Anak penyandang cacat adalah setiap anak yg mengalami hambatan fisik dan/atau mental sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan jumlah anak penyandang cacat di Indonesia sekitar 7-10% dari jumlah penduduk Indonesia. Sebagian besar anak penyandang cacat atau sekitar 295.250 anak berada di masyarakat dalam pembinaan dan pengawasan orang tua dan keluarga. Pada umumnya mereka belum memperoleh pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.

Anak penyandang cacat perlu mendapat perlindungan akan kesehatannya, berikut adalah dasar hukumnya:

  1. Undang–Undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat yang mengamanahkan bahwa anak penyandang cacat mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan dan penghidupan.
  2. Undang–Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menegaskan bahwa semua anak termasuk anak penyandang cacat mempunyai hak untuk kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta hak untuk didengar pendapatnya.
  3. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa upaya pemeliharaan kesehatan anak harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial, ekonomis, dan bermartabat.


Siapa saja yang termasuk anak penyandang cacat?

  1. Tunanetra (anak yang mengalami hambatan penglihatan).
  2. Tunarungu / tunawicara (anak yang mengalami hambatan pendengaran dan bicara).
  3. Tunagrahita (anak yang mengalami keterbelakangan mental).
  4. Tunadaksa (anak yang mengalami cacat tubuh seperti anak yang mengalami polio dan gangguan gerak).
  5. Tunalaras (anak yang mengalami gangguan emosi dan sosial).
  6. Autis (anak yang mengalami gangguan interaksi, komunikasi, dan perilaku yang berulang-ulang dan terbatas).
  7. Tunaganda (anak yang mengalami lebih dari satu hambatan).


Masalah kesehatan apa saja yang dialami oleh anak penyandang cacat?

Masalah kesehatan yang dialami oleh anak penyandang cacat tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya seperti batuk, pilek, diare, dan influenza.

Apa dampak kecacatan pada anak?

Anak dengan kecacatan tertentu cenderung :

  1. mengalami hambatan dalam penyesuaian diri;
  2. sulit berkomunikasi;
  3. terkena penyakit;
  4. terbatas dalam proses belajar;
  5. kurang percaya diri;
  6. mengalami kecelakaan dalam beraktivitas.


Apa peran serta masyarakat terhadap anak penyandang cacat?

  1. Masyarakat harus bersikap tidak mengucilkan anak penyandang cacat dan menghargai mereka.
  2. Masyarakat harus melapor kepada tokoh masyarakat (RT/RW), LSM, instansi terkait seperti forum komunikasi keluarga dengan anak cacat (FKKDAC) jika menemukan anak penyandang cacat yang tidak mendapat pelayanan selayaknya seperti anak penyandang cacat yang dipasung, dikurung atau disembunyikan.
  3. Masyarakat memberikan dukungan untuk memperoleh pelayanan yang dibutuhkan sesuai hak-hak mereka, seperti pendidikan yang layak di sekolah luar biasa (SLB), sekolah regular, dan lembaga pendidikan lain bagi anak penyandang cacat yang ada di masyarakat, serta pelayanan kesehatan.
  4. Masyarakat dapat mendukung anak penyandang cacat agar mereka dapat bermain dan berperan serta di bidang kesehatan sesuai dengan kemampuannya, seperti juru pemantau jentik (jumantik).


Pelayanan kesehatan apa sajakah yang dibutuhkan oleh anak penyandang cacat?

  1. Anak penyandang cacat berhak memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak, seperti pelayanan imunisasi, pemenuhan gizi seimbang, dan pemantauan tumbuh kembang anak.
  2. Anak penyandang cacat berhak memperoleh pelayanan dokter spesialis atau psikolog sesuai dengan jenis dan derajat kecacatan.
  3. Anak penyandang cacat berhak memperoleh informasi kesehatan seperti kesehatan reproduksi dan kesehatan diri.
  4. Anak penyandang cacat dari keluarga tidak mampu, pengemis, atau terlantar berhak mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan (jamkesmas atau jamkesda setempat) untuk memperoleh pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit.


Di mana sajakah anak penyandang cacat dapat memperoleh pelayanan kesehatan?

1. Posyandu
2. Pos kesehatan desa
3. Puskesmas pembantu
4. Puskesmas keliling
5. Puskesmas
6. Rumah sakit
7. Dokter praktik swasta

Kemampuan apa yang dimiliki oleh anak penyandang cacat?

Walaupun anak penyandang cacat memiliki keterbatasan, mereka mempunyai kemampuan kecerdasan yang bisa digali dan ditingkatkan dalam bentuk kecerdasan majemuk. Contohnya anak tunanetra yang mahir bermain piano atau bernyanyi.

Pesan Kesehatan

  • Jangan kucilkan anak penyandang cacat.
  • Cacat bukan halangan untuk mereka berkarya. Tingkatkan kemampuan kecerdasan anak penyandang cacat.
  • Lindungilah anak penyandang cacat, berikan mereka pelayanan kesehatan sebagaimana layaknya.
  • Jangan manfaatkan kecacatan anak untuk mencari keuntungan.

# depkes