Gigi adalah salah satu asset anak anda yang sangat penting, baik bagi kesehatan maupun penampilan. Gigi yang sehat akan membantu proses pencernaan anak (mengunyah makanan), sehingga anak akan memperoleh nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Merawat gigi pada anak di masa awal pertumbuhannya bisa dibilang susah-susah gampang karena tidak sedikit anak yang menjadi rewel saat pertumbuhan gigi pertamanya.

Dalam merawat gigi anak mutlak diperlukan peran orang tua, mengajari anak membersihkan gigi atau bagaimana mengatur makanan yang berpotensi bisa merusak gigi, seperti permen atau makanan manis lainnya.

Melindungi gigi

  • Jangan biasakan memberikan susu atau jus buah menjelang waktu tidur si anak. Gula dalam susu dan jus buah dapat menyebabkan kerusakan jika berada dalam mulut bayi untuk waktu yang lama. Air putih biasa merupakan minuman terbaik bagi bayi setelah usia 6 bulan.
  • Jangan meninggalkan botol susu / dot di mulut bayi saat bayi sedang tidur. Bayi harus berhenti menggunakan botol susu / dot pada saat usia 1 tahun atau lebih.
  • Bayi yang menyusui terus menerus atau sering di malam hari, kemungkinan dapat menyisakan gula di dalam mulut mereka untuk waktu yang lama dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Lepaskan bayi dari puting susu ketika menyusui selesai. Ketika bayi disusui pada siang hari , kemungkinan sisa susu di dalam mulut akan berkurang, sehingga resiko kerusakan gigi juga menjadi berkurang.
  • Makanan ringan yang sehat dan minum sangat penting bagi anak-anak. Cobalah untuk menjauhkan anak dari terlalu banyak konsumsi gula, terutama di antara waktu makan.
  • Bayi bisa tertular kuman yang menyebabkan kerusakan gigi dari orang lain, terutama dari mereka yang sering menciumnya. Jika orang dewasa memiliki gigi yang bersih dan sehat, bayi juga lebih cenderung akan memiliki gigi yang sehat. Mencium dan menyentuh bayi adalah penting dan tidak boleh berhenti!
  • Telah terbukti bahwa anak-anak yang menjadi perokok pasif memiliki lebih kerusakan gigi daripada anak-anak lain.
  • Jangan menaruh apapun yang berasa manis di boneka bayi.
  • Angkat bibir atas anak Anda sebulan sekali untuk mencari tanda-tanda awal kerusakan gigi. Tanda-tanda awal kerusakan gigi terlihat seperti garis kapur putih di dekat garis gusi atau bintik-bintik coklat.


Fluorida

Fluorida sangat berperan dalam mencegah kerusakan gigi anak. Fluorida berperan pada permukaan gigi, membuat gigi lebih tahan melawan pembusukan. Ini adalah bagian normal dan penting dari enamel gigi manusia

Fluorida ditemukan secara alami di bumi dan di dalam air di sebagian besar wilayah dunia, tapi di banyak tempat tertentu terkadang fluoride sangat sedikit dijumpai di dalam air. Telah ada banyak penelitian ilmiah tentang efek kesehatan yang mungkin dari fluoride. Tidak ada masalah kesehatan yang disebabkan oleh memiliki jumlah fluoride yang bisa didapat dari air fluoride dan pasta gigi fluoride.


Gigi lepas

Ketika anak-anak atau orang dewasa jatuh atau terkena pukulan ke wajah, kadang-kadang salah satu gigi mereka tanggal atau lepas.

Setiap cedera yang cukup parah sampai dapat menanggalkan gigi mungkin juga dapat menyebabkan retaknya tulang di sekitar gigi. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakannya ke dokter gigi.

Membersihkan gigi

Mulailah membersihkan gigi bayi segera setelah gigi bayi muncul di mulut. Bersihkan dengan sikat gigi yang kecil dan lembut.
Sikat gigi dua kali sehari - setelah sarapan dan hal terakhir sebelum tidur di malam hari.

Orang tua perlu mengawasi penggunaan pasta gigi dan cara-cara menyikat gigi dengan anak-anak mereka. Anak-anak tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk sepenuhnya membersihkan gigi mereka sendiri sampai mereka berusia 8-9 tahun.

Orang tua harus mengajari menggosok gigi sampai anak-anak dapat melakukannya sendiri dengan benar.

Pasta gigi

  • Fluorida ditemukan secara alami dalam makanan dan air dan ditambahkan ke sebagian besar pasokan air dan produk perawatan mulut seperti kumur dan pasta gigi.
  • Menggunakan fluoride pasta gigi dua kali sehari adalah cara yang sangat efektif untuk mengurangi kerusakan gigi.
  • Ajari anak untuk meludahkan kembali pasta gigi setelah menggosok gigi.
  • Jangan menelan pasta gigi. Menelan pasta gigi dapat menyebabkan anak terlalu banyak asupan fluoride.
  • Jangan langsung dibilas. Fluoride bisa terus melindungi gigi untuk beberapa waktu setelah menyikat jika pasta gigi tidak dibilas keluar dari mulut.


Anak-anak di bawah usia 18 bulan

  • Anak-anak usia 0 sampai 17 bulan tidak perlu pasta gigi.
  • Umumnya anak-anak menerima cukup fluoride untuk manfaat gigi mereka melalui makanan dan air.
  • Dari lahir sampai usia 18 bulan gigi depan permanen sedang tumbuh, dan jika anak-anak menelan pasta gigi fluoride, mungkin dapat menyebabkan bintik-bintik putih (fluorosis) permanen pada giginya saat dewasa nanti. Untuk menghindari hal ini, pasta gigi fluoride tidak boleh digunakan ketika menyikat gigi dan harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jika anda tinggal di daerah yang tidak memiliki air yang mengandung fluoride secara alami, konsultasilah dengan dokter anda.


Anak-anak 18 bulan - 5 tahun

  • Pada anak-anak berusia 18 bulan sampai 5 tahun, gunakanlah pasta gigi fluoride rendah.
  • Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menelan banyak pasta gigi saat menyikat gigi mereka. Oleh karena itu, dianjurkan bahwa mereka menggunakan pasta gigi berfluoride rendah.
  • Pasta gigi harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak, dan awasi dan bimbinglah anak anda dalam menyikat gigi.


Anak-anak usia 6 - 18 tahun dan orang dewasa

Untuk anak usia 6 tahun ke atas, dapat menggunakan pasta gigi orang dewasa.
Pilih pasta gigi fluoride yang sesuai dengan selera dan anggaran. Pedoman umum untuk menggunakan pasta gigi fluoride adalah sebagai berikut:

  • gunakan pasta gigi fluorida untuk gogok gigi dua kali sehari, pagi dan sebelum tidur di malam hari.
  • ludahkan pasta gigi keluar jangan sampai dimakan, usahakan tidak membilas mulut langsung setelah menyikat gigi, biarkan beberapa saat.
  • tidak makan atau menelan pasta gigi.
  • ikuti saran yang diberikan oleh profesional gigi anda.
  • konsultasi dengan dokter tentang kebutuhan pasta gigi berfluoride pada anak anda.


Sikat gigi

  • Gunakan sikat gigi dengan kepala kecil dan bulu lembut, carilah sikat gigi khusus untuk anak.
  • Bersihkan gigi, gusi dan lidah setiap pagi dan malam.
  • Setiap orang harus memiliki sikat gigi sendiri dan tidak menggunakan sikat gigi orang lain.
  • Simpan sikat gigi di tempat yang bersih, kering, sejuk sehingga mereka dapat mengering sebelum digunakan kembali.
  • Setelah menyikat gigi, sikat gigi harus dibilas secara menyeluruh dengan air mengalir cepat untuk menghapus pasta gigi, sisa makanan, dan plak. Kemudian singkirkan sisa air dari sikat gigi untuk membantu agar cepat kering.
  • Ganti sikat gigi secara teratur.
  • Juga gantilah sikat gigi setelah anda mengalami sakit seperti pilek dan flu atau setelah infeksi mulut.
  • Ikuti praktek-praktek kebersihan pribadi, seperti mencuci tangan setelah pergi ke toilet dan mencuci sikat gigi jika jatuh di lantai.

 

loading...