Kita sudah sering mendengar nasehat untuk memakan lebih banyak sayuran dan buah-buahan agar tubuh kita sehat, begitu juga bagi anak-anak, untuk kesehatan dan pertumbuhan optimalnya. Penelitian membuktikan bahwa sayuran dan buah-buahan diasosiasikan dengan resiko rendah akan obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung dan kanker.

Para orang tua yang anaknya memakan banyak beragam buah dan sayuran biasanya tidak perlu khawatir akan kekurangan kebutuhan harian zat gizi anaknya. Padahal kita tahu bahwa anak biasanya menjauh dari sayuran, dan lebih menyukai makanan semacam junk food atau makanan cepat saji lainnya. Buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung lebih sedikit kalori dibanding makanan olahan dan juga kaya akan kandungan fitokimia, serat, vitamin, dan mineral lainnya.

Lebih Dini Lebih Baik

Anak-anak akan terbiasa hidup sehat ketika dewasa kelak jika mereka belajar dibiasakan hidup sehat sejak usia dini. Makanan yang dikonsumsi anak pada usia dini akan memiliki dampak abadi pada gen mereka dan berhubungan dengan resiko mereka akan serangan obesitas dan penyakit kronis lain. Membiasakan anak memakan beragam sayuran, mungkin cukup sulit bagi para orang tua, sedangkan untuk buah-buahan mungkin agak relatif mudah karena buah-buahan memiliki bentuk, warna dan rasa yang banyak disukai anak-anak.

Manfaat Makanan Asal Tumbuhan bagi Anak

Sangat penting bagi anak-anak muda untuk mengetahui bahwa makanan nabati mengandung rendah kalori, dibanding makanan olahan seperti keripik kentang, kerupuk, biskuit dan makanan yang dipanggang lain. Juga makanan nabati akan membuat anak lebih cepat dan lebih lama merasa kenyang, sehingga kemungkinan akan mengurangi memakan camilan yang tidak sehat.  Selain itu, kandungan lemak yang tinggi pada makanan olahan akan membuat anak mengalami obesitas dan memiliki resiko lebih tinggi akan serangan penyakit liver, diabetes tipe 2, dan kanker.

Manfaat lain dari makanan nabati adalah bahwa mereka mengandung phytochemical, serat, dan berbagai vitamin dan mineral untuk pertumbuhan anak yang optimal.

Kaya Kandungan Fitokimia

Semua makanan nabati mengandung fitokimia, senyawa alami diyakini bisa memberikan perlindungan dari berbagai penyakit kronis, seperti kanker pada mulut, laring, prostat, kerongkongan, dan usus serta penyakit kardiovaskular. Senyawa ini juga memberikan tanaman akan warna yang menyolok, misalnya warna pada wortel.

Manfaat kesehatan dari fitokimia akan terasa atau muncul jika kita memakan keseluruhan makanan yang mengandung zat fitokimia tersebut, dibanding jika kita memakannya sebagai suplemen, hal ini dikarenakan zat-zat fitokimia dalam makanan tersebut bekerja bersama-sama dalam cara yang belum sepenuhnya dapat  dipahami oleh para ahli.

Beda zat fitokimia beda pula manfaatnya. Misalnya, lutein dan zeaxanthin, phytochemical dalam kelompok karotenoid makanan seperti kiwi, anggur, dan bayam ini, ditemukan di retina dan diyakini berperan dalam mencegah penyakit mata. Berbagai makanan nabati mengandung senyawa yang disebut saponin, yang dapat memberikan efek anti karsinogenik. Anthocyanin dan anthocyanidins, zat fitokimia pada blueberry, telah terbukti menawarkan perlindungan ultra violet untuk kulit.

Selain itu, makanan yang mengandung phytochemical juga dapat melindungi sel-sel anak dari kerusakan
yang dapat menyebabkan penyakit kronis yang berkaitan dengan usia seperti kanker dan penyakit kardiovaskular.

Herbal dan rempah-rempah seperti sage, thyme, jintan, atau jahe mengandung antioksidan, bahkan, banyak bumbu dan rempah-rempah menawarkan perlindungan antioksidan yang lebih besar dari buah-buahan dan sayuran.

Kaya Kandungan Serat

Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan mengandung serat dalam jumlah banyak, oleh karena itu akan menghasilkan bakteri usus yang sehat dan melindungi terhadap kanker usus. Juga asupan serat yang memadai akan membantu mencegah sembelit, yang dapat berkontribusi untuk gastrointestinal distress pada anak-anak.

Biji-bijian kaya serat seperti gandum, beras merah, millet, dan quinoa dicerna lebih lambat dari biji-bijian olahan, sehingga memakannya dapat mengurangi risiko makan berlebihan dan meningkatkan rasa kenyang. Sebaliknya, makanan olahan mengandung serat lebih sedikit sehingga makanan lebih cepat dicerna, hal ini membuat anak-anak mudah untuk lapar dan makan jadi berlebihan.

Selain itu, biji-bijian kaya serat, seperti oatmeal, menjaga gula darah anak-anak lebih stabil dan memberikan
sumber bahan bakar yang konsisten untuk otak mereka, membantu mereka untuk fokus lebih baik di sekolah dan meningkatkan keseluruhan performance otaknya.

Berikut ini adalah kebutuhan serat harian untuk anak-anak dari berbagai kelompok usia:
- Anak-anak berusia 1 sampai 3 tahun: 19 gr
- Anak-anak berusia 4 sampai 8 tahun: 25 gr
- Gadis berusia 9 sampai 18 tahun : 26 gr
- Anak laki-laki berusia 9 sampai 13 tahun: 31 gr
- Anak laki-laki berusia 14 sampai 18 tahun: 38 gr

Vitamin dan Mineral

Semua makanan nabati mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang penting untuk menjaga dan melangsungkan kesehatan tubuh yang baik. Contoh-contoh berikut menunjukkan beberapa vitamin dan mineral penting yang ditemukan dalam makanan nabati berikut sumber tanamannya:

  • Kalsium: membangun tulang dan gigi yang kuat, ditemukan dalam bok choy, kale, dan brokoli;
  • Kalium / potassium: membantu menjaga keseimbangan natrium-kalium; ditemukan dalam pisang, kentang dengan kulit, jeruk, dan tomat;
  • Vitamin C: merawat kolagen untuk pertumbuhan yang tepat dari pembuluh kapal dan tulang dan juga merupakan antioksidan penting yang membantu mencegah kanker, ditemukan dalam jeruk, stroberi, tomat, dan paprika.
  • Vitamin E: melindungi terhadap penyakit kardiovaskular dan kanker; ditemukan dalam almond, hazelnut, kacang tanah, dan alpukat.

 

loading...