Relaktasi adalah sebuah proses untuk kembali menyusui. Beberapa kondisi dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan ASI, seperti: bayi diberi susu formula sejak lahir tanpa indikasi medis, bayi sakit sehingga tidak mampu atau tidak ada kesempatan untuk menyusu, ibu berhenti menyusui karena sakit atau bayi adalah anak adopsi.

Umumnya bayi tidak mendapatkan ASI karena kurangnya informasi dan keterampilan yang diberikan kepada ibu tentang menyusui.

Relaktasi dapat dimulai kapan pun. Bila bayi masih sesekali menyusu, dengan relaktasi produksi ASI akan meningkat dalam beberapa hari sehingga bayi tidak lagi membutuhkan susu formula atau MP-ASI sebelum waktunya.

Bila bayi telah berhenti menyusu, relaktasi akan merangsang kembalinya produksi ASI dalam waktu 1-2 minggu. Semakin muda bayi, semakin cepat produksi ASI kembali dapat memenuhi kebutuhan bayi.

Berikut adalah langkah-langkah relaktasi:

1. Bangun komunikasi 2 arah dengan ibu dan keluarga, cari penyebab bayi tidak menyusu.

2. Diskusikan keuntungan menyusui dan kerugian susu formula atau kerugian MP-ASI yang diberikan sebelum usia 6 bulan.

3. Bangun rasa percaya diri ibu dan beri dukungan.

4. Berikan langkah-langkah untuk kembali menyusui secara bertahap:

  • Bila bayi menggunakan botol dan kempeng, hentikan penggunaan botol dan kempeng. ASI perah / susu formula diberikan dengan gelas.
  • Ajarkan ibu mengenali tanda-tanda bayi ingin menyusu dan minta ibu untuk meletakkan bayi pada payudara setiap kali bayi ingin menyusu.
  • Lihat cara ibu memposisikan dan melekatkan bayi pada payudara, bila perlu perbaiki dan beri arahan.
  • Bila bayi menolak menyusu pada payudara karena belum ada ASI yang keluar, maka bayi dapat dirangsang untuk melekat pada payudara dengan meneteskan ASI perah / susu formula pada puting susu.
  • Bila bayi telah dapat melekat dengan baik pada payudara namun produksi ASI belum dapat memenuhi kebutuhan bayi, maka ASI perah atau susu formula dapat diberikan dengan bantuan selang yang dilekatkan pada payudara seperti pada gambar. ASI perah / susu formula sejumlah yang diperlukan bayi diletakkan dalam gelas. Selang NGT halus (no.5) dilekatkan pada payudara sedemikian rupa sehingga ujung selang yang halus sejajar dengan ujung puting, sementara ujung selang yg besar terendam susu di dalam gelas.
Sebelum dan sesudah digunakan pastikan selang dan gelas telah dibersihkan dengan air matang hangat. ASI perah / susu formula dalam gelas dikurangi secara bertahap (kurangi 30-60 ml tiap harinya), seiring dengan meningkatnya produksi ASI sehingga pada akhirnya bayi kembali menyusu sepenuhnya.

 

loading...