pengaruh positif besar bagi anak dan perkembangannya di kemudian hari.

2. Sajikan lebih banyak buah dan sayuran

Semua buah dan sayuran mengandung fitonutrien meningkatkan kekebalan tubuh seperti vitamin C dan karotenoid. Phytonutrisi diyakini dapat meningkatkan produksi dari sel-sel darah putih yang berperan melawan infeksi. Studi menunjukkan bahwa diet kaya fitonutrien juga dapat melindungi terhadap penyakit seperti kanker dan penyakit jantung di usia dewasa.

3. Istirahat yang cukup

Studi dari orang dewasa menunjukkan bahwa kurang tidur dapat membuat anda lebih rentan terhadap penyakit dengan mengurangi sel pembunuh alami, senjata sistem kekebalan tubuh utuk menyerang mikroba dan sel-sel kanker. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak.

Istirahat yang cukup akan menurunkan risiko flu dibandingkan ketika kurang tidur. Bahkan porsi tidur sehat untuk anak berusia 3-12 tahun yaitu 10 jam perhari. Dengan demikian kebutuhan tidur anak lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa.

4. Olahraga atau main di luar

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan jumlah sel-sel pelawan penyakit alami pada orang dewasa - dan kegiatan rutin dapat membantu anak-anak dengan cara yang sama. Sistem limfatik tergantung pada latihan beredar secara efisien, sehingga gerakan dan latihan benar-benar sangat penting untuk kesehatan. Untuk mendapatkan anak-anak Anda menjadi kebiasaan kebugaran seumur hidup, menjadi panutan yang baik.

Seringkali orang tua khawatir pada anak yang bermain kotor-kotoran padahal dengan bermain di lingkungan maka sistem kekebalan tubuh anak akan berkembang sepenuhnya. Meskipun kondisi anak bermain di halaman akan terkena paparan kotor yang membantu dalam melacak jumlah patogen dalam melatih sistem imun akan tetapi di sisi lain akan berpotensi menguntungkan dan mendukung sel tubuh dalam memerangi infeksi.

5. Cegah penyebaran kuman

Memerangi kuman tidak secara teknis meningkatkan kekebalan tubuh, tetapi adalah cara yang bagus untuk mengurangi stres pada sistem kekebalan tubuh anak Anda. Pastikan bahwa anak sering mencuci tangan dengan sabun. Perlu perhatian khusus untuk kebersihan anak sebelum dan sesudah makan dan setelah bermain di luar, penanganan hewan peliharaan, menggunakan toilet, dan tiba di rumah setelah berada di sekolah, di taman, dan transportasi umum. Ketika keluar rumah, bawalah selalu tisu sekali pakai.

Jika anak Anda sakit, buanglah langsung sikat giginya. Anak mungkin tidak akan tertular virus yang sama untuk kedua kalinya, tetapi virus dapat menyebar dari sikat gigi ke sikat gigi lainnya, dan akhirnya dapat menginfeksi anggota keluarga lainnya.

6. Stop jadikan anak perokok pasif. Jika anda atau pasangan anda merokok, berhentilah

Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 racun, sebagian besar yang dapat mengganggu atau membunuh sel-sel dalam tubuh. Anak anda lebih rentan daripada Anda terhadap efek berbahaya dari asap rokok sebagai perokok pasif karena dia bernafas dengan lebih cepat dan sistem detoksifikasi alaminya adalah belum berkembang dengan baik.

Bernapas sebagai perokok pasif akan meningkatkan risiko anak anda dari berbagai penyakit, seperti SIDS, bronkitis, infeksi telinga, dan asma. Hal ini juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan perkembangan saraf anak. Jika anda benar-benar tidak bisa berhenti merokok, maka untuk mengurangi risiko kesehatan anak anda, usahakan untuk merokok di luar rumah.

7. Jangan gunakan antibiotik secara berlebihan

Menggunakan resep obat antibiotik setiap kali anak anda pilek atau sakit tenggorokan adalah ide yang buruk. Antibiotik mengobati hanya penyakit yang disebabkan oleh bakteri, namun sebagian besar penyakit anak biasanya disebabkan oleh virus.

loading...