Autis adalah kelainan perkembangan saraf yang sangat beragam yang ditandai dengan adanya tiga gejala, yaitu gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, dan tingkah laku terbatas dan berulang yang terjadi sebelum usia anak tiga tahun.

Bagaimana gambaran kondisi anak autis?

Angka terjadinya autis 1--2 / 1000 orang, angka terjadinya gangguan sindrom autis (autis syndrome disorder / ASD) 6 per 1000, laki laki 4 x lebih sering dibanding perempuan. Di Amerika terdapat peningkatan angka kejadian 556% dari tahun 1991--1997.

Kapan munculnya gejala pada anak autis?

  1. Gejala pertama muncul pada masa bayi atau masa kanak.
  2. Gejala muncul berangsur-angsur yang dimulai pada usia 6 bulan, makin nyata pada usia 2--3 tahun, dan cenderung menetap pada masa dewasa muda.
  3. Orang tua umumnya memperhatikan adanya gejala pada usia 2 tahun pertama. Tanda-tanda umumnya berkembang secara perlahan, beberapa anak autis pada awalnya berkembang normal, kemudian menunjukkan kemunduran.


Bagaimana perkembangan sosial anak autis?

  1. Gejala pada bayi adalah kurang perhatian terhadap rangsangan sosial, jarang tersenyum dan melihat seseorang, tidak ada tanggapan / rangsangan saat dipanggil nama.
  2. Gejala pada balita adalah kurang kontak mata, tidak ada komunikasi timbal balik, berkomunikasi dengan menggunakan tangan orang lain (tidak menunjuk, tetapi menarik tangan orang lain).
  3. Pada usia 3--5 tahun terdapat gangguan, antara lain, kesulitan bermain dengan teman sebaya, mendekati orang secara spontan, meniru, dan bereaksi secara emosional, berkomunikasi tanpa bahasa (nonverbal), bergiliran dengan orang lain.
  4. Anak yang lebih besar dan dewasa mengalami kesulitan dalam mengenali wajah sedih, gembira, atau marah.


Bagaimana perkembangan komunikasi anak autis?

1. Gangguan komunikasi dapat terjadi sejak tahun pertama kehidupan berupa terlambat mengoceh, tidak bisa menunjuk, tidak mau dipeluk dan tidakĀ  ada reaksi ketika dipanggil.
2. Pada usia 2--3 tahun anak autis :

  • Jarang mengoceh,
  • Tidak dapat menggunakan kata,
  • Tidak dapat merangkai kata.
  • Bahasa tubuhnya sering tidak sesuai dengan kata.
  • Jarang meminta dan membicarakan pengalaman,
  • Lebih sering meniru (echolalia).
  • Tidak ada perhatian yang sama (joint attention).
  • Tidak dapat bermain pura-pura seperti bermain masak-masakan dan main boneka.


Bagaimana bentuk tingkah laku berulang-ulang atau terbatas?

Tingkah laku dapat berupa:

  • melakukan gerakan tidak bertujuan yang diulang-ulang (stereotype) misalnya, menggerak-gerakkan tangan;
  • tidak mau melakukan hal yang berbeda;
  • mengerjakan sesuatu secara rutin / kaku terhadap kebiasaan;
  • bertingkah laku terbatas;
  • menyakiti diri sendiri seperti memukul-mukul atau membentur-benturkan kepala.


Apa saja kelainan lain yang dapat menyertai autis?

  1. Gangguan sensorik (sensasi), misalnya, tidak mengenal rasa nyeri dan tidak tahu bahaya.
  2. Gangguan pada sistem gerak berupa lemahnya daya otot, buruknya keterampilan gerak, berjalan jinjit, dan adanya gangguan keserasian gerak.
  3. Terdapat keterampilan yang sangat baik untuk memahami dan memperhatikan sesuatu, misalnya, senang melihat benda yang berputar dan senang mendengar suara hujan.


Apa penyebab autis?

Autis mempunyai dasar bawaan yang kuat. Penyebabnya bermacam-macam yang melibatkan banyak gen dan faktor lingkungan. Penyebab gen yang pasti sulit diketahui.

Bagaimana mengenal adanya autis secara dini?

Sebagian dari orang tua mengenali munculnya gejala autis pada anak usia 18 bulan. Padahal, gejala awal telah dapat dikenali pada usia lebih dini.

Periksakan anak kepada tenaga kesehatan apabila terdapat gejala:

  • tidak ada kontak mata pada saat menyusu;
  • tidak dapat mengoceh pada usia 12 bulan;
  • tidak ada isyarat badan, seperti menunjuk dan melambaikan tangan, pada usia 12 bulan;
  • belum dapat berbicara satu kata pada usia 16 bulan;
  • tidak dapat merangkai dua kata, kecuali meniru (echolalia) pada usia 2 tahun;
  • kehilangan keterampilan bahasa atau interaksi pada setiap usia.


Langkah-langkah yang harus dilakukan orang tua atau keluarga terhadap anak autis?

  1. Apabila ada gangguan pada hal-hal tersebut di atas, periksakan anak untuk penilaian lanjutan ke puskesmas dan rumah sakit (tenaga kesehatan).
  2. Gunakan cara penanganan yang sesuai dengan kondisi anak karena tidak setiap anak membutuhkan cara penanganan yang sama.
  3. Mintalah bantuan tenaga kesehatan untuk menentukan cara penanganan yang tepat di antara beberapa cara yang tersedia di wilayah setempat, misalnya, cara/metode ABA (analisis perilaku terapan/ applied behavior analysis), model perkembangan, pembelajaran terstruktur, terapi bicara dan bahasa, terapi keterampilan sosial, atau terapi okupasi.
  4. Lakukan penanganan tingkah laku dan kecerdasan pada usia dini melalui program pendidikan khusus yang terus-menerus sehingga membantu anak autis meningkatkan kemandirian dan interaksi sosial, keterampilan berkomunikasi dan bekerja, serta mengurangi gejala tingkah laku aneh.
  5. Berikan obat-obatan sesuai anjuran dokter.
  6. Jangan menunda penanganan / pengobatan karena akan berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjutnya.


Pesan Kesehatan

  • Kenali kelainan perkembangan anak sedini mungkin.
  • Pergunakanlah buku KIA untuk dapat mengenal tanda awal gangguan autis.
  • Bawalah anak ke posyandu, pos PAUD, puskesmas, klinik tumbuh kembang anak, atau rumah sakit untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak.
  • Penanganan dini yang terus-menerus dan sesuai akan memperbaiki mutu hidup anak.
  • Penanganan/pengobatan secara teratur sesuai dengan anjuran dokter akan membantu perkembangan anak selanjutnya.
  • Pilihlah cara penanganan / pengobatan yang sesuai karena setiap anak mempunyai kebutuhan penanganan yang berbeda.


#depkes

loading...