Zinc merupakan trace elements esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak-anak. Kadar zinc yang tinggi ditemukan pada lapisan koroid mata, prostat, ginjal, hati, otot, dan tulang. Peneliti dari Iran mengukur kadar zinc serum pada 700 anak sehat, CI (confidence interval) 95% adalah 9,7-31,5 µmol/L pada anak laki-laki, 9,2-30,9 µmol/L pada anak perempuan, serta 9,3-31,1 µmol/L untuk keseluruhan studi kohort ini.

Suplementasi zinc direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), UNICEF (United Nations Children’s Fund), WHO (World Health Organisation) sebagai salah satu tatalaksana diare akut, berfungsi menurunkan durasi diare, mengurangi tingkat keparahan, dan mencegah diare berulang dalam 3 - 4 bulan mendatang. Baru-baru ini zinc juga direkomendasikan sebagai salah satu terapi dalam kasus malnutrisi berat dan diare kronik.1

Data di India menyatakan bahwa suplementasi zinc dapat mempercepat penyembuhan anak dengan pneumonia sangat berat. Kriteria pneumonia berat adalah laju respirasi cepat (sekurang-kurangnya 50x/ menit untuk bayi usia < 12 bulan atau 40x/ menit untuk usia > 12 bulan), disertai retraksi dada dan krepitasi. Pneumonia sangat berat adalah pneumonia berat dengan atau tanpa retraksi dada, disertai sianosis dan tanda bahaya (letargi, tidak mampu minum, atau kejang).

Uji klinik acak oleh dr. Shinjini Bhatnagar dkk. dari All India Institute of Medical Sciences di New Delhi yang dilaporkan online di American Journal of Clinical Nutrition menguji suplementasi zinc oral 20 mg pada terapi antibiotika standar pada 550 anak usia 2 bulan – 2 tahun yang dirawat inap dengan kasus pneumonia berat dan sangat berat.

Konsentrasi zinc serum meningkat pada kelompok yang diberi zinc 4,30 µmol/L dibandingkan kelompok plasebo 1,06 µmol/L (p<0,0001). Pada analisis stratifikasi, terapi zinc secara signifikan menurunkan waktu median penyembuhan pada anak dengan pneumonia sangat berat (80 jam untuk kelompok zinc vs 106 jam untuk kelompok plasebo). Trend penurunan kegagalan terapi juga lebih rendah pada kelompok zinc.

Pada studi yang sama, namun dengan analisis yang berbeda, waktu median penyembuhan antara kelompok pneumonia berat dan sangat berat tidak berbeda signifikan antara kelompok zinc dan plasebo (78,5 vs 77,0 hari). Risiko kegagalan terapi dan kematian juga sama di antara kedua kelompok tersebut.

Adanya hasil yang bervariasi dan perbedaan hasil sejumlah analisis subgrup, memerlukan suatu meta-analisis untuk menentukan manfaat keseluruhan zinc terhadap terapi pneumonia. Lebih penting lagi, penelitian tambahan diperlukan pada subgrup spesifik anak-anak dengan pneumonia sangat berat dengan stratifikasi BB sangat di bawah standar (severely underweight).

Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kesembuhan pasien pneumonia seperti etiologi, definisi, penyembuhan, dan saat pemberian suplementasi zinc dalam kasus pneumonia berat. Studi klinik di masa mendatang diharapkan fokus terhadap hal tersebut.2

Simpulan:

  • Zinc merupakan trace elements esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak-anak; dua penelitian baru-baru ini memberikan hasil bahwa suplementasi zinc dapat membantu mempercepat penyembuhan anak dengan pneumonia sangat berat.
  • Diperlukan suatu meta-analisis untuk menentukan manfaat keseluruhan zinc pada terapi pneumonia.
  • Studi klinik di masa mendatang diharapkan fokus terhadap suplementasi zinc dengan berbagai faktor yang mempengaruhi kesembuhan pneumonia.


REFERENSI:
1. Zinc deficiency in children [Internet] 2011 [Cited 2013 August 2013]. Available from: http://www.pediatriconcall.com/nutrition/zinc_deficiency.asp.
2. Added zinc may help infants with very severe pneumonia. Am J Clin Nutr. [Internet] 2013 May 21 [Cited 2013 Aug 23]. Available from: http://www.medscape.com/resource/pneumonia.

CDK-223/ vol. 41 no. 12, th. 2014

loading...