Di jaman sekarang ini, di mana fastfood atau makanan serba instan banyak ditemukan di berbagai tempat, cukup sulit bagi orang tua untuk menyediakan makanan sehat bagi anak-anaknya. Padahal masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan, yang sangat penting bagi dan menentukan bagi pertumbuhannya ketika dewasa nanti. Pada saat sekolah, si anak mungkin saja mengkonsumsi jananan sekolah atau junkfood bersama teman-temannya. Tantangan orang tua adalah untuk memperbaiki makanan anak-anaknya, mencukupi semua kebutuhan gizi yang dibutuhkannya.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kekurangan gizi dapat menyebabkan perilaku, perkembangan dan masalah kesehatan-mulai dari alergi dan asma sampai pada kasus hiperaktif.

Bahkan jika si anak cukup asupan makanan, misalnya, ikan, brokoli dan wortel, masih mungkin ada nutrisi yang bisa dikatakan kurang. Cara terbaik untuk memerangi kekurangannya adalah memberikan makan si anak dengan makanan sehari-hari. Setiap makanan yang ditemukan di alam akan memberikan keseimbangan nutrisi sehat dibanding dengan "processed food" ataupun makanan yang diperkaya (fortified food).

Berikut merupakan vitamin dan mineral yang wajib bagi anak:

1. Magnesium

Mengapa anak-anak membutuhkannya: Magnesium adalah sama pentingnya dengan kalsium untuk perkembangan anak. Bahkan, magnesium dan kalsium bekerja sama, kalsium berperan dalam kontraksi otot dan magnesium adalah relaksan otot - untuk membantu anak-anak cukup tidur malam yang baik, membangun tulang yang kuat, mengatur gula darah, mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan menjaga saraf dan otot berfungsi dengan baik.

Tanda anak tidak mendapatkan cukup magnesium:
Kaki gelisah atau sindrom kaki gelisah, ketidakmampuan untuk menetap di malam hari, kram otot, sembelit, kelelahan, kelemahan, kecemasan dan hiperaktivitas.

Berapa banyak anak-anak membutuhkan magnesium setiap hari:
110 mg untuk usia 4 sampai 8 tahun, 350 mg untuk usia 9 sampai 13 tahun.

Makanan sumber magnesium:
Kedelai, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran berdaun hijau.

2. Seng atau Zinc

Mengapa anak-anak membutuhkannya: Zinc sangat penting untuk perkembangan otak dan saraf, dan membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat. Zinc juga sangat penting untuk pertumbuhan yang tepat, metabolisme karbohidrat, keseimbangan gula darah dan perkembangan seksual yang normal. Zinc bahkan dapat membantu mencegah depresi dan jerawat.

Tanda-tanda anak tidak mendapatkan cukup zinc:
Sistem kekebalan tubuh yang lemah (si anak mudah sakit), respon perhatian yang rendah, fungsi motorik rendah, pertumbuhan yang lambat dan nafsu makan yang lemah.

Berapa banyak anak-anak membutuhkan zinc setiap harinya:

3 mg untuk usia 1 sampai 3 tahun, 5 mg untuk usia 4 sampai 8 tahun, 8 mg untuk usia 9 sampai 13 tahun, 11 mg untuk laki-laki usi di atas 14 tahun dan 9 mg untuk wanita 14 sampai 18 tahun.

Makanan sumber zinc:

Makanan tinggi protein seperti daging sapi yang makan rumput dan daging merah lainnya, daging kalkun, labu, wijen dan biji bunga matahari, dan beberapa makanan laut, termasuk udang, tiram, kepiting dan lobster. Bahkan dark chocolate dan bubuk kakao tanpa gula adalah sumber zinc yang layak.

3. Kalium

Mengapa anak-anak membutuhkannya: Kalium berperan dalam menjaga jantung, otot dan saluran pencernaan berfungsi dengan baik untuk menjaga tubuh terhidrasi dengan membantu untuk menarik air ke dalam sel. Jika anak tidak mendapatkan cukup kalium, ia bisa mengalami dehidrasi, bahkan jika dia minum banyak air.

Tanda anak tidak mendapatkan cukup kalium:
Kelemahan dan kelelahan, kram otot dan masalah pencernaan.

Berapa banyak anak-anak membutuhkan kalium setiap hari:
3.000 mg untuk usia 1 sampai 3 tahun; 3.800 mg untuk usia 4 sampai 8 tahun, 4.500 mg untuk usia 9 sampai 13 tahun.

Makanan sumber kalium:
Buah dan sayuran berwarna, seperti tomat, pisang, kentang, alpukat, melon dan ubi jalar.

4. Vitamin D

Mengapa anak-anak membutuhkannya: Vitamin D sangat penting untuk membangun tulang yang kuat dan mengurangi risiko diabetes, asma, alergi dan beberapa penyakit autoimun. Vitamin D memiliki banyak reseptor dalam otak kita, dan studi menunjukkan bahwa tingkat rendah vitamin D bahkan dapat mempengaruhi suasana hati kita. Meskipun berlabel vitamin, ia sebenarnya hormon dan tidak ditemukan dalam banyak makanan. Sumber terbaik adalah paparan sinar matahari, tetapi karena anak-anak sekarang tidak menghabiskan banyak waktu di luar (dan memakai tabir surya dan pakaian yang menghalangi sinar matahari saat mereka berada di luar), kini banyak anak-anak yang kekurangan vitamin D.

Tanda-tanda anak tidak mendapatkan cukup vitamin D:
Nyeri otot, tulang atau gigi lemah.

Berapa banyak anak-anak membutuhkan vitamin D setiap hari:
400 IU untuk bayi dan 600 IU untuk anak-anak.

Makanan sumber vitamin D:
Lemak ikan, tuna, jamur shiitake, kuning telur, susu dan makanan lainnya yang "diperkaya vitamin D".

Makanan yang diperkaya biasanya mengandung versi sintetis dari vitamin D, yang disebut D2, yang dianggap tidak mudah diserap sebagaimana versi alamnya, yang dikenal sebagai D3. Jika anak membutuhkan suplemen vitamin D, pilih yang jenis D3.

loading...