Sistem kekebalan tubuh anak merupakan pertahanan garis depan bagi kesehatan anak, ia memberikan perlindungan melawan jutaan bakteri, virus, racun atau parasit. Terkadang, sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja optimal danĀ  kita masih perlu bantuan obat-obatan untuk membantunya melawan unsur-unsur penyerang tubuh. Asupan makanan yang buruk pada anak, dapat menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuhnya.

Untuk memahami bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja, kita perlu melihatnya dalam berbagai operasi sistem kekebalan tubuh. Berikut adalah 4 contoh bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja:

Luka

Jika anak terluka, maka segala macam kuman akan masuk melalui jaringan kulit yang terbuka. Sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan memproduksi sel darah putih untuk memusnahkan kuman atau unsur asing yang masuk, sementara kulit akan menyembuhkan diri sendiri.

Dalam beberapa kasus, luka akan berstatus "terinfeksi". Maka area luka akan mengalami inflamasi (radang), sebab kuman dan sel darah putih berkumpul dan bertarung di area tersebut atau juga terbentuknya nanah yang berasal dari sel-sel darah putih (sistem kekebalan tubuh) yang mati yang telah berjuang melawan infeksi.

Gigitan serangga

Jika serangga menggigit kulit anak, maka kulit akan menjadi merah dan kadang akan terbentuk benjolan atau bentol. Hal ini berupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh telah bekerja. Benjolan terdiri dari kumpulan jutaan sel tempur (sel kekebalan tubuh) yang telah berkumpul dan berjuang untuk mencegah zat menyerang memasuki aliran darah.

Pilek dan flu

Setiap hari anak menghirup ribuan bakteri dan virus yang melayang di udara. Sistem kekebalan tubuh biasanya dapat mengatasinya tanpa masalah, tapi kadang-kadang kuman dapat melewati garis pertahanan pertama itu dan si anak pun terkena pilek atau masalah lain. Hal ini adalah sebuah tanda bahwa sistem kekebalan tubuhnya gagal menghentikan kuman yang menyerang.

Sel dari sistem kekebalan tubuh langsung bergerak di area selaput lendir di hidung dan bagian atas saluran udara, membunuh kuman sebelum mereka masuk ke bagian tubuh lebih dalam, seperti paru-paru. Fakta bahwa tidak setiap pilek atau flu berkembang menjadi pneumonia atau keracunan darah yang mengancam jiwa menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh anak bekerja setiap hari. Jika sistem kekebalan tubuh dapat membunuh semua kuman yang menyebabkan gejala sakit, maka si anak akan pulih sepenuhnya.

Dapat dikatakan bahwa jika akan sering mengalami gejala sakit, misal pilek, maka itu merupakan bukti bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Dalam beberapa kasus, ketika kuman atau virus sangat intensif menyerang, maka diperlukan antibiotik atau obat-obatan lain untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan kuman penyerang tersebut.

Masalah pencernaan

Setiap hari, bersama makanan, minuman, jajanan atau camilan, anak menelan ratusan kuman, yang mana sebagian besarnya akan mati dalam air liurnya atau asam dalam perut. Kadang-kadang, bagaimanapun, kuman akan masuk juga ke tubuh dan menyebabkan keracunan makanan, yang jelas terlihat dari gejalanya, yaitu muntah dan diare. Sekali lagi, di sini sistem kekebalan tubuh bekerja seperti biasanya dan dapat mencegah kuman-kuman ini untuk menyerang seluruh tubuh, dengan melokalisir efeknya hanya pada dua lokasi yaitu ke usus dan sistem pencernaan. Dalam beberapa hari, sistem kekebalan tubuh anak akan dapat mengatasi kuman-kuman penyerang sepenuhnya.

loading...