Rehidrasi bukan satu-satunya cara untuk mengatasi diare, tetapi memperbaiki kondisi usus serta mempercepat penyembuhan / menghentikan diare dan mencegah anak kekurangan gizi akibat diare juga menjadi cara untuk mengobati diare. Untuk itu Kementerian Kesehatan telah menyusun Lima Langkah Tuntaskan Diare (LINTAS DIARE) yaitu :
1. Rehidrasi menggunakan Oralit osmolaritas rendah
2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
3. Teruskan pemberian ASI dan Makanan
4. Antibiotik selektif
5. Nasihat kepada orang tua / pengasuh.

Salah satu prinsip tata laksana diare adalah teruskan pemberian ASI dan makanan bagi balita yang menderita diare. Memberikan makanan kepada balita selama diare (usia 6 bulan ke atas) akan mambantu anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan.

Anak yang terkena diare jika tidak diberikan asupan makanan yang sesuai umur akan menyebabkan anak kurang gizi. Bila anak kurang gizi akan meningkatkan resiko terkena diare kembali. Oleh karena perlu diperhatikan:
1. Bagi ibu yang menyusui bayinya, dukung ibu agar tetap menyusui bahkan meningkatkan pemberian ASI selama diare dan selama masa penyembuhan (bayi 0 - 24 bulan atau lebih).
2. Dukung ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi berusia 0-6 bulan, jika bayinya sudah diberikan makanan lain atau susu formula berikan konseling kepada ibu agar kembali menyusui eksklusif. Dengan menyusu lebih sering maka produksi ASI akan meningkat dan diberikan kepada bayi untuk mempercepat kesembuhan karena ASI memiliki antibodi yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
3. Anak berusia 6 bulan ke atas, tingkatkan pemberian makan:
makanan pendamping ASI (MP ASI) sesuai umur pada bayi 6 - 24 bulan dan sejak balita berusia 1 tahun sudah dapat diberikan makanan keluarga secara bertahap.
4. Setelah diare berhenti pemberian makanan ekstra diteruskamn selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan anak.

Pemberian makan sesuai umur sangat penting saat sakit maupun sehat

1. Bayi berusian 0 - 6 bulan

Saat usia ini, bayi HANYA diberikan Air Susu Ibu (ASI) saja sesuai keinginan anak. paling sedikit 8 kali sehari,: pagi, siang maupun malam hari. Jangan berikan makanan atau minujman lain selain ASI.
Jika ibu memberikan susu formula atau makanan lain:

  • Bangkitkan rasa percaya diri ibu untuk HANYA memberikan ASI saja, jelaskan keuntungan ASI dan dengan memberi ASI saja mencukupi kebutunan bayi meski pun bayi sedang diare.
  • Susui bayi lebih sering, lebih lama; pagi, siang maupun malam.
  • Secara bertahap mengurangi pemberian susu formula atau makanan lain.

 

2. Bayi berusia 6 - 24 bulan

  • Teruskan pemberian ASI
  • Mulai memberikan makanan pendamping ASI (MP ASI) yang teksturnya lembut seperti bubur, susu, dan pisang.
  • Secara bertahap sesuai pertambahan umur, berikan bubur tim lumat ditambah kuning telur / ayam / ikan / tempe.
  • Setiap hari berikan makanan sebagai berikut:
    • Usia 6 bulan : 2 x 6 sdm peres
    • Usia 7 bulan : 2 - 3 x 7 sdm peres
    • Usia 8 butan : 3 x 8 sdm peres


3. Balita umur 9 sampal 12 bulan

  • Teruskan pemberian ASI
  • Berikan MP ASI lebih padat dan kasar seperti nasi tim, bubur nasi
  • Tambahkan telur / ayam / ikan / tempe / wortel / sapi / kacang hijau
  • Setiap hari berikan makanan sebagai berikut:
    • Usia 9 bulan : 3 x 9 sdm peres
    • Usia 10 bulan: 3 x 10 sdm peres
    • Usia 11 ecen: 3 x 11 sdm peres
    • Berikan selingan 2 kali sehari di antara waktu pemberian makan sesuai umur sangat penting saat sakit maupun sehat.


4. Balita umur 12 sampai 24 bulan

  • Teruskan pemberian ASI
  • Berikan makanan keluarga secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak
  • Berikan 3 x sehari, sebanyak 1/3 porsi makan orang dewasa terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, buah
  • Beri makanan selingan kaya gizi 2 x sehari diantara waktu makan
  • Perhatikan variasi makanan
  • Sejak umur 12 bulan, anak sudah bisa makan makanan keluarga


5. Balita umur 2 tahun lebih

  • Berikan makanan keluarga 3 x sehari, sebanyak 1/3 - 1/2 porsi makan orang dewasa
  • berikan makanan selingan kaya gizi 2 x sehari diantara waktu makan


ANJURAN MAKAN UNTUK DIARE PERSISTEN

  • Jika anak masih mendapat ASI: Berikan lebih sering dan lebih lama, pagi, siang dan malam
  • Jika anak mendapat susu selain ASI:
    • Kurangi pemberian susu tersebut dan tingkatkan pemberian ASI
    • Gantikan setengah bagian susu dengan bubur nasi ditambah tempe
    • Jangan diberi susu kental manis
    • Untuk makanan lain, ikuti anjuran pemberian makan sesuai dengan kelompok umur


Selama diare dan dselama masa penyembuhan:

  • Berikan ASI lebih sering dan lebih lama (bayi 0 - 24 bulan)
  • Berikan makanen sesuai umur lebih sering, sedikit-sedikit, lebih bervariasi, lebih lembut sejak bayi berusia 6 bulan
  • Petugas kesehatan memberikan konseling kepada ibu agar kembali menyusui eksklusif, karena ASI memiliki antibodi yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi, sarankan keopada ibu untuk melanjutkan peran ASI hingga anak berusia 24 bulan.
loading...