Anak jalanan merupakan sebuah istilah umum yang biasanya mengacu pada anak-anak yang memiliki banyak aktivitasnya di jalanan. Anak jalanan digambarkan sebagai kelompok masyarakat dengan tingkat stratifikasi sosial rendah atau merupakan golongan bawah “grassroots” dengan status sosial serta posisi kekuasaan atau wewenang yang tidak jelas.

Pelompokan anak jalanan:

  • Anak yang hidup / tinggal di jalanan: sudah putus sekolah dan tidak ada hubungan dengan keluarganya;
  • Anak yang bekerja di jalanan: sudah putus sekolah, berhubungan tidak teratur dengan keluarganya, dan pulang ke rumah secara periodik;
  • Anak yang rentan menjadi anak jalanan: masih sekolah, masih berhubungan tinggal teratur dengan orang tuanya.


Bagaimana situasi terakhir KtA saat ini?

Jumlah anak jalanan saat ini kurang lebih 154.861 jiwa (data Badan Pusat Statistik). Hampir separuhnya berada di DKI Jakarta, sisanya tersebar ke kota-kota besar lain, seperti Medan, Palembang, Batam, Serang, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, dan Makassar (data Komisi Nasional Perlindungan Anak, 2007).

Apa dasar hukumnya?

  • Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
  • Undang-Undang No.13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
  • Undang-Undang No.11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
  • Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.


Apa masalah yang dihadapi anak jalanan?

  • Lingkungan kumuh, udara tercemar, segatan matahari, dan gas kendaraan bermotor,
  • Perilaku berisiko,
  • Pengaruh dan tekanan kelompok,
  • Stres,
  • Rawan kekerasan.


Apa dampak masalah tersebut terhadap kesehatan anak jalanan?

  • Rentan terkena penyakit infeksi, seperti ISPA, diare, tifus, hepatitis, dan kulit maupun rawan masalah gizi.
  • Sulit memperoleh akses pelayanan kesehatan di lingkungan tempat tinggal anak jalanan.
  • Perilaku berisiko di antara anak jalanan yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual, seperti GO, sifilis, dan HIV/AIDS sebagai akibat perilaku seks bebas.
  • Pengaruh dan tekanan kelompok yang mengakibatkan anak jalanan minum alkohol, merokok, dan menyalahgunakan NAPZA yang berdampak bagi kesehatan.
  • Akibat stres, anak jalanan mudah berperilaku antisosial: berkelahi, mencuri, merampas, dan memeras.
  • Banyak terjadi kasus perkosaan, sodomi, dan pelecehan seksual lain.


Di mana anak jalanan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan?

  • Rumah singgah,
  • Panti sosial asuhan anak (PSAA),
  • Puskesmas,
  • Rumah sakit.


Bagaimana cara anak jalanan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis?

  • Memiliki kartu jaminan kesehatan: jamkesmas, jamkesda, jamkeskot, atau jamkesos.
  • Terdaftar sebagai pengguna rumah singgah.


Bagaimana anak jalanan menjaga kesehatannya?

  • Mencuci tangan dan memakai sabun dengan air mengalir.
  • Makan sayur dan buah lebih banyak.
  • Menghindari rokok, NAPZA, dan seks bebas.
  • Menggunakan pakaian yang melindungi dari sengatan matahari.
  • Memperbanyak aktivitas berguna yang diselenggarakan oleh rumah singgah.
  • Mengurangi waktu di jalanan.
  • Pulang ke rumah atau rumah singgah.


#depkes