Apa itu imunisasi

Memberikan kekebalan pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetesan untuk mencegah agar anak tidak sakit atau walaupun sakit tidak menjadi parah.

Mengapa seseorang harus di imunisasi

Agar kebal terhadap penyakit, karena bila tidak diimunisasi, mempermudah terserang penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi.

Tempat pelayanan imunisasi

Imunisasi dapat diberikan di posyandu, polindes/ poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas, rumah sakit dan sarana kesehatan lainnya.

Jadwal pemberian dan jenis imunisasi




Manfaat Imunisasi :



Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)

1. Tuberkulosis

  • Adalah penyakit yang disebabkan oleh basil tuberculosis, yang menyerang paru, kelenjar, tulang, sendi, kulit dan selaput otak.
  • Gejala batuk berdahak > 2 minggu, sesak nafas, berkeringat dimalam hari, nafsu makan dan berat badan menurun.
  • Menyerang semua golongan umur, terutama ekonomi rendah.
  • Menular lewat percikan ludah.
  • Kuman TBC dapat bertahan pada suhu lembab dan kurang sinar matahari.
  • Rumah yang berlantai tanah, kurang sinar matahari dan tidak ada aliran udara akan mempermudah penularan TBC.
  • Pencegahan dengan imunisasi BCG dan perilaku hidup bersih dan sehat.


2. Polio

  • Penyakit yang disebabkan virus Polio.
  • Hampir sebagian besar penyakit polio tanpa gejala atau gejala ringan seperti flu, diare ringan, sebagian kecil menjadi lumpuh layu dan menetap seumur hidup, yang terjadi terutama pada tungkai.
  • Imunisasi Polio secara lengkap pada bayi sebanyak 4 kali, dan melaksanakan pola hidup bersih merupakan pencegahan penyakit polio.


3. Hepatitis B

  • Penyakit yang disebabkan virus hepatitis B
  • Gejala hepatitis B antara lain
  • Nafsu makan hilang
  • Rasa tidak enak di perut
  • Mual sampai muntah
  • Nyeri dan rasa penuh pada perut sisi kanan atas
  • Disertai demam tidak tinggi,
  • Kadang-kadang disertai nyeri sendi
  • Setelah satu minggu, pada mata bagian putih tampak berwarna kuning, kulit pun kuning
  • Air seni berwarna coklat seperti teh.
  • Penularan dari ibu ke bayi pada saat proses kelahiran dan melalui alat suntik bekas, tranfusi darah dan hubungan seksual.
  • Pencegahan dengan imunisasi Hepatitis B


4. Difteri

  • Adalah penyakit akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan kuman difteri.
  • Gejalanya : demam, nyeri saat menelan, terdapat lapisan putih abu-abu pada tenggorokan.
  • Penyakit ini menyerang selaput lendir hidung, tenggorokan dan radang dikulit
  • Difteri ini sering menyebabkan kematian bila terlambat dibawa ke sarana kesehatan akibat sumbatan jalan nafas dan kelumpuhan otot-otot pernafasan.


5. Pertusis

  • Adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh kuman pertusis
  • Gejalanya mula-mula seperti flu biasa, makin lama batuknya makin hebat, terus menerus, dan cepat, keras sampai puluhan kali, dan diakhiri dengan sekuat tenaga mengambil nafas sampai berbunyi keras. Kadang-kadang sampai muntah, muka tampak kebiruan dan lelah.
  • Pertusis sering menimbulkan kematian karena radang paru-paru atau perdarahan otak.


6. Tetanus

  • Penyakit yang disebabkan oleh racun yang dikeluarkan oleh kuman tetanus, yang masuk melalui luka atau perawatan tali pusat bayi yang tidak baik.
  • Gejala penyakit ini adalah kejang seluruh tubuh yang berulang selama beberapa menit, rahang terkunci dan balita (mulut mencucu untuk bayi), kaku leher, sulit menelan dan kaku otot perut.
  • Pencegahan memberikan imunisasi yang diberikan pada ibu hamil, dan WUS (wanita usia subur) dan siswi di sekolah.
  • Kekebalan TT dapat diberikan dengan imunisasi TT 5 dosis, untuk kekebalan seumur hidup.


7. Campak

  • Campak biasa dikenal masyarakat dengan sebutan tampek (Jawa Barat) atau gabag (Jawa) yaitu penyakit yang ditandai dengan demam dan bercak kemerahan pada wajah atau tubuh terutama menyerang anak-anak.
  • Campak disebabkan oleh virus campak
  • Tanda-tanda terkena campak: 1. Demam atau panas tinggi, 2. Timbul bercak kemerahan pada wajah atau tubuh, 3. Disertai batuk dan atau pilek, dan 4. Kadang-kadang disertai mata merah dan diare
  • Cara pencegahan: Memberikan imunisasi campak, perbaikan gizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan hindari kontak dengan penderita campak.

 

loading...